
Dokter yang kini tengah memeriksa keadaan David mengatakan David akan pulang esok hari namun tidak dengan David dirinya bersikeras ingin pulang hari ini, karena begitu keras kepalanya dokter pun tak ingin lagi membantah apa yang pasiennya inginkan.
"Anda boleh pulang hari ini, namun anda benar-benar harus beristirahat jangan sekalipun mengerjakan pekerjaan yang terlalu berat," Ujar sang dokter memberi nasihat.
"Pasti, anda tak perlu khawatir!" Ucapnya penuh kepastian.
"Baiklah, saya akan meresepkan obatnya, semoga anda segera sembuh Tuan."
"Terima kasih dok."
"Terima kasih dokter," Ucap Aileen penuh dengan kelembutan membuat sang dokter melirik sejenak ke arah Aileen lalu memberi senyuman yang membuat Aileen memberikan senyuman balik kepadanya.
Melihat itu David segera memutus kontak antara Aileen dan dokter tersebut.
"Ehem," Deheman David membuat Aileen dan dokter tersebut melihat kearahnya.
"Baiklah saya keluar dahulu, Mari Tuan David dan Nona..."
"Aileen." Ucap Aileen langsung memberi tahu namanya.
"Mari Nona Aileen." Dokter tersebut pergi setelah berpamitan dengan keduanya.
Setelah melihat kepergian dokter yang memeriksanya, David melihat Aileen yang nampak tersenyum sedari tadi, membuatnya merasa kesal dengan tingkahnya itu.
"Kenapa kau tersenyum seperti itu?" Tanya David membuat lamunan Aileen buyar seketika.
"Bukan urusanmu," Sewot Aileen.
"Oh apa kau melamunkan dokter tadi?"
"Memangnya kenapa? Dokter Andre benar-benar tampan pasti beruntung sekali wanita yang menjadi kekasihnya." Ucap Aileen berandai andai dengan senyum indahnya.
"Oh, kau ingin menjadi kekasihnya?"
"Tapi sepertinya tidak mungkin."
"Kenapa?"
"Tidak ada."
"Ya sudah jangan memikirkan dokter yang tidak penting itu, ayo bantu bereskan barangku, aku mau cepat keluar dari rumah sakit ini." Ucap David dengan nada kesal yang sedang menyelimuti hatinya.
"Baiklah." Ucap Aileen begitu ringan.
Setelah semua obat sudah di tebus kini Aileen dan David menuju perjalanan pulang ke hotel tempatnya menginap, bersama Aldo yang kini sedang menyetir mobilnya.
***
Sesampainya dihotel David memasuki kamar hotelnya bersama Aileen dan juga Aldo.
"Aku ingin selama kau merawatku, kau tak boleh membantah semua perintahku, atau hutangmu akan semakin banyak padaku." Ancam David pada Aileen.
Mendengar itu Aldo hanya menggelengkan kepalanya, bosnya ini selalu saja begini dengan sosok yang membuatnya tertarik.
"Iya, aku akan kembali dulu ke tempatku," Ujar Aileen.
"Tidak usah kau harus tetap disini!"
"Lalu kau mau aku memakai pakaian ini sampai besok, aku tak membawa baju ganti sama sekali." Ucap Aileen sedikit kesal.
"Aldo yang akan membawa pakaianmu kemari, mulai sekarang kau jangan pernah menghindariku, aku pastikan hutangmu akan semakin banyak." Ancamnya lagi.
"Kau suka sekali mengancam, menyebalkan!" Sungut Aileen.
"Saya akan bawakan pakaian Nona," Aldo memberi tahu pada Aileen.
"Baiklah aku akan menelpon Rayn biar dia yang menyiapkan semuanya, kau jangan macam-macam dengannya, awas kau!" Tegur Aileen pada Aldo.
"Tenang saja, teman anda pasti akan baik-baik saja saya pastikan itu, pakaian anda akan segera dikirim." Ujar Aldo.
"Baiklah."
Aldo pergi dari kamar tersebut, meninggalkan dua sosok manusia lawan jenis berada didalamnya.
"Tidak ada, aku hanya ingin duduk saja."
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Sungut Aileen.
"Memangya aku melihatmu bagaimana?" Ucap David dengan tersenyum sinis seolah mengejek Aileen.
