
Aileen terbangun saat melihat ponselnya sudah pukul enam pagi, ia pun segera bangun dari tidurnya, namun saat dia akan beranjak dari ranjang Aileen melihat David yang masih tertidur di sofa, ia pun langsung pergi ke kamar mandi.
Aileen mandi dengan sangat cepat karena takut saat ia keluar nanti David sudah bangun dari tidurnya, dengan cepat ia memakai handuknya lalu tanpa sadar baju bersihnya lupa terbawa kekamar mandi, Aileen mencoba untuk keluar melihat David apa sudah terbangun ataukah belum.
Dirasa David masih tertidur Aileen memberanikan diri mengambil bajunya didalam koper segera ia mengganti baju dengan cepat sambil sesekali melihat David yang masih tertidur pulas.
Namun tanpa Aileen sadari David yang sudah terbangun sedari tadi langsung mendekati Aileen saat Aileen selesai berganti.
“Kau sudah selesai?” Tanya David memeluk Aileen dari belakang.
“Dav, sejak kapan kau bangun?” Tanya Aileen terkejut dan begitu gugup.
“Sejak kau membuka kamar mandi ini.” Ucapnya tersenyum menatap Aileen dari samping wajahnya hingga nampak sekali wajahnya merah merona.
“Jadi...Kau...kau melihat semuanya?”
“Tepat sekali, kau sengaja menggodaku Ai?” Ucap David.
“Ti...tidak, aku mana tau kau sudah bangun, kupikir kau masih tidur, aku tadi lupa membawa baju ganti, Dav.”
“Tapi aku lebih suka kau seperti tadi.” Tersenyum merekah.
“Dav, kau mesum sekali!” Ucap Aileen seraya memukul lengan David yang masih saja merengkuh pinggangnya.
“Kau sudah siap?” Aileen mengangguk lugu.
“Aku akan pergi sendiri Dav.”
“Tidak, biar Aldo yang mengantarmu ke hotel, aku sudah menelponnya mungkin dia sudah datang.”
“Baiklah.” Aileen keluar dari kamar tersebut terlihat Aldo yang sudah siap untuk mengantarnya.
Setelah kepergian Aileen, David menelpon seseorang,
“Ada tugas untukmu!”
“Siap pak, kami akan segera ke lokasi anda.”
David menutup telponnya begitu saja, ia pun segera kembali kekamarnya membuka laptopnya mencari tau tentang kecelakaan Kayla dua tahun yang lalu.
***
Aldo menjalankan mobilnya dan segera mengantar Aileen ke tempatnya, suasana dimobil tampak hening karena baik Aileen maupun Aldo masih berkutat dengan pikirannya masing-masing, sampai akhirnya Aileen membuka suara untuk menghentikan keheningan di dalam mobil tersebut.
“Al, apa kau tau sesuatu tentang David?” Tanya Aileen penasaran dengan sikap David kemarin malam.
“Sesuatu, tidak ada, apa yang kau maksud Nona?”
“Entahlah dari semalam dia pergi dan melihatnya kembali tampak ada sesuatu yang berbeda dengannya Al, mungkin kau tau semalam dia kenapa?” Tanya Aileen mencoba mencari tau dari Aldo.
“Saya juga tidak bisa memastikan Nona, kemarin bos David bertemu dengan kekasihnya yang menghilang dua tahun yang lalu, saya tak tau pasti tapi aku merasa janggal akan kedatangan Kayla disini.”
“Jadi Dav bertemu dengan kekasihnya, itu artinya?”
“Kau jangan berpikir negatif Nona, Bos Dav belum ada rencana untuk kembali dengan kekasihnya itu.”
“Belum ada? Berarti masih ada waktu untuk mereka kembali begitukah?”
“Eh, saya juga tidak tau Nona.” Ucap David sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal itu, menyesali perkataannya itu.
Setelah beberapa menit akhirnya sampailah Aileen di hotel tempatnya tinggal, berpamitan dengan Aldo lalu masuk ke dalam kamarnya.
“Aiiii,” Rayn begitu senang mengetahui sahabatnya sudah bisa kembali bersamanya lag, namun tak berselang lama tampak wajahnya terlihat sedih.
“Kau kenapa begitu sedih?” Tanya Aileen yang melihat raut wajah Rayn yang tampak muram sekali.
“Kenapa pak David hanya menyuruhmu yang merawatnya, padahal aku kan juga ingin diperhatikan olehnya sama sepertimu Ai.”
“Rayn, kau meyukai David?” Tanya Aileen terkejut melihat sahabatnya ternyata menyukai David.
