Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Kau Selalu Saja



Pagi itu Aileen sudah berada dilobby hotel menunggu seseorang yang sudah ia janjikan akan memenuhi janjinya, Aileen tampak begitu cantik dengan dress pastel yang membalut tubuh indahnya dan membuat siapapun yang melihat akan terpesona akan kecantikan natural yang dimilikinya.


David yang sudah berada didalam mobil kini melajukan mobilnya ke lobby yang sudah berdiri wanita cantik yang membuat pemandangannya seketika berbinar terang, berhenti didepan Aileen, David keluar dengan kemeja putih dengan lengan digulung sampai siku yang terlihat sangat pas ditubuh kekar dan maskulin lelaki itu.


"Hi, how long has it been?" tanya David menghampiri Aileen.


"No, just now." Jawab Aileen sedikit gugup melihat David dengan gaya khasnya membuat Aileen tak henti-hentinya merapalkan do'a agar jantungnya tak berdebar secepat ini.


"Baiklah, kita berangkat sekarang!" Ajak David lalu membukakan pintu mobil sebelah kiri untuk wanita dihadapannya.


"Terima kasih," Ucap Aileen membuat tubuhnya berdesir ketika senyum itu ditampakkan untuk dirinya.


Menutup pintu setelah Aileen masuk dengan sempurna, David berjalan memutari depan mobil lalu membuka pintu untuk mengendalikan mobilnya.


"Kita akan kemana Dav?" tanya Aileen masih dengan wajah yang terlihat penasaran.


"Apa kau keberatan kalau aku membawamu ke suatu tempat?" Jawab David santai.


"Tidak, hanya saja aku penasaran kau akan membawaku kemana." Ungkap Aileen.


"Kau lihat saja nanti!"


Tanpa aba-aba David pun melajukan mobilnya menuju sebuah tempat dimana ia sudah merencanakannya.


***


Aileen menatap takjub pemandangan yang sangat indah dimana David mengajaknya ditempat yang menurut Aileen sederhana namun keindahannya begitu membuat mata berbinar.


Sebuah tempat makan yang menyajikan keindahan alami dengan taman yang mengelilingi tempat tersebut




Dengan langkah gontai Aileen mempercepat lajunya menuju taman bunga yang membuatnya ingin sekali memetik bunga tersebut, Aileen berjalan cepat ditengah taman tersebut berputar layaknya tempat itu mainan yang sangat ia kagumi.


Melihat kelakuan gadis dihadapan David tersenyum lebar meskipun pertemuannya dengan Aileen terbilang cukup singkat namun mampu membuat hati David terbang dengan sikap Aileen yang membuatnya ingin sekali selalu berada didekatnya.


Sengaja David mengajaknya ke tempat tersebut baginya tempat ini memang sering ia kunjungi saat berlibur dibali bersama kedua orang tuanya dan kakak perempuannya yang sekarang berada di California tempat lahir dan dibesarkannya dulu.


David semakin mengembangkan senyumnya kala Aileen menariknya untuk memotret tubuhnya di tengah taman tersebut, David menuruti kemauan gadis di hadapannya tersebut, ia mengeluarkan ponselnya lalu memfokuskan kamera ponsel apel digigit itu didepannya dan mengambil potret gambar Aileen yang terlihat lucu dengan bunga yang berada di telinganya.


"Dav ini indah sekali." Ucap Aileen dengan mata masih berbinar memandang lekat bunga disekitarnya.


"Kau menyukainya?" tanya David.


"Sangat, aku belum pernah datang ditempat seperti ini, selama dibandung aku hanya disibukkan akan pekerjaan dan setelah itu hanya bermain dan hang out bersama Rayn dan juga yang lain."


"Oh iya, kau ini orang asli Indonesia kenapa kau tak pernah tau tempat ini?"


Aileen menciut dengan pertanyaan atau pernyataan namun lebih tepat ke pertanyaan sungguh pertanyaan itu seperti mengejeknya, sungguh membuatnya malu sebagai orang Indonesia.


