Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Perdebatan



Tujuh bulan sudah semua yang dilakukan David masih saja tak membuat Asyad memaafkan dirinya, ia sampai harus bertemu diam diam dengan Aileen saat Aileen sedang ada proyek diluar, mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling melepaskan rindunya.


Namun akhirnya pertemuan diam-diam tersebut diketahui oleh Asyad dan dengan begitu murkanya Asyad saat itu, dan hingga kini tiga bulan sudah ia tak pernah bertemu dengan Aileen karena ayahnya membatasi kegiatan sang putri.


“Papa!” Terak Aileen karena sudah tidak tahan dengan keras kepala Papanya.


“Papa keterlaluan sekali, Aileen ini anak Papa mengapa Papa melakukan Aileen begini, Aileen juga ingin bahagia,” Ucap Aileen berurai air mata dihadapan Asyad.


“Aileen Papa melakukan ini karena Papa sangat menyanyangimu, sayang,” Tangan Asyad ditepis oleh Aileen begitu saja saat Asyad akan menyentuh uraian rambutnya.


“Papa tidak sayang dengan Aileen, Papa hanya sayang diri Papa sendiri yang mementingkan ego Papa, Papa tau selama ini Aileen masih bertindak sopan dengan Papa karena David lah yang sering menasihati Aileen, mungkin jika Aileen tidak bertemu diam-diam sudah dari dulu Aileen tak mendengar semua perkataan Papa!” Aileen dengan nada tingginya, membuat Asyad tersentak kaget dengan sikap putrinya, yang tidak pernah seperti itu kepadanya.


“Sayang sudah.” Ucap Iksa menenangkan putrinya, ia sendiri juga tau selama ini hubungan keduanya yang secara diam diam, ia juga sering mendengarkan curhatan anak semata wayangnya setelah bertemu kekasihnya.


“Ma,” Iksa menangis di pelukan sang Mama.


“Pa, hentikan keras kepalamu, Aileen putri kita dia berhak bahagia.” Ucap Iksa mencoba memberi pengertian kepada suaminya yang sudah kesekian kalinya.


“Diam kamu Ma!” Bentak Asyad kepada istrinya, “Aku tau kau selama ini mendukung putrimu dengan pria tidak tau diri itu, kau bahkan membiarkannya bertemu dengan Aileen bahkan kau yang merencakan pertemuan mereka, kau anggap apa aku, Ma!” Iksa sontak menatap tajam suaminya baru ini dia mendapat bentakan dari suami yang dia tau selama ini sangat mencintainya.


“Oh, kau menyalahkanku karena aku mendukung hubungan putrimu, bahkan kau sendiri tak pernah tau kesedihan putri kita dengan susah payah aku menghiburnya agar terlihat tegar di matamu sekarang kau menyalahkanku akan semua ini.” Ucap Iksa tak kalah tinggi, ia begitu kecewa dengan suaminya yang tiba-tiba menyalahkannya akan kejadian ini, padahal ia juga sabar menunggu waktu yang tepat untuk menunggu sang suami bisa memaafkan seseorang yang sudah seharusnya dia maafkan.


“Ma, kau tak tau apa-apa sebaiknya kau diam saja!” Bentak Asyad masih dengan amarah yang begitu membuncah.


Saat itu juga air mata Iksa jatuh begitu saja, saat kata-kata suaminya begitu menyakiti hatinya, Aileen melihat itu juga semakin menangis ia mengeratkan pelukannya dari Mamanya.


“Baiklah aku memang tidak tau apa-apa aku memang tidak seperti dirimu, semua terserah padamu aku juga tidak akan peduli tapi satu hal jika sampai terjadi sesuatu dengan Aileen aku tak akan pernah memafkan dirimu!” Ucap Iksa dengan tatapan tajamnya kepada suami yang begitu ia cintai.


Iksa melepaskan pelukannya dari Aileen, kali ini ia akan membiarkan Aileen melakukan semuanya sesuka hatinya, Iksa hanya ingin Asyad benar-benar tau akan betapa egoisnya dia selama ini.


“Baiklah, jagalah putrimu, aku disini sudah tidak ada gunanya bahkan hanya untuk mengeluarkan pendapatku.” Iksa mencium kening putri yang sangat ia sayangi, jujur ia tak rela jika harus meninggalkan putrinya namun Iksa yakin jika memang dirinya harus berkorban maka dirinya rela asal putrinya bisa mendapatkan kebahagiaannya kembali.


“Sayang, kau harus ingat Mama selalu mendukungmu, bahkan disaat Papamu menghentikannya Mama selalu ada dibelakangmu sayang, jadi Mama ingin Aileen bisa menjadi perempuan yang bisa tegas dengan hubungan kalian, kalau memang Aileen sudah dewasa pasti kamu bisa melakukannya sayang.” Pesan Iksa lalu memeluk erat tubuh Aileen yang sudah terisak sedari tadi.


“Ma, kau jangan seperti ini, Aileen tidak bisa Ma jika harus menghadapi Papa sendirian, Aileen butuh Mama.” Aileen mengeratkan pelukannya seakan tak ingin melepaskan kepergian Iksa.


