Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Tak Akan Terjadi



David berjalan melewati meja kursi yang kosong di sebelah kanan dan kirinya, saat ini tatapannya hanya terfokus pada gadis di meja nomor 9 itu, ia menghentikan langkahnya saat sampai di meja tersebut.


Aileen dan Rayn yang sedang menikmati minumannya dan hidangan dish tersebut menoleh kala dua orang lelaki dan satu perempuan cantik berdiri dihadapannya.


"Selamat pagi Nona, kita bertemu lagi, aku anggap ucapanku kemarin memang do'a untuk bertemu denganmu lagi," David mengucapkan sapaannya kepada Aileen dan Rayn namun sejurus kemudian hanya Aileen lah yang ia tuju saat ini.


"Emm, iya selamat pagi, jadi kaulah orang yang berinvestasi atas proyek ini?" Tanya Aileen gugup karena bagaimanapun ia pernah satu meja dengan lelaki ini sebelumnya dan ia terlihat sangat rakus saat itu karena ia kelaparan akibat mencari kunci mobilnya yang hilang.


"Iya kau benar sekali, aku juga tidak menyangka bahwa kaulah yang akan menangani proyek ini, ini seperti bukan kebetulan semata," Jawab David dengan seringai senyum bahagia namun tak begitu nampak karena sangat tipis sekali senyum itu.


"Iyap kau benar sekali bos, ini memang bukan kebetulan aku yakin tuhan sudah menakdirkan pertemuan kita ini," Aldo menyela percakapan antara bosnya dan wanita cantik bermata coklat itu, ia mengerlingkan sebelah matanya pada Rayn yang sedari tadi diam.


"Baiklah ayo kita mulai saja meetingnya!" Ajak David lalu duduk dengan tenang di tempat duduk yang kali ini terasa nyaman berkat wanita memandang teduh wanita dihadapannya, Aileen.


"Bos, tempatnya penuh!" Seru Aldo saat menyadari sudah tidak ada lagi tempat duduk.


"Kau kan yang pesan tempatnya, kenapa bisa sampai kurang?" Tanya David dengan nada sedikit kesal karena menghentikan pandangannya dari Aileen.


"Kau kemarin tak mengajak sekretarismu bos, dan pagi tadi kau dengan mendadak mengajak Fira kesini." Kesal Aldo juga karena bos nya ini bertingkah semaunya saja padahal kemarin sudah fix pemesanan kursi empat orang.


"Kau carilah duduk ditempat lain, ini hanya sebentar Al, tidak lama jadi kau bisa menunggu!" Pinta David langsung mendapat gelengan kepala dari Aldo.


"No no no bos, aku juga ikut dalam proyek ini, tega sekali kau mengusirku, aku akan berdiri saja kalau begitu." Seru Aldo tetap kukuh dengan pendiriannya.


"Baiklah, tunggulah kalau kau lelah kau bisa menunggu di tempat yang kosong!" David tersenyum sinis ia sengaja mengerjai sahabatnya karena gegara kemarin sibuk menggoda seorang gadis, David terpaksa menunggu didepan pintu hotelnya karena kuncinya terbawa oleh sahabatnya.


Aileen dan Rayn hanya terkikik melihat kekonyolan Aldo, mereka seperti melihat film layar lebar didepannya. Setelah puas dengan aksi perdebatan antara bos dan anak buahnya akhirnya meeting pun dimulai mereka membahas permasalahan proyeak dengan begitu serius.


"Boleh aku usul?" Tanya Aileen ragu di tengah meeting tersebut, namun ia berharap lelaki dihadapannya mau menerima apa yang ia katakan.


"Katakan!" Suruh David dengan cepat.


"Em, aku kemarin survei lokasi di tempat proyek tersebut, namun aku menemukan banyak pedagang kaki lima berjualan disana, apa tidak sebaiknya tempat proyek ini kita pindah?" mendengar jawaban Aileen mereka semua membelalakkan mata, namun hanya David yang menyeringai senyum.


