Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Aku Akan Membantumu



Setelah David sampai disebuah apartement yang terlihat biasa namun tetap nyaman jika dihuni, David memandang intens sorot matanya di apartement tersebut bahkan Kayla pun lebih memilih tinggal ditempat seperti ini daripada menerima David dalam hidupnya sungguh David tak menyangka jika Kayla yang ia kenal sangatlah mencintainya namun ternyata semua itu hanya ilusi belaka cintanya tak pernah untuk David.


Rio berjalan lebih dulu sembari menunjukkan jalan menuju ruang apartement milik seseorang yang sudah diincar bosnya.


Setelah sampai didepan pintu David dan Rio masih menatap pintu tersebut sembari berpikir apa yang terjadi didalam sana.


Rio tak menunggu lagi bosnya yang masih bergeming didepan pintu, Rio pun memencet bel apartement tersebut, sesaat kemudian keluarlah seseorang yakni seorang laki-laki yang wajahnya begitu mirip di video yang beberapa hari lalu David lihat.


"Permisi, apa ini dengan Tuan Andra?" Tanya Rio, sedang David memandang dingin wajah Andra.


"Iya, benar ada yang bisa saya bantu?" Ucap Andra pada kedua lelaki dihadapannya.


"Saya hanya ingin tau, apa anda disini tinggal sendiri?" Tanya Rio mencoba menginterogasi lawan bicaranya.


"Saya bersama istri saya." Ucap Andra membuat David langsung mengerutkan dahinya begitu terkejut mendengar kabar tersebut.


"Apa istri anda ada didalam Tuan Andra?" Tanya Rio lagi semakin dalam.


"Iya, dia sedang istirahat." Jawab Andra spontan.


"Bolehkah kami bertemu istri anda, Tuan saya ada keperluan penting dengan istri anda?" Ucap Rio sangat sopan.


"Sebentar saya akan membangunkannya, silahkan kalian masuk!" Ucap Andra tanpa curiga sama sekali dengan lelaki dihadapannya.


David dan Rio yang kini menunggu istri Andra benar-benar sudah tidak sabar lagi bahkan David sedari tadi duduk dengan posisi yang berubah ubah.


Tak berlalu lama Andra muncul dihadapan mereka berdua dengan sosok wanita yang begitu cantik dan terlihat raut wajah bangun tidurnya, namun wanita itu langsung melebarkan matanya begitu melihat sosok dihadapannya adalah orang yang pernah menjalin kasih dengannya.


"Kayla!" Ucap David seketika saat melihat Kayla, dia yakin wanita dihadapannya adalah Kayla hanya rambutnya yang berbeda terlihat lebih pendek dari sebelumnya.


"David!" Ucap Kayla yang juga terkejut bagaimana mungkin David bisa menemukan dirinya, padahal ia sudah merencanakan kematiannya namun mengapa David seolah tak percaya dan masih mencarinya.


"Jadi benar kau Kayla, mengapa kau merahasiakan kematianmu?" Tanya David dengan tatapan penuh ingin tau.


"Kay, kau kenal dengannya?" Tanya Andra juga memotong pertanyaan David.


"Andra dialah orang yang dulu dijodohkan denganku." Ucap Kayla jujur.


Andra pun terkejut bagaimana mungkin, kini hati Andra merasa takut, takut bilamana lelaki dihadapannya membawa paksa Kayla untuk pulang, bahkan saat ini Kayla tengah mengandung anaknya.


"Andra, bisa beri aku waktu untuk berbicara dengannya, karena dia sudah mengetahui keberadaanku jadi aku harus menjelaskan semuanya." Ucap Kayla memegang rahang Andra dengan lembut seolah berkata jangan khawatir.


"Baiklah," Andra pun menjauh dari istrinya memberikan waktu untuk mereka berdua saling berbicara satu sama lain.


Setelah kepergian Andra dan juga Rio tentunya, Kayla berjalan ke arah David ia berdiri dihadapan David dengan jarak yang tak terlalu dekat dan tak terlalu jauh.


"Dav, maafkan aku," Ucap Kayla pertama kali.


"Maafkan aku, aku melakukan ini karena aku tidak ingin jika Papa tau aku masih berhubungan dengan Andra, hanya dengan cara ini aku bisa hidup bersama Andra, Dav." Ucap Kayla dengan penuh rasa bersalah.


