
Mobil David sampai di sebuah gedung yang terlihat begitu mewah, Apartemen miliknya yang kini menjadi tujuannya membawa Aileen bersamanya. Aileen hanya diam mengikuti David yang sedari tadi menggenggam erat jemarinya.
David membuka pintu Apartemennya lalu masuk bersama Aileen dengan masih menggenggam jemari Aileen yang selalu ia rindukan.
“Ai,” Panggil David saat Aileen melepas genggaman David.
“Iya,” Jawab Aileen yang masih terlihat sangat kaku karena jantungnya yang berdegup begitu cepat.
David mendekati Aileen yang kini masih saja diam tak ingin bicara, David kembali mengambil jemari Aileen yang tadi terlepas dari genggamannya.
“Kau tau Ai, disana aku begitu ingin bertemu denganmu, aku ingin menyentuh jemarimu seperti ini, bahkan aku membayangkan wajahmu ketika tidur, sungguh jika ingin memilih aku lebih ingin memilih menemanimu di rumah sakit sampai kau sadar dan menemanimu disepanjang tidurmu, namun semua itu harus aku kesampingkan karena jauh disana aku harus menyelamatkan masa depan kita, baiklah kalau kau ingin membenciku bencilah, aku akan menerimanya Ai asal satu jangan pernah berniat untuk pergi dariku, aku sudah berjuang sejauh ini untuk kita, aku rela kau melakukan apapun padaku namun jangan pergi dariku.” Jelas David dengan mata yang terlihat sudah berkaca-kca memandang wajah bagai embun didepannya.
Aileen meneteskan airmatanya sungguh ia tak tau semua yang dilakukan David untuk hubungannya, Aileen membelai wajah David yang kini terlihat linangan air mata menetes dipipinya hingga pandangannya terlihat buram.
“A-aku minta maaf David,” Ucap Aileen dengan wajah penuh isakan tangis yang begitu sembilu.
“Tidak Ai, kau tidak salah, akulah yang membuatmu sakit, aku yang tidak pernah menjelaskan semuanya padamu, aku bodoh aku memang bodoh Ai.” David menangkap belaian tangan Aileen dipipinya lalu melepasnya dari pipi basah David, David mencium punggung tangan Aileen seakan Aileen begitu dipujanya.
“Dav,” Aileen masih terisak dengan sentuhan David yang begitu membuat dirinya sangat nyaman dengan perlakuan David padanya.
Aileen menghambur begitu saja ke pelukan David, ia memeluk erat tubuh kekar David yang membuat tubuhnya bergetar karena tangis Aileen semakin meradang saat kenyamanannya kembali disentuhnya.
David membalas pelukan hangat Aileen, hatinya begitu bahagia Aileennya mau memaafkannya, pelukan itu mengungkapkan kerinduan mereka yang begitu dalam seakan tak ingin mengakhirinya.
David melonggarkan pelukannya, ia tatap wajah sendu dan cantik Aileen yang membuat mata David begitu berbinar melihatnya, diusapnya linangan air mata di pipi Aileen membuat Aileen menatap David dengan penuh perasaan yang tak bisa ia bendung.
“Ai, aku sangat merindukanmu,” Ucap David masih membelai lembut pipi merona Aileen membuat Aileen memejamkan matanya, merasakan sentuhan lembut jemari David yang begitu sangat dirindukannya.
“Aku mencintaimu, Ai, sangat mencintaimu, jangan pernah ingin pergi dariku.” Ucap David tepat diwajah Aileen hingga hembusan nafasnya terasa oleh kulit diwajah Aileen.
“Dav, aku juga mencintaimu, jangan menghilang lagi dariku, katakanlah jika memang itu beban untukmu aku ingin merasakan bebanmu juga, jangan menanggungnya sendiri, kumohon!” Ucap Aileen begitu sendu melihat wajah bahagia dihadapannya.
Senyum di kedua sudut bibir David mengembang mendengar pernyataan Aileen yang begitu lama ingin ia dengarkan, kata-kata yang tak akan David lupakan. Sungguh cinta membuatnya tak ingin berpikir hal lai selain wajah dengan mata hitam dihadapannya.
Perlahan David mendekatkan wajahnya menyatukan kening diantara mereka berdua hingga tak menyisakan jarak diantaranya.
Tangan David menyentuh rahang tirus Aileen membuat keduanya memejamkan mata menyelami indah sentuhan dan hembusan nafas masing-masing.
David membuka matanya perlahan ia dekatkan lagi wajahnya ia ingin menyentuh bibir mungil dihadapannya.
