Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 41_Makan malam



Beberapa hari setelah kepergian Maria ke Surabaya, Iksa menjadi sangat dekat dengan Lena ia bahkan sering bermanja pada Lena karena Iksa memang sosok gadis yang sangat manja jika sudah bersama orang yang di sayanginya meskipun di usia yang sudah 22 tahun ini ia merasa tak malu sama sekali.


“Ibu, emmm nanti Asyad ingin kemari aku ingin mengajaknya makan malam bersama kita, nanti biar Iksa yang masak bu?” ucap Iksa pada Lena saat Lena sedang bercengkerama dengan Jeremy.


“Sayang bisakah kamu memanggil Ibu dengan sebutan Mommy?” tanya Lena tanpa menjawab pertanyaan Iksa.


“Iksa coba ya Bu.”


“Bukan apa-apa sayang Mommy inikan wanita modern jadi Mommy pengen mulai sekarang panggil Mommy dan Ayah kamu Daddy,” sambil menangkup kedua pipi Iksa.


“Iya Bu.”


“Mommy, panggil Mommy!”


“Iya Mommy.” Sambil menampilkan deretan giginya.


“Kamu jangan terlalu capek nanti masaknya, biar nanti di bantu Bi Tari.”


“No Mom, Iksa ingin membuat yang spesial buat Asyad dengan tangan Iksa sendiri, ya Mom ya, pliss.” Sambil menangkup kedua tangannya di depan wajahnya memohon kepada Lena.


“Hmmm anak Mommy yang lagi jatuh cinta, ya sudah terserah kamu saja sayang.”


“Yeahhhh......Terima kasih Mommy, Ya sudah Iksa ke supermarket kalau begitu, bye Mom bye Dad.” Iksa pun menuju depan rumah meninggalkan Lena dan Jeremy.


“Iya sayang hati-hati.” Ucap Lena.


“Dia sangat mirip sekali denganmu kalau sudah keinginannya sungguh tak mau di bantah,” ucap Jeremy sambil menoel hidung istrinya.


*


“Oke, aku tunggu kabar selanjutnya.” Asyad pun mematikan sambungan telfon dari seseorang.


“Permisi pak, hari ini ada jadwal meeting bersama perusahaan JnD group pukul tiga siang nanti.” Ucap Siva sekretaris Asyad ia sekretaris muda yang terpilih sebagai sekretaris direktur karena kemahirannya dalam mengerjakan pekerjaannya, usianya 1 tahun lebih muda dari Asyad.


Sambil mengangkat tangan kirinya melihat jam di tangan, “Oke, nanti pastikan setelah meeting tak ada lagi jadwal untuk saya, karena saya sedang ada urusan nanti malam,” peringatnya kepada sekretaris siva.


*


Pukul tujuh malam Iksa pun menunggu Asyad di depan rumahnya layaknya istri yang menunggu kepulangan suaminya.


“Sayang,” panggil Asyad setelah turun dari mobilnya dan menghampiri Iksa yang tengah duduk menunggunya.


“Asyad,” Iksa berlari menghampiri kekasihnya yang sudah ia nantikan.


“Kenapa menunggu di luar? Kalau aku tak datang bagaimana? Apa kau akan menungguku seperti itu.” Ucapnya sambil memeluk pinggang Iksa.


“Aku yakin kau pasti datang kok,” Yakinnya sambil memeluk Asyad.


“Kenapa seperti ini, kau tak biasanya begini, ada apa, hmm?” Iksa hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak ingin menjawab pertanyaan dari kekasihnya.


“Ya sudah, ayo kita masuk, aku sudah lapar ini,” melepas pelukannya dan menggandeng tangan Iksa masuk ke dalam rumahnya.


Terlihat Lena dan Jeremy sedang menunggunya di ruang makan mereka melihat kedatangan Iksa dan Asyad yang nampak bahagia, dengan senyum merekah di wajah mereka.


“Selamat malam bu Lena, pak Jeremy.” Sapa Asyad dengan keduanya.


“Hei, kamu terlalu formal, panggil Mommy dan Daddy sama seperti Iksa memanggil kedua orang tuamu.” Tutur Lena pada Asyad.


“Sudahlah turutin aja kemauan Mommy, nanti malah kau di usir kalau tak menurutinya,” ucap Iksa sambil tertawa cekikikan.


“Oh Iya Mommy Daddy.” Ucap Asyad.


Jeremy yang sedari tadi melihat Istrinya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya seakan ia wanita modern yang tak ingin di panggil Ibu. “Ayo kalian duduklah kalian tak akan berhenti jika menuruti kemauan Istriku."


Asyad dan Iksa pun tersenyum lalu mengambil kursinya dan duduk bersama keluarganya, sesekali Asyad membahas tentang acara lamaran, ia berniat melamar Iksa seminggu setelah ini. Mereka pun menyetujui permintaan Asyad, sedang Iksa hanya diam saja namun dalam hatinya sangat bahagia mendengar ucapan Asyad.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Entahlah lagi moody jadi cuman dikit🙏🙏