Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 59_Perdebatan



Asyad menatap tajam wanita yang sedang bersama seorang laki-laki yang juga dikenalnya, entah kenapa Asyad jadi memiliki perasaan tidak suka dengan wanita ini yah seorang sahabat yang berubah menjadi seorang musuh bagi Asyad.


"Ada apa Syad?" Tanya Iksa yang heran melihat wajah seperti ingin marah.


"Tidak sayang tidak apa-apa," jawab Asyad mengalihkan perhatiaanya ke wajah cantik Iksa.


Setelah makanan yang dipesan mereka datang akhirnya mereka pun menyantap hidangan yang membuat perut mereka meronta-ronta.


Ditengah mereka menikmati makanannya tiba-tiba seorang wanita cantik menghampiri mereka.


"Hai Asyad, lama ya tak pernah berjumpa!" bukan sebuah pertanyaan, melainkan sebuah ejekan kepada sahabatnya.


"Oh hai Luna, apa kabar? kau semakin cantik sekarang." Balas Iksa dengan polosnya karena menganggap Asyad tak menanggapi pembicaraan Luna.


"Oh iya terima kasih Iksa calon menantu keluarga Wiliam, kau sekarang lebih terlihat tidak selugu dulu ya, ups iya kan udah mau jadi menantu keluarga Wiliam jadi jelas sudah berubah ya," Sindir Luna pada Iksa namun Iksa tak menganggap itu terlalu bermasalah.


"Kau sendiri di sini Lun?" Tanya Iksa mengalihkan pembicaraan Luna sebelumnya.


"Tidak aku di sini bersama seseorang yang jelas bukan orang yang tiba-tiba menghentikan pekerjaan orang lain hanya karena orang yang dicintai sungguh sebuah pembodohan," Luna benar-benar menyindir Asyad.


Brakkkk...


Tersengar suara meja yang di gebrak oleh Asyad cukup keras hingga membuat Iksa dan Luna kaget di buatnya.


"Cukup Luna, aku tidak ingin bermain kasar denganmu!" tunjuk Asyad pada Luna yang membuyarkan acara makan siang dengan kekasihnya itu.


"Oh kau ingin memukulku ayo silahkan, aku akan terima, tapi satu hal yang aku tidak terima kau beraninya memberhentikan pekerjaanku dengan dan tanpa berbicara denganku, kau seenaknya menggunakan kekuasaanmu dan kau seenaknya menjatuhkan semua karir yang sudah bertahun-tahun aku perjuangkan sahabat macam apa kau ini hanya karena aku berbuat demikian dengan Iksa dan kau lihat kekasihmu sekarang segar bugar tanpa kurang satu apapun dari tubuhnya, tapi kau sudah menghancurkan semua mimpi semua harapan pada karirku," Luna semakin memancarkan api kemarahan yang membuat Asyad semakin geram akan perkataannya yang dinilai menyepelekan sebuah kecelakaan.


"Jadi kau lebih peduli dengan karirmu itu, tanpa sedikitpun punya perasaan akan perbuatanmu yang menurut hukum kau sudah melakukan tindakan pembunuhan, apa kau berpikir dengan Iksa tidak selamat dari kecelakaan itu kau juga akan lebih tenang hidupmu, justru sekarang kau harusnya bersyukur aku tidak menghancurkan hidupmu itu hanya hukuman kecil bagimu, aku tidak membuat dirimu membusuk didalam penjara itu harusnya lebih baik dan kau bisa bebas berkeliaran kemana-mana tanpa sel jeruji besi membungkusmu." Asyad lebih bersungut api kemarahannya tak terima dengan hujatan yang dilontarkan mantan sahabatnya itu.


"Asyad kau!" Luna menunjuk wajah Asyad.


"Apa kau ingin menuntutku, karena sudah membuat namamu jatuh dari dunia yang kau impikan silahkan lakukan maka saat itu juga kau yang akan lebih dulu masuk tempat neraka itu," Iksa yang melihat kekasihnya itu menvoba meredam amarahnya, ia tidak ingin adu mulut kedua sahabat itu menjadi tontonan banyak orang.


"Asyad sudah, kita pulang saja ya, kau tidak malu banyak orang yang melihat kita?" Ucap Iksa dengan nada setenang mungkin agar kekasihnya mengakhiri perdebatannya.


Tiba-tiba seseorang menghampiri mereka yang sedang beradu mulut hebat itu.


"Luna!" ucap orang tersebut mengagetkan Luna yang saat ini berdiri sambil menunjuk-nunjuk wajah Asyad.


