Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - I'll Get You



Kunci yang sudah berada ditangan Ailen pun mendadak beralih tangan kembali, lelaki berusia 30 tahun namun masih terlihat sangat tampan dan lebih muda dari umurnya tersebut mengambil lagi kunci tersebut saat Aileen begitu senang hingga memutar-mutarkan badannya dan menjatuhkan kunci untuk yang kedua kali.


"Pemilik kunci ini akan jadi milikku kalau kuncinya jatuh kembali, Nona beauty!" Seru lelaki itu sambil menyodorkan kembali kunci mobil milik Aileen.


"Em, Terima kasih banyak sudah mau mengembalikan kunciku." Ucap Aileen lirih menahan malu yang ia sembunyikan.


"It's ok, May I know your name?" tanyanya dengan bahasa inggris yang begitu fasih.


"Yes, I am Aileen, you call me Ai!" Ucap Aileen mengulurkan tangannya pada lelaki tampan dihadapannya.


"I am David, call me Dav!" David menerima uluran tangan Aileen yang begitu lembut saat menyentuh kulit telapak tangannya.


"Are you staying in this hotel, Dav?"


"Yeah, I have a job here."


"Right here?" tanya Aileen sedikit penasaran.


"Yeah, saya berinvestasi di hotel ini. are you an employee?" jawab david lalu ditimpali pertanyaan kembali.


"Yapp," Aileen menganggukkan kepalanya, "You're alright! Boleh aku mengajakmu makan siang, sebagai ganti kamu sudah mau mengembalikan kunciku?" Ajak Aileen.


"Dengan senang hati nona," Aileen langsung mengajak David menuju mobil pribadinya.


***


Aileen yang kini sedang sibuk mengunyah makanannya sesekali berbicara dengan lelaki maskulin dihadapannya, tak sedikitpun bola matanya lepas dari makanannya yah ia begitu lapar gegara insiden hilangnya kunci itu ia harus menjeda jam makannya dan kini seperti orang tidak makan seminggu saja.


"Ai pelan-pelan makannya!" seru David yang kini berhadapan dengan Aileen.


"Kau tidak tau saja, aku sudah lapar sedari tadi, semua ini gara-gara kunci mobil itu, untung saja kau temukan kalau tidak bisa mati kelaparan aku mencari kunci itu." Ucap Aileen heboh.


David hanya tersenyum saja melihat tingkah Aileen yang sama sekali tidak ada jaim jaimnya, so David menyukai itu.


Setelah menyelesaikan masalah perutnya Aileen mengusap minyak yang menempel dimulutnya itu lalu berdiri dan beranjak meninggalkan mejanya.


"Aku pergi dulu ya, kau lanjut saja makannya, aku ada urusan." Ucap Navu seraya membenahi pakaiannya sebelum pergi.


"Thanks for today, Ai," David menyunggingkan senyumnya pada Aileen meskipun acara makan itu tidak seperti yang diharapkan namun David senang bisa bertemu dan makan bersama dengan sosok yang jarang ia jumpai ini.


"You're welcome, Dav." Aileen melangkah maju meninggalkan David namun dengan cepat David menarik pergelangan tangan Aileen membuat Aileen seketika berhenti karena sesuatu yang tiba-tiba menarik tangannya.


"Boleh aku bertemu lagi besok?" Tanya David berharap Aileen mau bertemu lagi dengannya.


"Aku tidak tau, Dav," jawab Aileen lirih, rencananya besok ia harus pergi keluar kota karena Asyad menyuruhnya menjalankan proyek disana.


"Ok, sorry for being so forward with you."


"I am fine David," Aileen pun langsung meninggalkan David yang masih berdiri di meja makannya.


David memandang punggung Aileen dari jauh hingga bentuk tubuhnya semakin menjauh dari pandangannya dan menghilang setelah ia masuk kedalam mobil miliknya yang masih terlihat dari pintu kaca restoran tersebut.


"I'II get you, Aileen!" Serunya dalam hati dengan mengukir senyum dikedua sudut bibirnya.


***


Aileen kini berada disebuah kafe minimalis yang biasa ia gunakan untuk bertemu rekan kerjanya ini, khusus banget deh😁.