“Aileen, masuk kamar!” Suara Asyad yang masih penuh dengan amarah kembali lagi ketika istrinya berniat meninggalkan dirinya.


“Tidak! Aileen mau ikut Mama, Aileen ingin sama Mama, Aileen tidak mau dengan Papa yang egois, Aileen tidak mau terkurung dirumah ini!” Aileen mencoba meraih tangan Iksa namun kedua pengawal Iksa langsung dengan sigap menarik tangannya sesuai perintah Asyad.


“Bawa dia ke kamar!” Sentak Asyad. “Dan kau, aku tidak akan mengijinkanmu pergi barang selangkah pun dari sini!” Pintanya menunjuk Iksa dengan tatapan begitu tajam.


“Apa? Kau sudah bilang aku ini tidak tau apa-apa, pendapatku saja sudah tak kau terima, lalu apa yang harus aku harapkan, kau sudah membuat anak kita menderita.” Iksa menarik napasnya dalam mencoba kuat dihadapan suami yang begitu dia cintai.


Asyad yang melihat isakan istrinya merasakan sakit yang begitu dalam ia menyesal sudah membentak istrinya yang berusaha membuatnya untuk menurunkan egonya, perlahan ia berjalan menghampiri istrinya.


“Maaf, aku hanya ingin Aileen tidak menderita lagi seperti dahulu,” Asyad berdiri tepat berhadapan dengan Iksa yang menunduk menyembuhkan air matanya yang tak bisa berhenti menetes.


“Aku kecewa padamu Pa!” Pegangan tangan Asyad sekatika ditepis oleh Iksa, sontak saja Asyad langsung terkejut entah mengapa sakit sekali saat istrinya yang tak pernah menolak sentuhannya kini dengan begitu kerasnya tidak mau tersentuh olehnya.


“Aku pergi!” Iksa dengan cepat berlalu dari hadapan Asyad yang masih tidak menyangka dengan keputusan istrinya.


“Iksa!” Teriak Asyad dengan cepat ia mengejar istrinya yang kini masih berjalan menjauhi dirinya.


Iksa tersentak kaget saat tubuhnya tertabrak oleh dada bidang suaminya dari belakang.


“Maafkan aku, kau jangan seperti ini, sayang.” Asyad memeluk erat tubuh istrinya yang kini membelakangi tubuhnya membuat Iksa meremang merasakan basah dibahunya.


“Aku akan merestui hubungan Aileen dengan David asal kau jangan seperti ini!” Asyad masih menangis di bahu Iksa.


Mendengar itu sontak Iksa memutar tubuhnya lalu dengan sigap memeluk suaminya dari depan, ia bahagia akhinya suaminya bisa meredam keegoisannya hanya karena dirinya akan menjauhinya.


“Kau tak berbohong padaku kan, kau tak sedang membujukku untuk tak pergi dari sini kan sayang?” Cecar Iksa dengan pertanyaan untuk meyakinkan ucapan suaminya sembari melepas pelukannya.


“Iya, aku akan memaafkan David asal kau jangan seperti ini, kau jangan pergi dari rumah ini, kau akan kemana sayang disini adalah rumahmu.” Asyad menghujani wajah istrinya dengan ciuman hingga menimbulkan rasa asin dibibirnya karena air mata Iksa yang masih membekas di sekitar area matanya.


“Maafkan aku!” Ucap Asyad lagi.


“Baiklah aku memaafkanmu suamiku, suami tercintaku, jujur saja aku merasa berat mengatakan itu, aku sendiri tidak sanggup jika hidupku sehari tanpamu.” Ucap Iksa memeluk kembali tubuh suaminya.


“Aku akan mengatakannya pada Aileen,” Ucap Iksa begitu senang membayangkan wajah Aileen yang begitu bahagia saat hubungannya sudah mendapat restu.


“Tunggu sayang!” Asyad menghentikan Iksa saat Iksa berniat pergi ke kamar Aileen.


“Kenapa?”


“Aku sendiri yang akan berbicara padanya nanti, sekarang aku ingin kau memberi imbalan padaku!” Ucapnya dengan senyum begitu merekah dihadapan sang istri.


“Sayang, memangnya kau ingin imbalan apa?” Tanya Iksa begitu penasaran.


“Memberiku kekuatan di atas sana.” Asyad menunjuk kamar mereka berdua, membuat Iksa sontak terkejut, namun dengan senang hati Iksa akan melayani suaminya.


“Kau yakin, bahkan ini masih siang sayang?”Ucapnya namun dengan sigap Asyad menggendong tubuhnya ala bridal style menuju tempat yang sudah ia incar.


“Aku tidak peduli, aku butuh kamu sayang,” Mengecup kening Iksa yang kini melingkarkan tangannya di leher Asyad.


Mereka pun bersuka cita dalam menyambutnya, hawa panas yang seakan tak mereka pedulikan karena perasaan bergairah yang tinggi, hingga membuat keduanya melayang tinggi melambung di langit yang indah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Happy Reading😉😉