
Aileen menatap kosong pemandangan yang indah namun baginya tak ada keindahan didepannya hanya ada sebuah penyesalan yang kini tumbuh didalam dirinya, sebuah rasa yang menancap seakan dicabut begitu saja bagai belati tajam yang menusuk masuk lalu terangkat lagi dengan sisinya yang semakin melukai kulit.
Rayn yang tengah mengemudikan mobil yang mereka kendarai melihat Aileen dengan wajah yang begitu sedih, sungguh Rayn ingin sekali menghempaskan orang yang sudah tega menyakiti sahabatnya, Rayn tau David seorang yang mempunyai karisma tinggi namun tak seharusnya ia memberikan harapan kepada setiap wanita.
"Ai, apa kita pulang saja setelah ini, proyek kita hanya menunggu pembangunan saja kita bisa berkunjung sewaktu-waktu." Kata Rayn mencoba mengalihkan lamunan Aileen.
"Mungkin begitu lebih baik Rayn, aku juga merindukan Papa dan Mama." Ucap Aileen dengan nada yang begitu lemah.
"Baiklah, aku akan menghubungi Aldo kalau kita akan kembali ke bandung." Rayn menambah kecepatannya seolah-olah dia juga ikut tersakiti.
"Rayn, hati-hatilah!" Ucap Aileen yang tiba-tiba terkejut dengan mobil yang melaju begitu kencang, dia masih ingin hidup meskipun hatinya terlukai, pikir Aileen.
"Tenang saja Ai, kau tau aku sebenarnya bisa menguasai laju mobil, kau saja yang terlalu meremehkanku." Rayn semakin melaju kencang.
"Rayn awas, ada mobil muatan!" Aileen berteriak kencang sambil memegang ujung setir yang di kuasai Rayn.
Karena Rayn tak terkendali saat melajukannya ia tak segera langsung mengerem mobilnya dan terjadilah kecelakaan yang membuat sekitarnya langsung mengerumuninya.
***
Rayn kini yang sudah tersadar, melihat sekitar yang tampak asing baginya lalu dia melihat Aldo sedang duduk menghadap dirinya.
"Al, aku dimana?" Tanya Rayn pada Aldo yang terlihat wajahnya begitu khawatir.
"Tenang Rayn, kau ada dirumah sakit, tadi kau mengalami kecelakaan, aku tadi menelponmu dan orang itu mengatakan kau ada disini, Apa ada yang sakit Rayn?" Aldo melihat Rayn dengan perasaan begitu khawatir, setelah kejadian tersebut perasaannya menjadi gundah dan benar saja sekarang Rayn berada disini.
"Al, Aileen dimana?" Tanya Rayn melihat sahabatnya tidak ada.
"Aileen sedang diruang ICU dia masih belum sadarkan diri, kecelakaan tadi membuat Aileen harus mendapat perawatan penuh." Jawab Aldo sedih, membuat Rayn yang ada dihadapannya kini meneteskan air matanya.
"Al, bawa aku ke Aileen aku ingin melihatnya, ini semua gara-gara aku Al, akulah yang membuat Aileen seperti itu," Rayn seakan histeris dengan kejadian tadi dia ingat saat itu Aileen sudah mengingatkannya untuk berhati-hati namun karena dirinya yang terlalu egois membuat sahabatnya memiliki luka kembali, luka setelah sakit hati dan kini luka fisiknya.
"Tenanglah Rayn, kau juga masih butuh istirahat, kau baru saja sadar, aku tak akan membiarkanmu mengunjungi Aileen sampai kau sembuh." Aldo mencoba menenangkan Rayn dengan memberikan kenyamanan padanya.
"Al, ini semua gara-gara aku," Rayn meneteskan kembali air matanya.
Aldo memberikan pelukan menenangkan kepada Rayn agar tak melihatnya kembali histeris.
***
Aileen yang masih terdiam dengan alat-alat medis yang menemani tubuhnya untuk mempertahankan hidupnya kini, kecelakaan yang terjadi lima jam yang lalu membuatnya harus terbaring di bangsal yang tak pernah diinginkan setiap manusia.
David melihat keadaan dikaca yang bisa tembus pandang, hatinya begitu sakit melihat orang yang dia cintai harus bertaruh nyawa seperti itu, bukan maksud dia tak memperdulikan Aileen namun dia masih memikirkan keadaan Aileen jika saja Kayla tau kalau David sudah tak pernah menganggap sebagai cintanya seperti dahulu.
David hanya ingin hubungannya dan Aileen bisa tenang tanpa ada seseorang dari masa lalunya yang membuat cinta barunya merasakan perasaan sakit yang sangat. Baginya biarlah mereka sama-sama sakit ini semua hanya sementara.
"Tetaplah bertahan, Ai, aku akan kembali setelah semuanya selesai." Ucap David dalam batinnya, ia sungguh sakit harus meninggalkan Aileen seperti ini jika boleh jujur ia ingin berada disampingnya menemaninya hingga matanya melihat sesosok dirinya yang pertama kali dia lihat.