"Kau tau kalau bukan aku membutuhkanmu menangani ini proyek aku tidak mau susah-susah menganalisis laporanmu dan harus mengecek laporanmu yang tidak sesuai ini, Rayn." Celoteh Aileen panjang lebar dengan sahabatnya bernama Rayn.


"Ai, kenapa kau cerewat sekali sih, iya iya maaf, kau tau sendiri kan aku sebenarnya tidak ingin mengurus proyek ini, kalau bukan karena kau yang memegang penuh atas proyek ini lebih baik aku bersantai ria didalam kantor." Jawab Rayn tak kalah heboh.


"Okelah kau tau, ini proyek bisa buat Papa sama Mama percaya sama aku kalau aku pantas untuk menjadi pemimpin di hotel tersebut, Rayn, dan ini juga salah satu peluangku supaya aku bisa cepat tinggal dirumah sendiri, Mama begitu posesif padaku."


"Ya maklum lah Ai, kamu kan anak satu satunya dari Om Asyad dan Tante Iksa pastilah mereka tak akan membiarkanmu sampai kenapa-napa." ucap Rayn menasihati.


Aileen yang umurnya sama dengan Rayn yakni 25 tahun mereka seperti bersaudara karena saking dekatnya Rayn dan Aileen ketimbang Rayn dengan kedua saudara laki-lakinya.


Setelah mempelajari proposal baru yang sudah di sodorkan Rayn, Aileen pun langsung menganalisanya hingga ia tidak akan bolak balik lagi menemui Rayn karena pekerjaannya masih banyak.


"Sudah ya Rayn, aku kembali ke kantor ini sudah mau waktunya jam pulang, kau hati-hati dijalan, inget jangan ngebut nanti nanti nabrak kerikil kau, buahahaha," Ucap Aileen dibarengi dengan tawa yang meledak didepan Rayn, pasalnya Rayn tidak begitu paham akan jalur satu arah, ia sering diantar jemput supirnya jadi ia jarang membawa mobil.


"Ai kau, jangan meledek awas kau yah," Rayn memberenggut kesal karena sahabatnya tak henti-hentinya menertawakannya.


"Ok ok sorry, ya udah aku duluan yah, bye." Aileen melangkah pergi menuju hotelnya yang kebetulan ia ditemani hujan gerimis yang turun saat itu.


Aileen mengemudikan mobilnya memutar musik tepat disamping dashboard nya lagu yang dipopulerkan oleh Lady Antebellum berjudul Just A Kiss menemaninya berjalan menuju hotelnya.


*Lyin' here with you so close to me


It's hard to fight these feelings


When it feels so hard to breathe


Caught up in this moment


Caught up in your smile


I've never opened up to anyone


So hard to hold back


When I'm holding you in my arms


We don't need to rush this


Let's just take it slow*


Lagu itu mengalun mengisi suara hening didalam mobil, membuat si empunya ikut dalam bayangan lagu yang pernah populer pada masanya itu.


Just a kiss on your lips in the moonlight


Just a touch of the fire burning so bright


And I don't want to mess this thing up


I don't want to push too far


Just a shot in the dark that you just might


Be the one I've been waiting for my whole life


So baby I'm alright, with just a kiss goodnight


Saat mengemudi tiba-tiba Aileen mengingat perkataan David tadi, bahwa besok ia ingin bertemu.


"Tidak ah, meskipun dia baik dan mau mengembalikan kunciku, tapi aku tidak boleh terlalu percaya dengannya, Papa selalu memberitahuku untuk selalu waspada dengan orang yang tidak kita kenal." Ucapnya bermonolog. "Masa bodohlah dengan David, biarkan saja besok pekerjaanku masih seambrek dan harus segera berangkat siang itu juga, harus segera tuntas biar proyek nanti segera berjalan dan cepat selesai."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Aileen lagi nggak pengen ketemu bang David kece dia lagi belum mood cari jodohπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Nanti aku bikin mereka sama sama nggak nyangka deh, tungguin yahπŸ˜‚πŸ˜™


Maafken telat up, lagi banyak yang dipikir jadi buat nulis berasa gak kuatπŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa kasih vote dan likenya, wajib 'ain loh😁😁