"Ya sudah, aku ingin tidur, aku lelah sekali, kau, apa mau tidur disitu?" Tunjuk Aileen dengan dagunya.
"Kau tega membiarkanku tidur di sofa?" David tersenyum lagi, melihat wajah kesal Aileen David semakin gemas melihatnya.
"Ya sudah, kau mau tidur dimana?" Tanya Aileen dengan nada kesal.
"Antar aku ke ranjangku!" Pintanya.
"Kau tadi bisa jalan sendiri, kenapa aku harus mengantarkanmu?"
"Kau lupa, selama kau merawatku kau tak boleh membantah semua perintahku atau.... " Belum selesai David berbicara Aileen sudah menyela terlebih dahulu.
"Hutangmu akan semakin banyak, ya aku ingat sangat ingat kau tak usah berulang kali mengatakan itu aku sudah muak mendengarnya." Aileen akhirnya mengalah lalu memapah David menuju ranjangnya.
David tersenyum sangat lebar saat dirinya dituntun Aileen dengan wajah kesalnya membuatnya semakin tertarik pada gadis disampingnya ini.
"Sudah, sekarang kau istirahat aku juga akan istirahat!" Ucap Aileen setelah mendudukkan David di ranjangnya.
"Kau mau tidur dimana?" Tanya David.
"Aku akan tidur disofa saja!" Ucap Aileen.
"Baiklah terserahmu saja, kalau kau mau kau bisa tidur disampingku!" Saran David yang membuat Aileen melebarkan kedua bola matanya.
"Aku tidak mau, pantang bagiku tidur seranjang denganmu!" Teriaknya.
"Hei kau jangan teriak teriak, kau tau kau membuat telingaku seakan mau pecah." David menutup nutupi telinganya seolah telinganya sangat terganggu oleh suara berisik Aileen.
"Biarkan saja, biar gendang telingamu pecah sekalian biar kau tak suka mengancam orang dengan kekuasaanmu."
"Hei, memangnya kenapa kalau kau tidur seranjang denganku, lagian kita dirumah sakit sudah tidur bersama kau lupa?" Ucap David mengalihkan dan mengingatkan Aileen.
"Itu karena kau sedang sakit dan masih lemah, aku melakukan itu agar aku bisa mendengar jika kau butuh aku."
"Apa bedanya dengan sekarang?" Tanya David.
"Sudah sekarang kau tidur disini, kalau kau tak mau hutangmu akan bertambah." Tambahnya.
"Iya Tuan pemaksa, awas saja kalau kau macam-macam aku akan melapor pada atasanku kalau kau sudah berbuat mesum padaku." Ancam Aileen.
"Kau mengancamku? Memangnya kau berpikir aku akan apa, tubuhmu saja tak semenarik model kau kira apa yang akan aku akan lakukan padamu?"
"Kau!!" Geram Aileen, dia beranjak keranjang David tidur disebelah David dengan tubuhnya membelakangi tubuh David, tak memperdulikan lagi apa yang akan dia katakan.
"Kau tak ingin mengucapkan selamat malam padaku." David masih tetap menggoda Aileen dengan senyum lebarnya.
"Kau ini, aku sudah menuruti semuanya kau masih saja menyuruhku, hanya mengucapkan selamat malam, baiklah, SELAMAT MALAM," Ucap Aileen penuh dengan penekanan di setiap katanya.
David tersenyum senang, baginya tak ada hal yang menyenangkan selain membuat wanita bar-bar ini terlihat kesal padanya.
Sudah pukul dua belas malam David tak kunjung tidur, perasaannya selalu saja gelisah, penyakitnya itu tak juga kunjung sembuh, padahal dia sudah tak memikirkan apapun.
Tiba-tiba tubuhnya ditimpa tangan Aileen yang tadi tidur membelakanginya, membuatnya terkejut, lalu tak lama ia tersenyum. David dengan seringai liciknya memanfaatkan kesempatan yang bisa membuatnya tertidur pulas.
David menghadap tubuh Aileen.......
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay gaess, maapkan daku yang baru muncul yahhh, beberapa hari banyak banget pekerjaan aku jadi gak ada waktu buat nulis, tangan dan pikiran sama-sama capek beuuttttt, maafkan yakkkk
Semoga tetap banyak yang setia baca
I Love You kalian semua🤗🤗
Happy Reading........