"A-a-aku pernah kok, tapi aku gak tau tempat ini saja," Ucapnya membuat David tau kalau wanita dihadapannya menutupi kebohongannya.


"Oh iya, jadi kau sering kesini?" Tanyanya dengan senyum menyeringai.


"Ah, iya dong, aku sering mengunjungi tempat disini." Ucapnya dengan seringai kebohongan.


David tiba-tiba mendekati Aileen menyisakan jarak kurang lebih 10 cm diantara mereka.


"Lalu kenapa kau sebahagia itu melihat taman ini?" David semakin mendekati Aileen.


"Oh ya, bukan karena kamu tak pernah melihat pemandangan indah seperti ini." David semakin memajukan tubuhnya membuat Aileen melangkah mundur namun ia tak menyadari bahwa dibelakangnya sudah lubang tanah yang berisikan akar bunga tersebut.


Grep


Tangan David langsung menyangga tubuh Aileen yang hampir masuk kedalam kubangan taman bunga tersebut menutup jarak diantara mereka hingga tangan Aileen tanpa sadar memegang kedua kedua bahu David guna mencari pegangan.


"Kau tak apa?" Ucap David dengan sedikit khawatir.


"Emm, aku baik-baik saja Dav, emm, terima kasih sudah menolongku." Aileen sungguh tak sanggup menatap wajah David yang begitu membuat mata Aileen mengerjap tanpa henti karena kegugupannya.


"Kau malu?" Tanya David yang semakin membuat pipi Aileen merona merah.


"Jangan tanya, kau pasti tau!" Ucap Aileen menundukkan pandangannya.


"Baiklah, kita makan ya ini sudah siang, kau pasti lapar!" Ajak David melepas tangannya dari dekapan Aileen.


Aileen mengangguk mengiyakan ajakan David lalu mereka berjalan beriringan tanpa bergandengan, Aileen memegang bunga ditangannya mengikuti kemana David akan membawanya.


***


Kini mereka berada di tempat makan berdekatan dengan taman tersebut. David sedang membaca menu yang tersaji ditempat tersebut.


"Saya Greentea latte satu dan Ayam lada hitam satu," Ucap David.


"Baik pak, ada lagi?" tanya sang waitress.


"Sebentar, kau mau pesan apa Ai?" tanya David kepada Aileen yang masih melihat menu tersebut, menunya sangat Indonesia kebanyakan.


"Avocado Juice dan Ayam mentega." Jawab Aileen yakin lalu menutup buku menu tersebut.


"Baiklah, tunggu sebentar pesanan anda akan segera sampai." Ucap waitress tersebut sembari berlalu dari hadapan David dan Aileen.


Mereka menunggu pesanan seraya membicarakan tentang proyek yang sedang dikerjakannya.


"Apa kau sudah mempunyai target?" Tanya Aileen.


"Sudah, aku sudah menarik para investor asing yang akan bergabung dalam proyek ini." Jawab David membuat mata Aileen terbelalak tidak percaya.


"Secepat itu Dav?" Tanya Aileen.


"Iya," Jawab David mengangguk yakin.


"Wah tidak sia-sia pak Asyad mempercayakan ini padaku," ucap Aileen menutupi identitasnya dihadapan David.


"Kau akan mendapat bonus lebih dari penggarapan proyek ini, dan sekali lagi kau mempunyai hutang padaku!" Ucap David membuat Aileen mendongakkan wajahnya.


"Kau selalu saja." Ucap Aileen memberenggut kesal.


Melihat itu David semakin menyukai kekesalan yang ditunjukkan padanya.


"Kau akan berhutang sampai kau menjadi milikku." Ucapnya dalam hati dengan senyum menebar diraut mukanya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai hai kalau yang pernah ke gemitir cung dong ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Jangan lupa yakk poinnya di sumbangkan๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