Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Aku Mencintaimu



Aileen mengangkat panggilan tersebut, "APA?" Aileen begitu kaget mendengar itu.


"...."


"Baik aku akan segera kesana!" Ucap Aileen begitu panik.


Aileen mematikan panggilannya dan bergegas turun dari ranjangnya, terlihat Rayn menatap Aileen ikut cemas.


"Ai, ada apa?" Tanya Rayn dengan raut wajah penasaran.


"Rayn, tadi asisten Dav menelponku dia sekarang di rumah sakit." Ucap Aileen terburu-buru.


"Aku ikut ya Ai?" Tanya Rayn.


"Ayo, mana kunci mobilnya?" Rayn menyerahkan kunci mobilnya lalu bergegas pergi ke rumah sakit yang sudah dikatakan oleh asisten David melalui panggilan telpon tadi.


*


Setibanya Aileen dirumah sakit ia pun segera menuju ke arah resepsionist di ruangan yang sudah Aldo beritahu.


Aileen langsung menuju ruangan David setelah resepsionist memberi tahu nomor ruangannya.


Ceklek


Aldo dan David menoleh bersamaan saat pintu terbuka dari luar.


"Aileen, kau datang!" Ucap David begitu senang pikirnya Aileen tidak akan datang namun pikirannya salah.


"Iya Dav, kau kenapa bisa sampai begini?" Tanya Aileen dengan raut wajah bersalah.


"Tidak, ini hanya kecelakaan kecil, kau tak perlu cemas!"


"Bagaimana aku tidak cemas, kau seharian menghabiskan waktu denganku lalu tiba-tiba kau kecelakaan."


Aldo dan Rayn yang mengerti kondisi sahabatnya saat ini memilih untuk keluar dengan Aldo menarik tangan Rayn agar keluar dari kamar David.


"Kau pasti kelelahan, sampai kau bisa celaka seperti ini."


David menarik tangan Aileen dan menyuruhnya duduk tepat disampingnya.


"Ai, ini hanya kecelakaan kecil kau jangan cemas ya, hmm sepertinya kau mulai menyukaiku yah sampai kau begitu khawatir padaku."


"Jangan mimpi, aku hanya merasa bersalah saja denganmu, lagian kenapa juga harus celaka setelah kau bersamaku, kenapa tidak dihari lain saja an aku tak akan merasa bersalah begini padamu." Aileen masih tak ingin mengakui perasaannya yang memang terlihat begitu kentara namun ia masih saja menyangkalnya.


"Jadi kau hanya merasa bersalah? Ya sudah lebih baik kau kembali aku sudah tidak apa-apa," Ucap David sedih.


"Emmm bukan begitu Dav." Sergahnya.


"Pergilah, Ai, rasa bersalahmu sudah bisa kau lupakan, aku baik-baik saja." Ucap David memalingkan wajahnya ke sudut pandang berlawanan dari Aileen.


Melihat reaksi David, Aileen nampak bingung ia harus bagaimana mengahadapi sikap David. Aileen mencoba merengkuh tangan David lalu digenggamnya erat.


"Aku akan menemanimu sampai kau sembuh," Seketika ucapan Aileen membuat David menoleh.


"Sungguh?"


"Iya aku janji akan, menjaga dan merawatmu sampai sembuh."


"Kau sudah berjanji Ai, kau tak akan bisa mengingkarinya." Ucap David dengan segala pikiran piciknya yang sudah terlaksana.


"Iya, sekarang istirahatlah!" Pinta Aileen.


"Ai!"


"Iya."


"Aku mencintaimu!" Ucap David lalu tanpa sadar ia memejamkan kedua matanya akibat obat yang sudah satu jam yang lalu ia konsumsi.


Aileen mencari Rayn di sudut kamar inap David namun tak ia temukan padahal ia masih ingat Rayn ikut kesini bersamanya. Tidak tau entah kemana Aileen menghubungi nomor Rayn.


"Rayn kau kemana?"


"Aku diluar bersama asisten pak David," Balas Rayn disebrang telpon.


"Oh baiklah, sepertinya aku akan menginap disini, kau pulang saja, aku tidak tega meninggalkannya, aku juga merasa bersalah akan kejadian ini."


"It's ok, aku akan pulang Ai, kau harus jaga kesehatanmu juga, karena proyek ini masih lama, jadi kau jangan sampai ikutan sakit." Peringat Rayn pada sahabatnya.


"Iya pasti, kau hati-hati Rayn!"


"Iya," Jawab Rayn lalu panggilan tersebut terputus.


Aileen berjalan menuju bangsal David ia duduk dikursi memandangi wajah David yang nampak tenang saat tidur. Hingga tanpa Aileen sadari ia pun tertidur dengan kepala tertunduk di bed David dan jemarinya yang bertautan dengan jemari David.


Malam begitu sunyi terlihat dua pasang insan yang masih tertidur dengan lelapnya, hingga David merasakan jemarinya sangat hangat ia pun membuka mata dan dilihatnya Aileen masih tidur dengan bersimpuh disampingnya.


Tak tega melihat Aileen tertidur dengan posisi duduk ia pun berusaha melepas tautan jemarinya, lalu sedikit mengguncang tubuh Aileen.


"Mmmm," Aileen bergumam tidak jelas.


"Ai bangunlah jangan tidur seperti ini, nanti kau sakit," Samar-samar Aileen mendengar suara David lalu ia mendongakkan kepalanya.


"Kau sudah bangun, Dav?" Tanya Aileen dengan raut wajah masih mengantuk.


"Iya, tidurlah di bed sana, kau juga butuh istirahat dengan nyaman, Ai!"


"Aku takut kalau nanti kau butuh sesuatu aku tidak bisa dengar karena tidurku terlalu pulas." Ucap Aileen.


"Baiklah, apa kau mau tidur seranjang denganku, jadi nanti aku pasti bisa membangunkanmu jika aku butuh," Tawar David dengan seringai senyumnya.


"Kau akan kesempitan Dav, aku akan tidur saja di bed sana!" David yang sudah tidak ingin Aileen menuju bed sebelah ia pun menarik tangan Aileen lalu mendudukannya diranjangnya.


"Tidurlah disini, kumohon!" Pintanya memohon.


"Emmm baiklah, tapi kau jangan mengataiku jika kau tidur merasa tidak nyaman."


"Tidak akan." David menggeser tubuhnya lalu dengan ragu dan gugup Aileen berbaring disamping David dengan posisi membelakanginya.


"Tidurlah, Dav!" Pinta Aileen lalu ia pun berusaha untuk tidur.


Dilihatnya Aileen sudah sangat pulas tidurnya, David tidak tahan jika begini, ingin rasanya merengkuh tubuh mungil yang sedang membelakanginya. Namun David tetaplah pria normal, ia merengkuh tubuh Aileen ditenggelamkannya wajahnya ditengkuk belakang Aileen mengendus harumnya tubuh Aileen yang membuat sesuatu dalam dirinya tidak tenang namun ia tetap harus menahannya.


"Ai, aku mencintaimu," Ucap David namun sama sekali tak didengar oleh Aileen.


David pun tertidur dengan tangannya yang kini berada dipinggang Aileen, ia tak pernah senyaman ini sebelumnya berada didekat Aileen membuat tubuhnya sangat tenang tanpa ada kata insomnia lagi dan lagi.


Yah David memang tipe orang yang sangat susah tidur, setelah mendapat kabar dari seseorang bahwa wanita yang dulu pernah ia cintai harus merenggut nyawanya ketika ia akan kembali kenegaranya, pesawat yang wanita itu naiki jatuh karena sebuah kecelakaan yang menewaskan banyak korban terutama kekasihnya itu.


Itulah sebabnya David tak pernah bisa tidur ia selalu membayangkan bagaimana wajah kekasihnya yang begitu panik saat jatuhnya pesawat tersebut, David teramat mencintainya ia tau saat tangan kekasihnya teriris pisau saat membantunya memasak wajahnya panik dan begitu pucat apalagi saat kekasihnya harus mengalami takdir yang harus menimpa dirinya, sungguh David begitu terluka, ia masih berharap Tuhan memberinya harapan bertemu dengannya namun semua itu tidak akan mungkin karena mereka sudah berada di tempat yang berbeda.


Namun setelah bertemu Aileen perasaannya berbeda ia menatap Aileen bak kekasihnya hanya saja sikapnya sangat berbeda, jika dulu Kayla begitu kalem namun sekarang Aileen begitu ceria, sifat keduanya ini membuat David jatuh cinta pada sosok Aileen dan juga Kayla.


Brak....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Coba tebak suara apa itu?? 😂😂😂


Hai hai maafkan daku ya gaes slow banget updatenya, aku lagi stuck ide di cerita Ai dan Dav.


Jangan lupa kasih votenya dong biar aku semangat nulisnya yah yah yah🤗