Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 38_Bersatu setelah sekian lama



Tin tin tin


Suara mobil Asyad tepat di depan kampus, Iksa yang mendengar klakson mobil di depan kampusnya pun langsung menyadari saat mobil yang tak asing itu berhenti di depan gerbang kampus.


“Sudah siap?” tanya Asyad setelah Iksa masuk ke dalam mobil Asyad.


“Huft...siap,” jawab Iksa sembari menganggukkan kepalanya sekali.


Mobil Asyad pun melaju menuju kediaman rumah Lena Wijaya, karena semuanya sudah berkumpul di rumah Lena.


Sesampainya di depan rumah Lena, Asyad dan Iksa pun keluar dari mobil, Asyad menggandeng tangan Iksa sembari memberi ketenangan pada Iksa agar ia tak terlalu takut akan apa yang terjadi nanti. Mereka pun masuk ke dalam rumah Lena terlihat Maria, Samira,Wiliam,Jeremy sudah berkumpul di ruang tamu.


“Sayang,” sapa Maria pada Iksa sembari memeluknya.


“Mama,” ucap Iksa membalas pelukan Maria.


“Kamu sudah sehat sayang?” tanya Samira.


“Iksa sudah baik-baik saja tante, terima kasih sudah menjenguk Iksa.”


“Bunda, jangan panggil tante karena sekarang kamu anak Bunda,” ucap Samira memperingatkan Iksa.


“Iy-iya Bunda,” sambil meringis menatap Samira.


Asyad yang sedari tadi diam ia hanya menggeleng-gelengkan kepala saja saat Bundanya berbicara memaksa kepada Iksa.


“Iksa.” panggil Lena namun Iksa masih diam di tempat hanya menatapnya tak menyahuti panggilannya.


“Berbicaralah berdua dengan Ibumu nak,” pinta Maria namun tak ada respon dari Iksa sama sekali.


Akhirnya tanpa pamit mereka meninggalkan Lena dan Iksa di ruang tamu tersebut berdua, sedang Jeremy membawa semuanya ke ruang tengah untuk memberi waktu ibu dan anak itu.


“Maaf,” ucap Lena sembari mendekati Iksa


“Maafkan Ibu nak maafkan Ibu, Ibu tau Ibu salah tak seharusnya Ibu membuangmu hanya karena takdir yang menimpa Ibu,” Lena menggenggam kedua tangan Iksa namun tak ada jawaban dari Iksa.


“.....” Iksa masih diam tak bersuara.


“Iksa maafkan atas perlakuan Ibu terhadapmu nak, Ibu tau kau sakit hati dengan Ibu, Ibu tau kau masih marah dengan Ibu, tak seharusnya Ibu memperlakukan anak yang masih belia sepertimu dengan ucapan kasar Ibu, Maafkan Ibu Iksa.” Tangis Lena pun tumpah tak tertahan sedang Iksa masih diam tak menjawab satu kata pun ucapan Lena.


Dengan terpaksa Lena berlutut di depan Iksa agar Iksa melihat begitu ia tulus ingin minta maaf dan memperbaiki semuanya, namun saat akan berlutut kedua tangan Iksa menahan kedua tangan Lena.


“Ibu........” tangis Iksa pun pecah seketika ia pun memeluk Lena begitu erat dengan tangis yang membuat dadanya sesak tanpa ada kata lain selain kata panggilan Ibu. Melihat respon Iksa yang memanggilnya Ibu hati Lena seakan menghangat ia begitu bahagia saat Iksa memanggilnya sebutan Ibu.


“Iksa sayang, Ibu janji mulai sekarang Ibu akan selalu menyanyangi kamu sepenuh hati Ibu, Ibu janji nak,” ucap Lena di dalam pelukan Iksa mencium lembut kening Iksa.


“Iksa selalu merindukan kata-kata ini dari Ibu, sejak kecil Iksa ingin Ibu memeluk Iksa seperti ini, Iksa sayang sama Ibu Iksa sayang sama Ibu maafkan Iksa karena Iksa selalu buat hidup ibu menderita gara-gara Iksa bahkan Ayah dan Vedo harus tiada semua gara-gara Iksa, Iksa minta maaf bu maaf.” Tangis Iksa di dalam pelukan Lena hingga membasahi baju yang Lena pakai.


Lena melepas pelukannya dan memegang kedua tangan Iksa, “Tidak, semua bukan salahmu sayang, semua salah Ibu, Ibu yang salah seandainya saja Ibu tidak membiarkan Ayahmu pergi Ayahmu pasti tak akan meninggalkan kita.”


Iksa dan Lena pun melepaskan semua rasa rindunya melalui pelukan hangat antar ibu dan anak yang telah sekian lama tak pernah mereka rasakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=