"Kau tau Kay, setiap hari aku memikirkanmu yang tak kunjung kembali bahkan semua orang sudah mengikhlaskanmu tapi aku bahkan sedikitpun tak pernah lepas dari bayanganmu, jika kau dulu mengatakan ini padaku maka aku tak akan setersiksa itu, Kay," David berucap sambil menahan tangis yang ingin keluar dari airmatanya.


"Maaf, Dav, kau bisa membalasku jika kau ingin menumpahkan rasa sakit hatimu." Ucap Kayla


"Tidak perlu, aku tidak butuh itu." Kayla langsung mendongakkan wajahnya kearah David, kenapa? batinnya.


"Aku hanya ingin kau membantuku, itu saja." Ucapnya lagi.


"Membantumu?" Kayla memandang David penuh kebingungan.


"Pulanglah!" Pinta David.


"Hah!! tidak Dav aku tidak akan pulang, rumahku disini bersama Andra dan calon bayiku." Ucap Kayla sedikit memberontak.


Mendengar kata bayi, David lagi-lagi harus menahan rasa terkejutnya, begitu inginnya Kayla hidup seperti ini.


"Kay, kau bilang aku boleh membalaskan rasa sakit hatiku padamu, sekarang aku mohon pulanglah, bantu aku Kay!" Pintanya kembali dengan sedikit memohon kepada Kayla.


"Kay, aku tidak ingin masa depanku hancur karena kakakmu yang telah nekat mengubah wajahnya menjadi dirimu, dia bahkan berupaya mendekatiku dengan menggunakan wajahmu, jika kau pulang maka pertunanganku dengan kakakmu akan batal karena kebohongannya." David menjelaskan detail masalahnya.


"Apa? Kak Bianca menyamar menjadi diriku?" Ucap Kayla, entah mengapa dirinya tiba-tiba merasakan guncangan begitu hebat hari ini membuatnya begitu terkejut berkali lipat.


"Iya Kay, aku ingin bahagia bersama wanita yang aku cintai Kay, aku tak ingin kakakmu membuat ulah dengan memanfaatkan wajahmu." Ucap David sudah terduduk lesu ia bingung harus berbuat apa karena ia tak ingin nanti cintanya terluka akibat masa lalunya.


"Baiklah Dav, aku akan membantumu, tapi Dav dengan aku pulang sama saja aku bunuh diri, Papa pasti akan menjauhkanku dari Andra dan pasti tak akan membiarkan Andra hidup tenang." Ujarnya ingin David juga menyelamatkan kehidupannya.


"Tenang saja, kau pulanglah, setelah ini aku yakin Tuan Xander tak akan memisahkan kalian, aku akan mengurusnya." Ucap David dengan seringainya yang begitu serius.


"Baiklah, aku akan mencobanya dan terima kasih sudah mau memaafkanku," Ucap Kayla dengan senyum yang sama yang pernah David lihat dahulu.


"Sama-sama, tidak masalah aku hanya ingin dia tidak terluka nantinya," Ujarnya.


"Apa yang kau maksud dia adalah wanitamu?" Tanya Kayla penasaran tak menyangka setelah dua tahun berlalu meski kehidupan David begitu sulit karenanya namun sekarang ia senang akhirnya kekasih perjodohannya bisa move on darinya.


"Iya, namanya Aileen aku baru saja menyatakan cinta padanya namun aku harus menyakitinya karena ulah Bianca yang berpura-pura menjadi dirimu, membuatku tak bisa menolak apapun yang kau inginkan, karena rasa bersalahku yang terdahulu." David mengingat kembali wajah Aileen yang terlihat sangat kecewa karenanya, maka dari itu setelah kejadian tersebut David belum bisa mengatakan apapun pada Aileen, David lebih menghindarinya demi untuk menjaga hatinya namun tak dipungkiri rasa rindunya kini menjadi lebih besar akan hal itu.


"Tega sekali kak Bianca, tenang saja aku akan membantumu untuk memperjuangkan cintamu, anggap saja ini adalah rasa maafku untukmu karena telah mengkhianatimu." Kayla berucap seolah ia sedang mendukung David disebuah permainan.


Kayla dan David saling tersenyum, mereka mencoba mengesampingkan egonya masing-masing demi untuk membantu hidup bahagia mereka.


\=\=\=\=\=\=


Happy Raading 📖📖