
Melihat tangan David yang begitu erat mendekap Aileen membuat Aileen yang tadi memunggungi tubuh David berbalik menatap pujaan hatinya.
“Dav,” Ucap Aileen mengusap lembut rahang David yang selalu Aileen sukai.
“Ai, kapan kita akan menemui Papamu?” Ucap David masih dalam merengkuh tubuh mungil Aileen.
“Kau sudah siap menerima amukan Papa?” Jawab Aileen membalikkan pertanyaan David.
“Kau sudah menerimaku, apapun yang akan Papamu lakukan padaku aku akan siap menerima semuanya, asal tidak dengan menjauhimu.” Ucap David begitu yakin dengan segala konsekuensi yang akan ia terima hal itu membuat Aileen tersenyum bahagia dihadapannya.
“Dav, aku tau itu, apapun yang akan Papa katakana aku mohon kau bisa menakhlukkan hatinya, aku akan membantumu, aku tidak akan membiarkanmu menyerah.” Tangan Aileen melingkar di leher David membuat sesuatu dalam diri David seakan membuncah karena tangan lembut Aileen menyentuh tengkuknya.
David mendekatkan wajahnya hingga nafas mereka saling terasa di kulit wajah mereka masing-masing, Aileen memejamkan matanya pertanda ia siap dengan apa yang akan David berikan.
Ting Tung.....
Bibir mereka sudah saling menyentuh namun suara diluar membuyarkan lamunan keduanya, lalu mereka saling menengok sesaat ke arah pintu tersebut lalu memandang wajah dihadapannya kembali dan tertawa begitu manis, tidak habis pikir padahal mereka sudah melakukan ciuman panjang sedari tadi dan mereka malah akan mengulanginya saat perut Aileen yang sudah ingin diisi.
“Apa kau memesan makan, Dav?” Tanya Aileen disela tawanya.
“Tidak tadi kau kan bilang hanya ingin makan buah, jadi aku tidak memesan apapun.” Jawab David lalu melepas pelukan Aileen dan berjalan menuju pintu keluarnya.
“Taraaa,” Suara Aldo dan juga Rayn mengejutkan David seketika setelah David membuka pintunya.
“Kalian!” Ucap David ia kira seseorang yang penting ternyata asisten dan juga sahabat kekasihnya yang datang.
“Hai, Pak Dav, apa Aileen disini?” Tanya Rayn pada David.
“Iya, dia ada didalam.” Jawab David dengan segera Rayn langsung masuk begitu saja tanpa menunggu David mempersilahkannya untuk masuk.
“Kenapa kau malah kemari?!” Serang David pada assistennya padahal itu adalah rencana Aldo namun Aldo sendiri yang mengganggunya.
“Hei Boss, Rayn sendiri yang memaksaku menemui Nona Aileen sedari tadi dia menanyakan Nona Aileen padaku, aku sudah mencoba membujuknya, dia malah menangis takut Nona Aileen kau apa-apakan.” Ungkap Aldo mencari cela.
“Alasan saja kau, kalian sangat mengganggu momen ini aku bahkan ingin..” Ucap David terhenti ia baru sadar asisstennya itu pasti akan membullinya jika ia melanjutkan perkataannya.
“Wah, Boss, kau mau iya iya dengan Nona Aileen, oh Boss sabarlah dulu tunggu tanggal mainnya.” Ucap Aldo mendapat pelototan tajam mata David.
“Oke oke, aku tak akan membahasnya lagi, boleh aku masuk Boss?” David tak menjawab pertanyaan Aldo ia bebrbalik membelakangi Aldo lalu berjalan begitu saja kedalam ruangannya.
“Aku bicara kenapa dia malah tak mendengarkanku, lalu aku harus masuk apa tidak ini,”Ucap Aldo sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena bingung.
Aileen yang mengupas buah mendongakkan kepalanya saat terdengar suara wanita memanggil namanya.
“Rayn,” Ucap Aileen entah mengapa ia merasa heran dengan sikap Rayn yang tak berubah layaknya anak kecil.
“Ai, kau baik-baik saja kan? Pak David tak bertindak buruk terhadapmu kan, apa yang sudah dia lakukan apa dia sudah mencubitmu,” Ucap Rayn dengan memberikan pertanyaan yang membuat Aileen bingung harus menjawab yang mana terlebih dahulu.
“Rayn, aku tak apa-apa lihatlah!” Ucap Aileen sambil menunjukkan dirinya memang baik-baik saja.
“Syukurlah, aku kira akan terjadi sesuatu denganmu, Ai.” Rayn mengambil buah yang sedang Aileen kupas.
“Hei, kau kupaslah sendiri, aku lapar!” Sentak Aileen kesal pada Rayn.