"Apa alasanmu untuk pindah proyek, apa hanya karena pedagang itu, kita bisa menyuruhnya pergi karena kita berhak atas lahan tanah itu." Ucap David dengan tegas.


"Eemm, aku tidak tega jika harus membuat mereka kehilangan ladang pekerjaannya, mereka punya keluarga untuk dihidupi, hanya karena kita bisa mendapatkan keuntungan akan proyek ini akankah kita mengorbankan mereka yang sangat jelas masih membutuhkan tempat itu untuk mereka berjualan." Aileen berucap begitu gentar ia masih tak sampai hati melihat itu terjadi.


"Baiklah, jika itu yang kau mau kita akan pindah, namun kau harus siap dengan segala konsekuensinya, Pak Asyadlah yang sudah menyetujui proyek ini akan di bangun di atas lahan itu, jika kau yang berstatus sebagai karyawan apa kau mau jika pak Asyad memberhentikanmu karena kau lalai dalam melaksanakan tugasmu," Jelas David begitu tegas membuat Aileen mendongakkan kepalanya tegak dihadapan lelaki bermata biru itu.


"Aku siap menerima itu, aku bisa mencari pekerjaan lain, namun tidak dengan mereka siapa yang akan membantu mereka jika kita merebut lahan tempatnya mencari nafkah." Aileen begitu percaya diri dengan ucapannya.


"Ai, kau jangan bodoh, ini semua demi kepercayaan Om Asyad," bisik Rayn ditelinga Aileen.


"Aku tidak peduli, jika semua keinginanku tercapai lalu melihat semua pedagang tersebut kehilangan tempatnya dan harus mencari kembali tempat lain membuat mereka kehilangan pelanggannya, aku tidak sampai hati Rayn, aku akan bicara pada Papa," Aileen membisikkan penjelasannya ditelinga Rayn yang sedikit banyak terdengar oleh David.


"Jadi bagaimana Nona, kau akan tetap memindahkan proyek ini, jika iya mungkin aku akan menarik kembali investasiku dari Wiliam d'hotel karena aku hanya mengincar tempat tersebut untuk proyek kali ini." David semakin membuat Aileen berada di keputusan yang begitu membuatnya dilema.


"Nona proyek ini tidak sedikit biayanya, Pak Asyad dan Bos David sudah memikirkan hal ini dengan sangat matang jadi kau tak perlu sekhawatir ini!" Aldo berucap ditengah perdebatan itu.


"Dan Fira boleh ku minta berkas, pembelian lahan keduanya?" Minta Aldo pada sekretaris David dan dengan sigap memberikan map tersebut kepada Aldo.


"Ini pak." Aldo mengambil map tersebut dan dibukanya dihadapan Aileen.


"Apa ini? ini kan bukan lahan proyek yang akan kita bangun?" tanya Aileen bingung.


"Itu adalah lahan kedua yang sudah dibeli oleh pak Asyad dan bos David jadi tenang saja di lahan kedua tersebut akan dijadikan kios untuk para pedagang itu, bagaimana sunggub mereka semakin beruntungkan nona?" Aldo menunjukkan senyumannya lalu melirik bosnya yang sedari tadi tak lepas memandang wajah gadis di hadapannya.


"Kau dan pak Asyad membelinya?" Tanya Aileen langsung pada David memastikan ucapan Aldo benar adanya.


"Yah, itu semua benar, apa kau masih tak percaya?" Tanya David memastikan juga.


"Baiklah kita lanjutkan saja meetingnya pak David yang terhormat," Aileen tersenyum lega apa yang ia khawatirkan nyatanya tak akan terjadi ia akan fokus dan tenang dalam urusan proyek ini dan akan bersungguh sungguh mencapai target inpiannya.


David terlihat senang memandang gadis itu tak lagi muram dan terlihat pancaran keceriaan diwajah cantik nan imut tersebut.


"Aileen kenapa kau selalu membuatku merasa bahagia saat memandang wajah berserimu?" Tanya David dalam hatinya berseru bahagia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Yeahhhhh Bang David kesengsem ciyeee😂😂


Kasih votenya dong buat Bang David sama neng Aileen uyyy🤗🤗