"Luna kau sudah keterlaluan sekali, kau sudah berjanji tidak akan menemuinya lagi kenapa kau sekarang mengkhianati ucapanmu sendiri hah?" Ucap Gean yang tak lain adalah calon suami dari Luna.


"Ge-Gean," Ucap Luna terbata.


"Apa, sekarang kita pulang! Maafkan dia Asyad aku janji aku akan segera membawanya jauh dari hadapanmu." Ucap Gean dengan lembut pada Asyad dan menarik kasar tangan Luna membawanya pergi dari temapat makan itu.


*


Asyad yang kini berada di dalam mobil tak henti-hentinya menggerutu kesal kepada Iksa karena sikap sahabatnya yang keterlaluan. Iksa yang sedari tadi tak henti-hentinya menenangkan amarah sang kekasih justru merasa kesal juga karena tanpa ia duga Luna berbicara sepertu tidak punya rasa bersalah sedikitpun.


Mereka kembali ke hotel dengan Asyad yang sudah lebih baik dari sebelumnya sesampainya di hotel Asyad langsung berpamitan ke ruang kerjanya sedang Iksa kembali ke dapur tempat ia mencari nilai.


Iksa memutuskan untuk kembali pulang dengan memakai jasa ojek online ia pun menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah Iksa langsung disambut hangat oleh sang Ibu, serasa melepas rindu karena akhir-akhir ini Lena begitu sibuk dengan pekerjaannya sampai tak sempat bertegur sapa kepada anaknya karena waktu yang tak memungkinkan mereka untuk bertemu.


"Mommy," Iksa memelum Lena erat.


"Sayang, maaf ya Mommy akhir-akhir ini sibuk banget sampai tak pernah bertemu denganmu padahal kita serumah," Ucap Lena mengelus punggung Iksa.


"Tidak Mom, Iksa tidak apa-apa Mommy juga kan harus bertanggung jawab dengan pekerjaan Mommy."


"Sayang," Lena melepaskan pelukannya pada sang anak.


"Kau terlihat sangat lelah sekali, apa jadwal kuliahmu semakin padat?" tanya Lena yang melihat wajah Iksa tampak pucat.


"Tidak Mom, hari ini aku magang dihotel, jadi aku sudah mulai belajar bekerja, ternyata sungguh melelahkan!" Ucap Iksa dengan nada begitu lemas.


"Owh anak Mommy udah mulai bekerja, kalau bekerja harus sepenuh hati sayang, kalau kita ikhlas apapun itu pasti akan terasa ringan, kau harus selalu menata hati dan pikiranmu agar mereka bisa mendukungmu menyelesaikan pekerjaanmu." Lena memberi petuah pada sang anak sama seperti dulu saat dia dinasihati kleh mendiang sang suami.


Sebenarnya Iksa senang senang saja bisa bekerja apalagi ia setiap hari akan berjumpa dengan kekasihnya namun kali ini yang membuatnya tidak bersemangat adalah kata-kata Luna dan sikap Asyad pada dirinya, Asyad terlihat dingin pada Iksa dan sampai pulang pun Asyad tak memberinya kabar sama sekali.


"Sekarang mending kamu istirahat dulu, biar badanmu segar kembali!" pinta Lena dan diangguki oleh Iksa.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf ya kalau kurang greget πŸ™


Ikuti alurnya aja ini lagi tahap menuju bersatunya Asyad dan Iksa so tetap ikutin terus ya gaes.


kali ini aku bakal jawab pertanyaan yang udah banyak banget DM aku dengan pertanyaan yg terus terusan di ulang


R "Thor kapan end nya?"


A "Ditunggu saja pasti ada endingnya kok"


R "Thor updatenya kok gak sekalian gitu 10 atau update sekalian ending biar gak penasaran terus"


A "Hmm gimana ya, akunya emang lagi sibuk jadi nulisnya aku sempet-sempetin"


R "Thor kapan mereka nikah"


A "Baca aja terus nanti pasti kok update merka nikah"


Aku kadang sampai heran kenapa juga harus bilang lewat DM, toh akunya lebih seneng kalian bicara lewat komentar dan satu hal itu berarti kalian juga udah dukung karya aku jadi plisss jangan DM lagi jika pertanyaan kalian sudah aku jawab.


Udah ya ini aku mau kerja jadi selamat menikmati hari rabu😁😁


Semoga sehat selalu kalian semuaπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜˜