
Aileen duduk seraya menonton film favoritnya, saat sedang asyik dan hanyut dalam film tersebut pintu hotel ternyata terbuka, terlihat David datang dengan asistennya.
“Kau keluarlah!”
“Baik bos.” Aldo pergi meninggalkan David yang kini sedang menatap Aileen yang masih fokus dengan filmnya.
“Ai,” Panggil David.
“Hemm?” Masih tak ingin berpaling dari film tersebut.
“Aku ingin bicara dengamu.”
“Bicaralah!”
“Baiklah.” David duduk didekat Aileen yang masih saja fokus dengan adegan di film tersebut.
“Mulai sekarang kau bebas.” Aileen yang sedari tadi nampak fokus dengan filmnya begitu terkejut saat David mengatakannya, ia berpaling dari filmnya dan menatap dalam mata David.
“Kau sudah merasa sembuh?” David menganggukkan kepalanya.
Aileen terlihat sedikit kecewa, harusnya ia merasa senang karena bisa bebas dari David, setidaknya dia tidak bersusah payah lagi mengurus dirinya, namun entah mengapa dia merasa tidak ingin jauh dari pria itu.
“Ai?” Panggil David saat melihat Aileen tengah melamun dihadapannya.
“Emm tidak, baiklah, kalau begitu aku akan pergi.” Aileen beranjak dari tempat duduknya melihat itu David merasa terluka bagaimana bisa ia membiarkan Aileen akan pulang sendirian malam-malam begini.
“Ai tunggu! Kau bisa pulang besok pagi, ini sudah malam.”
“Tidak aku akan pulang sekarang saja, lagian Rayn pasti senang aku sudah bisa kembali.”
“Tidak, kalau begitu biar aku yang mengantarmu!” Sergah David.
“Tidak Dav, biar aku pulang sendiri, tanganmu masih belum bisa untuk mengendarai mobil, biarkan aku pulang!”
“Tidak Ai, kalau kau tak mau aku mengantarmu, pulanglah besok!” Pintanya dengan nada sedikit lebih tinggi.
“Baiklah, terserahmu saja.” Ucap Aileen pasrah, tidak biasanya David seperti ini ada apa dengannya, pikir Aileen.
Aileen pun tidur di tempa tidurnya, entah mengapa perasaannya mengatakan ada sesuatu dengan David, tidak biasanya dia seperti ini, wajahnya terlihat muram saat ia datang tadi, karena terlalu lelah memikirkannya Aileen pun tiba-tiba terlelap dengan sendirinya.
Di sofa kamarnya David hanya memandang Aileen yang sedang terlelap tidur, pikirannya entah mengapa sejak bertemu dengan wanita dimasa lalunya membuatnya merasa gejolak hati yang berbeda, perasaannya tak sama seperti dulu, bagi David semua sudah berubah. Namun perasaan bersalahnya membuatnya tak bisa tidak memperdulikannya.
***
Wanita itu berbalik saat suara David terdengar ditelinganya, mereka saling menatap penuh keterkejutan.
“Dav.”
“Kayla, benarkah itu kau?” Tanya David terkejut.
“Dav, kau masih mengingatku?” Dengan riangnya wanita itu memeluk David, karena begitu terkejut David seolah tak bisa menghindarinya.
“Dav, kau tau aku sangat merindukanmu.”
“Kay, bukankah kau sudah...”
“Tidak Dav, aku masih hidup, kanapa kau tak mencariku selama ini, kau jahat sekali.” Ungkap Kayla namun hatinya begitu bahagia melihat David masih sama seperti dulu baginya.
“Kay, bagaimana kau bisa ada disini?” Tanya David ingin tau.
“Dav, aku mencarimu diperusahaanmu, dirumahmu, tapi kau malah pindah ke kota yang begitu panas ini.” Ucap Kayla.
“Bisakah kita duduk Kay, tidak enak dilihat banyak orang!”
“Dav, kenapa kau seperti ini, biasanya juga kau tak pernah punya malu menunjukkan kemesraanmu ditempat umum.” Ucapnya manja.
“Kay, mengertilah!” Pinta David.
“Baiklah,” Pasrah Kayla menuruti permintaaan David.
Mereka duduk bersamaan di tempat itu dengan David yang berhadapan dengan Kayla dan Aldo disebelah David.
“Dimana kamu selama ini?” Ucap David tanpa basa-basi.
“Sabarlah, kita pesan makanan terlebih dahulu, kau mau pesan apa, apa masih sama makanan favoritmu dulu, aku pesankan itu ya?!” Ucap Kayla tanpa direspon oleh David.
Sedang Aldo menatap Kayla penuh curiga, karena dari cara dan gayanya seperti asing bagi Aldo, apa David menyadari itu? Pikir Aldo.
“Oh ya Aldo, jangan memandangku seperti itu, kau membuatku takut, apa sudah memilih pesananmu?” Ucap Kayla dengan nada manjanya membuat Aldo sadar akan tingkahnya.
“Oh iya, Nona.” Aldo memesan makanannya dan memberikan catatan pada waiternya.
“Kau tau Dav, saat kecelakaan itu aku benar-benar syok, aku melihat begitu banyak darah di tubuhku, sampai aku tak sadarkan diri, begitu saat aku bangun aku sudah berada disebuah kamar rumah sakit, disitu aku menjalani perawatan selama dua tahun ini, aku sengaja tak memberi kabar karena aku tak ingin mereka sedih melihat keadaanku lalu saat aku dinyatakan sembuh barulah aku kembali Dav.” Jelas Kayla dengan perasaan begitu sedih.
“Dimana kau dirawat selama ini?” Tanya David.
“Di Singapura, entahlah aku juga kurang paham dengan rumah sakitnya, yang ku tau aku berada di Negara tersebut tepatnya di ibukotanya.”
David hanya melihat instens diri Kayla, mencoba memahami apakah benar yang diucapkannya, karena ia merasa janggal dengan semua ini, namun bagaimanapun juga wanita didepannya kini adalah orang yang sama dengan wanita yang amat dicintainya dua tahun lalu.
“Aku tidak tau harus percaya atau tidak, tapi aku juga tidak menyangka kamu mendadak disini menemukanku.” Ucap David.
“Dav, bagaimana aku tidak bisa mendapat kabarmu, relasimu banyak dan dimana-mana, aku bahkan dengan mudah mengetahui dimana kau tinggal sekarang.”
“Kau tau tempat singgahku?” Ucap David semakin terkejut.
“Iya kau sekarang singgah di sebuah hotel yang mungkin dari sini jarak tempuhnya tiga sampai empat jam.”
“Baiklah aku percaya,” Ucap David tak ingin memperpanjang ucapannya yang membuat Aldo terkejut.
Selesai mereka menikmati hidangannya, David dan Aldo pun pergi setelah beberapa kali mencari alasan untuk pergi dari hadapan wanita tersebut.
Didalam mobil, David masih gelisah akan kedatangan Kayla kembali dihidupnya mungkin jika ia kembali saat David membutuhkannya dulu maka ia akan begitu bahagia, namun sekarang bahkan melihat Kayla saja seolah David takut ia akan merusak hubungannya dengan Aileen yang baru saja terjalin beberapa jam yang lalu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hay gaesss maaf baru up, kemarin udah mau up tapi entahlah mangatoonnya lagi eror, dari siang ampe malem gak bisa dibuka, Alhamdulillah sekarang udah bisa dibuka jadi aku bisa cuss langsung buat update.
Nanti aku update lagi😉😉
Happy Reading everyone😙😙😙