Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Kenapa Tidak Adil Denganku?



David menghempaskan tubuhnya didalam kamar yang sudah lama sekali dia tinggalkan, entah mengapa perasaannya sekarang begitu kacau, mengingat orang yang sekarang dia dicintai harus bertahan meregang nyawa disana, namun David hanya bisa membuat perubahan selama Aileen masih dengan kondisinya sekarang ia akan menyelesaikan semua permasalahannya dengan kekasihnya itu karena bagaimanapun Kayla pernah berada di kehidupannya dengan waktu yang cukup lama.


Suara pintu terketuk, David hanya diam tak ingin menyautinya.


"Dav, kau baru saja pulang, makanlah dulu nak, Mami sudah menyiapkan makanan kesukaanmu." Ucap Sarah mencoba membuat anaknya bisa keluar untuk makan.


"Iya, Mam." Ucap David lalu beranjak dari ranjang yang sudah dia tiduri.


David berjalan membuka pintu terlihat sang ibu tersenyum melihatnya, mereka pun berjalan bersama ke meja makan yang sudah begitu banyak makanan tersaji diatasnya.


Kayla yang sudah menunggu kedatangan David nampak terlihat senang, ia pun segera menghampiri David dan menggandengnya ke kursi disamping tempat yang tadi ia duduki.


"Kay, kau sudah bertemu dengan keluargamu." Tanya David membuat Kayla mendongakkan kepalanya.


"Belum, karena waktu aku datang orang yang ku ingat hanya dirimu, jadi aku belum sama sekali bertemu keluargaku." Ucap Kayla mencoba tak ragu dalam berbicara.


"Baiklah, nanti malam kita kerumahmu, menemui keluargamu," Ucap David disela makannya.


"Memangnya kau tak merindukan keluargamu, bagaimana mungkin seorang anak yang sudah lama menghilang ketika datang hanya ingin menemui kekasihnya, sungguh aneh sekali." Ucap Sarah begitu terlihat aura ketidaksukaannya terhadap Kayla.


"Mam, sudahlah jangan seperti itu, bagaimanapun Kayla baru saja kembali." Ucap David memecah ketegangan diantara Sarah dan Kayla.


Sarah hanya memicingkan matanya, ia kembali melihat Kayla dengan sangat tidak suka, meskipun Kayla seorang anak dari pengusaha besar yang hampir sama kedudukannya dengan David, namun Sarah pernah kecewa dengan tingkah Kayla ini sebelumnya, jadi sampai sekarang perasaan itu masih ada, apalagi dia orang yang membuat David sampai pergi meninggalkan negaranya cukup lama.


***


Malam harinya sesuai perkataan David mereka kini berada dirumah Kayla.


"Kau kenapa?" Tanya David melihat Kayla dengan raut wajah begitu tegang.


"Emm, tidak aku hanya sedikit gugup bertemu keluargaku." Ucap Kayla menahan kegugupannya didepan David.


"Tenanglah, mereka keluargamu mereka pasti senang kau akhirnya kembali." Ucap David menenangkan Kayla.


Rumah pintu Kayla terbuka, terlihat seorang ibu-ibu yang David yakini adalah asisten rumah tangga dirumah Kayla.


Saat seseorang yang disapa akrab dengan panggilan Bibi Anne membuka pintunya ia begitu terkejut melihat kedatangan Kayla, dia terdiam begitu saja di tengah pintu hingga tanpa sadar David melambaikan tangan didepan wajah Bibi Anne.


"Eh maaf Tuan, bibi hanya begitu heran dan kaget, ini Nona Kayla?" Tanya Bibi Anne dengan nada yang begitu masih tampak tidak yakin.


"Iya Bi, ini Kayla." Ucap David dengan mengernyitkan dahi saat melihat Bibi Anne.


"Masuklah, Tuan Xander dan Nyonya Ruth ada didalam." Bibi Anne mempersilahkan keduanya masuk dengan masih memandang wajah Kayla.


"Siapa dia? Dia bukan Nona Kayla, bagaimana mungkin saat Nona Bianca menghilang namun Nona Kayla yang sudah jelas tiada, kini bisa kembali." Batin Bibi Anne dalam hati.


Xander dan Ruth yang sedang makan malam pun langsung terhenti makannya saat melihat kedatangan David dan seorang anak yang sangat mereka rindukan, namun bagaimana mungkin pikir keduanya.