Aileen yang masih menikmati kenyamanan yang ia rasakan semakin menikmati ketika sebuah benda kenyal nan basah menyentuh bibir mungilnya, Aileen tak menolak itu ia ingin menikmati perasaan ini bersama David, ia tak ingin melepas itu.
David menempelkan bibirnya perlahan bergerak lembut menikmati sentuhan bibir yang membuatnya semakin memperdalam ciuman hangat diantaranya.
Aileen menikmati itu ia membalas pergerakan bibir David membuat keduanya terbawa gejolak asmara yang memburu didalam dadanya, napas mereka terengah engah tak ingin melepas satu sama lain, Aileen semakin mendekap tubuh maskulin itu semakin erat, membuat David semakin mendorong tengkuk Aileen membuat bibirnya semakin dalam menikmati sentuhan David.
Tautan lidah didalam membuat mereka berdua semakin memburu, David merasakan sesuatu dalam dirinya berapi-api, ingin menenggelamkan semua tautan Aileen dalam kobaran mulutnya yang tak hentinya bertaut berlomba saling melesakkan lidah mereka berdua.
David memperdalamnya hingga napas keduanya memburu mencari sesuatu yang membuat mereka puas.
“Dav,” Ucap Aileen disela ciuman itu merasakan sesuatu menusuk pahanya begitu keras.
David tak mendengar Aileen ia masih mencium Aileen lebih dalam ia hanya ingin menikmati itu, ia tak ingin melakukan lebih karena ia tau Aileen sangat berharga baginya, ia hanya ingin sentuhan itu tak segera diakhiri Aileen.
Perlahan David melepas pagutannya, wajah mereka terlihat begitu merah membuat keduanya menyunggingkan senyum dikedua sudut bibirnya.
“Aku hanya ingin menikmati sentuhan ini Ai, aku tak akan melakukan lebih, aku tak ingin menyakitimu, aku akan melakukannya setelah nanti kita menikah,” Ucap David membuat Aileen begitu bahagia mendengarnya.
“Aku akan sabar menunggu, Ai,” Ucapnya lagi membuat Aileen tersenyum, lalu tiba-tiba tertawa.
“Kau kenapa Ai, ada yang salah dengan ucapanku?” Tanya David heran melihat Aileen tertawa.
“Lihatlah lucu sekali!” Ucap Aileen menunjuk kebawah pangkal paha David yang berdiri tegak.
“Ai, kau menginginkannya? hmm,” Senyum David menyeringai memandang Aileen.
Aileen menggelengkan kepalanya, “Hmm, itu lucu Dav, kenapa bisa sampai menonjol bahkan pahaku tadi merasakannya.” Ucap Aileen begitu polos.
David menahan tawanya saat mulut Aileen mengatakan itu, “Kau akan merasakannya lebih dalam setelah kita menikah,” Ucap David membuat Aileen sedikit berpikir.
“Kau tak perlu memikirkannya, kau cukup merasakannya nanti saat berada dibawah kendaliku,” Ujarnya membuat Aileen mengangguk begitu saja akan perkataan lelaki dihadapannya yang tak sadar sudah mengundang gejolak di dalam diri David ingin melahap kekasihnya itu sekarang juga.
“Dav, aku lapar!” Ucap Aileen tiba-tiba.
“Baiklah, aku akan memesankan makanan untukmu,” Ucap David lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang diseberang telpon.
“Apa kau tak ada makanan?” Ucap Aileen menghentikan David menghubungi seseorang.
“Ai, aku tidak pernah menyimpan makanan di Apartemen ini, hanya buah dan soda yang ada didalam lemari pendingin."
“Hmm baiklah, aku akan makan buah saja, kau tak perlu pesan, aku sudah tak sanggup menunggu.” Ucap Aileen lalu berlalu dari hadapan David menuju lemari pendingin di dekat dapur.
David hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu, ia pun mendekati Aileen yang berada didepan lemari pendingin itu, memeluknya dari belakang, membuat Aileen tekejut lalu melihat sekilas David dibelakangnya.
“Dav,” Ucap Aileen mengingatkan David.
“Aku masih merindukanmu Ai.”
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai...............
Apa kabar? maaf ya lama gak update biasa ini pikiran lagi myumet bingit😁😁😁
Aku kasih yang manis-manis karena lama tak update😁😁😀
Ini aku updatenya slow yah, soalnya lagi gak kepengen buru-buru.
selamat datang awal bulan, semoga hari kalian menyenangkan.
Jempolnya ya jangan lupa😉
Happy Reading everyone📖📖