Aileen meneteskan airmata seolah batinnya tau seseorang sedang mengharapkannya untuk bertahan, ia seperti merasakan sosok yang sangat dekat dengan dirinya, perlahan dia membuka matanya dan terlihat David berdiri dihadapannya yang terhalang oleh dinding kaca tembus pandang, Aileen menatapnya seolah mengatakan jangan pergi, namun sosok itu membalikkan tubuhnya berjalan menjauhi Aileen yang sudah terlihat sadar.
Aileen menangis namun tak berapa lama matanya kembali tertutup, perawat yang melihat itu segera mengecek kondisi pasiennya, dilihatnya keadaannya masih sama belum ada perubahan sama sekali.
***
Kayla menggandeng tangan David mesra seolah tak ingin kehilangannya, mereka pun naik ke kabin pesawat hanya berdua tanpa ditemani Aldo karena Aldo masih dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Dav, aku ingin kita melakukan tunangan, seperti yang dulu pernah kau janjikan." Ucap Kayla, yang kini berada ditempat duduk bersisihan dengan David.
"Jangan terburu-buru Kay, ini terlalu cepat, kau baru saja kembali." David menjawab dengan nadanya yang sungguh dingin.
Kayla yang merasakan itu terlihat kesal, bagaimana mungkin dengan wajahnya yang sudah mirip dengan wanita yang dicintai David namun David masih saja bersikap dingin padanya.
"Aku harap, lebih cepat lebih baik, aku tak ingin kehilangan dirimu lagi." Ucap Kayla dengan suara khas merajuknya.
"Jika Tuhan menghendaki, semua akan terjadi, kau tak usah takut yang berlebihan!" Ucap David, baginya yang sudah merasakan kehilangan dua tahun itu cukup membuatnya tak terlalu berharap lebih akan cinta, namun berbeda dengan Aileen seakan membuat David tak bisa jika harus kehilangannya.
"Aku harap Tuhan menjodohkan kita." Ucap Kayla tersenyum namun tak dijawab oleh David yang kini memejamkan matanya tak ingin lagi mendengar ocehan dari Kayla.
Pesawat yang dinaiki David dan Kayla akhirnya landing di sebuah Bandar Udara Heathrow atau biasa disebut London Heatrow yang terletak dikota Britania Raya merupakan Bandara tersibuk kelima didunia, Bandara tersebut juga memilki penumpang terbanyak di Eropa yang mana Bandara tersebut sudah mengalahkan Bandara yang menjadi pusat tersibuk didunia.
David dan Kayla turun dari kabin pesawat mereka menaiki taxi yang sudah berjajar didekat bandara tersebut.
Setelah sampai disebuah rumah yang begitu mewah yang mungkin tak asing dimata keduanya, mereka memasuki rumah tersebut dan terlihat Sarah Ibu dari David memandang penuh selidik.
Ketika David sudah berada didepannya Sarah segera memeluk anak tersayangnya itu, ia sungguh merindukan anaknya yang sudah lama sekali tak pulang akibat kehilangan seorang kekasih yang membuatnya harus mengobati hatinya.
"Kau pulang sayang, Mami merindukanmu," Sarah menciumi wajah anaknya bertubi-tubi.
"Tante," Ucap Kayla mencoba menyadarkannya bahwa dirinya ada bersamanya.
"Kau, benarkah ini kau?" Ucap Sarah begitu terkejut kekasih David yang ia kira sudah tiada ternyata kembali lagi, Sarah hanya menatapnya tanpa menyapanya kembali.
"Iya Tante saya Kayla, apa Tante masih ingat?" Ucap Kayla seolah menyindir.
"Iya Tante sangat mengingatmu, syukurlah kau selamat," Ucap Sarah namun tak menampilkan raut wajah senang akan Kayla yang sudah kembali.
"Mam, David lelah, aku mau istirahat dulu." Ucap David meninggalkan kedua wanita tersebut.
Sarah dan Kayla tampak berpandangan dingin seolah ada sebuah rasa yang ingin saling mereka lontarkan, pandangan meraka begitu dingin tak ada kehangatan didalamnya, kembalinya Kayla membuat Sarah mengingat kembali bagaimana kelakuannya dimasa lalu.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku udah Up ya, tadinya mau up pagi, tapi lagi mager ini jari, jadinya upnya sekarang๐ค
Selamat menyambut Tahun Baru ya teman-teman semoga apa yang kita inginkan ditahun depan bisa diijabahi oleh Allah SWT, Amin๐
Do'akan aku ditahun kedepannya bisa lebih aktif lagi updatenya biar pada banyak yang vote dan like๐๐
Tuh kan akhir akhirnya ngemis vote dan like lagi๐๐๐๐๐
Happy Reading ๐ค๐ค๐ค