"Selamat malam Tuan dan Nyonya Xander," Sapa David membuat keduanya mengalihkan perhatiannya.


"Ini memang Kayla, Tuan Xander, apa kau tak yakin dengannya?" Tanya David mengernyitkan dahinya heran.


"Oh, kita bicara disana," Ucap Xander menunjukkan tempat duduk yang lebih nyaman untuk mereka berbicara.


"Nak, bisakah Mama berbicara berdua denganmu," Ucap Ruth yang nampak sangat ingin berbicara dengan Kayla berdua karena tak ingin David mendengarnya.


Ruth mengajak Kayla kedalam kamarnya, dengan cepat Ruth mengunci kamarnya lalu menatap tajam wajah Kayla.


"Siapa kau sebenarnya, katakan kau tak bisa membohongi kami dengan wajah yang sama ini?!" Ucap Ruth dengan wajah yang sudah menunjukkan ketegasannya.


"Em, aku Kayla Ma, Mama tak mengenaliku?" Ucap Kayla dengan ragunya.


Ruth semakin yakin dia bukanlah Kayla karena dari caranya berbicara itu bukanlah Kayla sama sekali.


"Bianca." Ucap Ruth membuat Kayla langsung terkejut bagaimana bisa Mamanya menyebut namanya.


"Bianca, katakan mengapa kau mengubah wajahmu seperti ini, kau masih menginginkan David?" Tanya Ruth dengan emosinya.


"Ma, maafin Bian ma, Bian hanya ingin orang yang Bian cintai bisa Bian miliki." Ucap Bian dengan memohon pada Ruth.


"Kau keterlaluan Bian, jika sampai David mengetahui ini, kau akan tau akibatnya, kau sudah memanipulasinya dengan menggunakan wajah Kayla, bahkan Kayla akan sangat kecewa disana saat ia tau, kakaknya berbuat seperti ini." Ruth mengucapkan dengan begitu sedih.


"Ma, kenapa harus Kayla? Mama tidak pernah sekalipun mengerti perasaan Bianca padahal Mama tau Bian cinta sama David lebih dulu dari Kayla tapi kenapa Mama malah menjodohkan Kayla dengan David, kenapa?" Ucap Bianca berteriak histeris hingga mengundang Bibi Anne yang saat itu tengah melintasi kamar majikannya terhenti dan mendengar obrolan mereka.


"Kau tau Bian, Mama menjodohkan mereka karena David mencintai adikmu, kau jangan salah paham dengan itu, kalau saja dulu David memilihmu, Mama pasti akan menjodohkan kalian lebih dulu." Ucap Ruth menenangjan Bianca yang sudah nampak histeris.


"Bohong Mama bohong, dulu Bianca sampai menangis didepan Mama, tapi Mama sama sekali tak mendengarkan Bian, semua yang ingin Bian miliki selalu saja Bian harus mengalah dengan Kayla dan sekarang pun saat Kayla sudah tak ada, kalian semua tetap mendukungnya, kenapa? Kenapa kalian tidak adil denganku." Ucap Bian yang sudah diliputi kemarahannya.


Ruth mendekati Bianca, melihat anaknya histeris seperti ini membuat sisi keibuannya tak tega anaknya seperti sangat terluka karena perjodohan David dan Kayla.


"Baiklah, Mama akan membantumu, semoga David bisa menerimamu meski kelak ia tau kau bukanlah Kayla yang sebenarnya." Ruth memeluk Bianca yang masih menangis.


"Terima kasih Ma, Bianca sayang Mama." Ucap Bianca senang.


Bibi Anne yang mendengar itu, terkejut ternyata Kayla yang ia lihat adalah wujud dari Bianca, lalu dengan segera Bibi Anne meninggalkan ruangan itu dan kembali ke pekerjaannya, dengan pikiran yang masih belum percaya akan itu semua.


\=\=\=\=\=\=


Kalau kalian bosen bisa di skip aja dulu, hehehehe


Aku lagi pengen konflik yang agak berat disini biar sedikit berbeda dengan cerita Iksa dan Asyad, Eh Btw ada yang rindu Mama Iksa dan Papa Asyad gak sih hehehe?๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Yang rindu nanti aku masukin adegan mereka ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž


Do'ain aku semangat terus ya upnya, biar bisa update tiap hari, asal like sama vote terus mengalir๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Happy Reading๐Ÿ“–๐Ÿ“–