“Aku baru tau ternyata Pak David adalah kakak kelasku saat aku masih Junior High, dia cinta pertamaku yang selama ini aku cari, aku juga tidak tau kalau pak David lah orangnya, aku mengetahui saat Aldo memberi email pak David dengan nama Gerard Artair dia orangnya Ai.” Ucap Rayn namun melihat ekspresi Aileen, Rayn tau Aileen ada sedikit ketidakrelaan, membuat Rayn tersenyum ternyata sahabatnya itu sudah jatuh cinta tak sia-sia usahanya kemarin.
“Ai, kau kenapa?” Tanya Rayn.
“Hmm kau yakin Pak David akan membalas cintaku?” Tanya Rayn ingin membuat Aileen semakin cemburu.
“Iya, aku yakin.” Nadanya sudah semakin melemah.
Namun Aileen tiba-tiba menjatuhkan dirinya disofa dekat dengannya berdiri, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah menahan tangis.
“Ai, kau kenapa?” Tanya Rayn, melihat Aileen begitu lemah dan mengapa tak menangis, pikirnya.
“Tidak Rayn, aku tidak apa-apa hanya saja sedikit tidak enak badan.” Ucap Aileen berbohong.
“Bohong!” Ucap Rayn membentak.
Aileen mendengar suara tinggi dari Rayn pun begitu terkejut hingga Aileen menatap Rayn dengan pandangan bertanya.
“Kau tau setiap kau ingin memiliki sesuatu yang aku juga ingin memiliki kau selalu saja mengalah padaku, Ai, dengarkan aku, mungkin dulu saat aku menginginkan barang yang aku suka dan kau dengan rela memberikannya aku bahkan bisa menunjukkan rasa senangku, namun sekarang lihatlah kau bahkan mengalah dengan cintamu sendiri.”
“Apa maksudmu Rayn?” Tanya Aileen mencoba mengerti.
“Aku tau kau mencintai pak David, namun kenapa kau tak ingin mempertahankan cintamu, kenapa kau rela membiarkan orang lain merebut cintamu bahkan jika itu sahabatmu sendiri.”
“Aku hanya tidak ingin melihat sahabatku sedih hanya karena cinta, aku rela asal kau tidak membenciku, aku sangat menyayangimu Rayn.” Aileen memluk Rayn dengan tangis yang sudah tumpah dari pelupuk matanya.
“Bodoh, aku yang tidak rela kau melepas cintamu, aku juga tau pak David terlihat menyukaimu, dia hanya masa laluku dan aku juga tidak ingin sama sekali dengannya, dia bukan tipeku kau tau.” Rayn melepas pelukannya lalu menghapus airmata Aileen yang membasahi pipinya yang tembam itu.
“Jadi kau hanya mengerjaiku?”
“Menurutmu?” Ucap Rayn dengan gayanya yang angkuh.
“Kau ini,” Ucap Aileen tampak malu.
“Tenang saja, aku tidak tertarik dengannya, tapi aku tidak tau dengan asistennya.” Ucapnya sambil bersidekap tangan didadanya.
“Aldo?”
“Memangnya siapa lagi asistennya?” Rayn sedikit kesal dengan pertanyaan yang di lontarkan Aileen.
Aileen tertawa melihat raut kesal Rayn, mereka saling bercanda ria mengungkapkan perasaan masing-masing membuat keduanya merasakan arti sahabat yang sesungguhnya.
Tiba-tiba ponsel Rayn bordering saat Aileen sedang mengambil air minum di dapur, tertera nama Aldo yang memanggilnya.
“Ya, ada apa?”
“Rayn bisa kau bantu aku?”
“Apa, katakan?!”
“Aku tidak bisa mengatakannya di telpon, kau datang kemari, aku kirim lokasinya segera!”
“Baiklah,” Rayn melihat panggilan telpon yang sudah tertutup, ada apa Aldo tiba-tiba mengajaknya bertemu lagi, padahal kemarin baru saja bertemu, pikirnya.
Rayn beranjak dari duduknya, terlihat Aileen yang masih berkutat didapur sedang memasak mie instan.
“Ai, aku pergi sebentar ya!”
“Kau mau kemana Rayn?” tanya Aileen yang masih melihat Rayn dari kejauhan.
“Biasa, calon pacar ingin bertemu.” Ucap Rayn membuat Aileen tersenyum.
“Baiklah, kau hati-hati.” Tak ada jawaban dari Rayn yang memang sudah keluar dari kamarnya.
Aileen menuang mienya kedalam mangkuk dengan diberi telur yang sudah ia goreng setengah matang. Aileen membawa mienya kesofa meletakkannya dimeja lalu melihat film favoritnya yang sudah tertunda dari kemarin.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Happy Reading, please jempolnya ya dan tinggalkan vote seikhlasnya🤗🤗🤗😙😙
Maap authornya ngemis vote abis, sebel aja, yang baca banyak tp yang vote dan like dikit banget.
vote dan like kalian semangat akyuuu gaess😍