“Astaga Ai kau pelit sekali, ini hanya satu saja,” Rayn berjalan menghampiri kekasihnya dengan memakan buah yang tadi ia ambil dari Aileen.
“Al, sepertinya Aileen baik-baik saja.” Ucap Rayn tanpa memperdulikan David dihadapannya.
“Heii, memangnya aku melakukan apa pada Aileen, tentu saja dia akan baik-baik saja selagi bersamaku.” Sentak David tak terima dengan ucapan Rayn.
“Apanya Rayn pernah patah hati saat bersama anda kan!” Rayn sengaja menyindir David membuat Aldo tersenyum akan tingkah kekasihnya yang tak ada takutnya dengan David.
“Itu hanya salah paham, kau tak tau apa-apa jadi jangan berbicara yang tidak tidak Nona Rayn!” David menekankan kata-katanya agar Rayn merasa takut dengannya namun yang dia lihat malah dia menjulurkan lidahnya dihadapan David.
“Kau!” David rasanya ingin memukul muka menyebalkan Rayn kalau saja dia bukan wanita sudah habis ia karena emosi David.
Melihat itu Aileen hanya tersenyum lalu duduk disebelah David dan menawarkan buahnya dihadapan David.
“Kau mau, Dav?” Tawar Aileen.
“Tidak Ai makanlah, kau sudah lapar sedari tadi.” Emosi David tiba-tiba menurun saat Aileen ikut bergaya seperti yang dilakukan Rayn, ia tidak mau hanya sahabatnya saja yang bisa bermesraan ia bahkan juga bisa melakukannya.
“Sayang, sepertinya kau lelah kau tak ingin istirahat?” Tanya Aileen pada David yang kini melingkarkan tangannya dibelakang tubuh Aileen.
“Aku akan istirahat setelah benalu diruangan ini keluar.” Ucap David sarkatis membuat kedua insan yang tengah menikmati kemesraannya berpaling kearah David.
“Boss, kau menganggapku benalu?” Tanya Aldo sedang Rayn begitu kesal karena sudah dianggap benalu oleh kekasih sahabatnya.
“Jika kau merasa harusnya kalian sadar.” Ucap David menyeringai ia sebenarnya tak sungguh-sungguh hanya saja ia kesal, ia hanya ingin berduaan bersama dengan Aileen.
Rayn yang sudah cemberut karena Aldo menarik tangannya keluar dari ruangan David, Aldo tau Bossnya itu ingin menghabiskan waktu dengan kekasihnya dengan terpaksa ia harus memaksa kekasihnya yang begitu noisy untuk keluar dari sana.
“Dav, kau keterlaluan sekali mengatakan mereka benalu.”Aileen memeluk pinggang David yang masih terlihat wajah kesalnya akibat ucapan Rayn sahabatnya.
“Mereka mengganggu kita, Ai.” Ucap David megeratkan pelukannya dan mencium kening Aileen.
Mata Aileen semakin berbinar saat diperlakukan David begitu lembut, Aileen mendongakkan kepalanya melihat wajah tegas David yang membuatnya begitu mencintai lelaki yang belakangan ini membuat hatinya begitu merindu.
David merundukkan wajahnya terlihat wajah Aileen begitu dengannya, dikecupnya kedua mata Aileen membuat Aileen dengan otomatis memejamkan matanya, mengecup lagi kening Aileen, lalu mengecup kedua pipi tembam Aileen yang selalu membuatnya gemas dan saat melihat bibir ranum Aileen David mengecup singkat bibir Aileen dan melum4tnya dalam seakan membuatnya selalu ketagihan saat berciuman dengan Aileen.
“Apa kau ingin pulang hari ini Ai?” Tanya David memastikan.
“Apa kalau aku memilih pulang kau akan marah, Dav?” Aileen menjawabnya dengan pertanyaan lagi.
“Aku tidak akan bisa marah denganmu, Ai, namun jika kau pulang kupastikan aku tidak akan bisa tidur karena memikirkan dirimu.” David mengusap lembut pipi Aileen ketika mata mereka saling bersirobok saling mendamba.
“Kalau begitu aku akan tetap disini, aku ingin menemanimu Dav.” Lirih Aileen menyandarkan kepalanya tepat di dada bidang David.
Mereka hanya memeluk merasakan rindu yang seakan tiada hentinya menghantui mereka selama ini, semua kesalah pahaman ini hilang sudah berganti sebuah kata terindah yang terucap dari sebuah kata yang saling mereka ucap.
\=\=\=\=\=\=\=\=
Haiiii haiii maaf atas keterlambatannya, yg amat sangat terlambat😁
berbulan bulan aku tak nampak update, maaf pakek bingit pokoknya....🙏🙏🙏
so...semoga masih setia yahhh bacanya🤗🤗