Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
Part 55_Kau Selalu Saja



Setelah terselesaikannya masalah Bara, Kila dan Nela akhirnya mereka semua memutuskan untuk pulang, namun tidak dengan Kila yang sedang di bujuk Bara untuk menginap du Apartemennya, sebenarnya Kila tak mau karena mengingat besok ada kuliah pagi sedangkan jarak apartemen Bara ke kampusnya cukup jauh namun karena Bara meyakinkan Kila besok ia akan mengantarkannya ke kampus.


"Sayang, tidur sini ya," Ajak Bara saat Kila sedang fokus dengan notif diponselnya.


"Emmm," Jawab Kila singkat karena ia memang benar-benar sedang fokus dengan ponselnya.


Bara yang kesal akan Kila yang mengabaikannya seketika ia langsung merebut ponsel Kila.


"Bara!!! kembalikan ada hal penting yang harus kubalas." Teriak Kila mencoba mengambil ponsel yang di renggut oleh Bara.


"Kau ya, aku sedang berbicara denganmu kenapa kau menghiraukaku."


"Aku sudah menjawabnya Bara."


"Tidak, kau malah lebih mementingkan ponselmu daripada ak yang sekarang bersamamu, bisa tidak kalau kita bersama kau jauhkan ponsel ini dari tubuhmu, aku kesal kau mengabaikanku sedari tadi." Kila yang mendengar seketika langsung mendekati kekasihnya.


"Uluh uluh, kenapa cih kok kamu jadi uring-uringan begini? Iya deh iya maafin aku." ucap Kila bergelayut manja di lengan Bara.


"Tapi kembalikan bentar ya hpnya aku mau balas, sebentar aja ini penting Bar." tambahnya lagi mencoba membujuk Bara namun tetap di hiraukan oleh Bara.


"Aku janji deh cuman sekali aja, habis itu kita istirahat bareng, katanya mau bobok bareng," ucap Kila lagi mendayu-dayu.


"Baiklah," Ucap Bara sambil tersenyum lebar.


"Dasar, cowok kalau sudah begini saja baiknya minta ampun," Kila menggerutu sambil mencebikkan bibirnya karena gemas dengan sikap kekasihnya.


Akhirnya setelah membalas semua pesan di ponselnya Kila pun memenuhi janjinya, ia pun tidur bersama Bara di sofa tak berbaring mereka bersandar hanya saling mendekap sambil menyalurkan rasa rindunya yang sudah teramat besar.


*


Asyad yang kini tengah mengantarkan Iksa pulang tiba-tiba ia tersenyum penuh arti, ia segera memberikan pesan kepada seseorang di tengah Iksa sedang tidur dalam mobilnya bagaimana tidak malam yang sungguh larut membuat matanya tak bisa menahan kantuk dan tertidur begitu saja.


Asyad mengajak Iksa menginap di hotelnya ia ingin kembali mengulang saat kala itu Iksa berada di rumahnya memeluknya dalam tidur nyenyaknya. Asyad turun dari mobil lalu membuka pintu mobil dekat Iksa melepaskan seatbeltnya dan menggendong Iksa menuju kamar hotelnya, terlihat satpam yang masih berjaga dipintu masuk hotel tersebut membungkukkan badannya memberi hormat pada Asyad.


Asyad membaringkan Iksa diranjang yang biasa ia gunakan untuk tidur lalu menyelimutinya, tampak Iksa sedang menggumamkan sesuatu yang tak jelas Asad hanya mengabaikannya dan melepas sepatu yang Iksa kenakan. Ia pun melangkah ke kamar mandi meninggalkan Iksa dalam tidurnya lalu membersihkan dirinya.


Iksa yang tiba-tiba membuka matanya dan melihat isi kamar yang terlihat tidak asing ia hanya menghiraukannya lalu segera turun ranjang karena tak kuat menahan keinginan buang air kecil, ia melihat sebuah pintu kamar mandi menerobos masuk kedalamnya tanpa pikir panjang.


"AHHHHH," Teriak Iksa membuat Asyad yang saat itu sedang memakai handuknya ikut terkejut juga.


"Kau, kenapa ada di sini?" tanya Iksa yang masih menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Kau, cepat pakai bajumu! aku mau buang air dulu."


"Ya sudah lakukan saja," Asyad sengaja menggoda kekasihnya yang nampak ketakutan karenanya.


"Kau keluarlah, jangan mengintip!" Ucap Iksa mencoba membuka matanya.


"Aku kan calon suamimu sayang anggap saja ini sebuah pembelajaran."


"Hei! kau jangan macam-macam kita masih calon belum resmi," Iksa mendorong tubuh Asyad hingga keluar dari kamar mandi Asyad yang hanya menurut saja sambil menyunggingkan senyumnya.


Setelah Iksa selesai dengan urusan perkamar mandian ia pun menuju ranjang dan kembali membaringkan tubuhnya ia seakan lupa dengan kehadiran Asyad di dekatnya.


"Heiii apa kau sudah tidak takut lagi tidur denganku?" tanya Asyad heran karena Iksa biasanya akan marah jika tau ia berdua sekamar.


"Percuma, aku marah pun kau tetap saja sesukamu sendiri," ucap Iksa merasa lelah dan mencoba memejamkan matanya.


"Gadis pintar, sini aku ingin memelukmu," Asyad mendekati Iksa dan meraih selimut yang Iksa pakai.


"Kau selalu saja," Ucap Iksa kesal dengan perlakuan Asyad.


"Sudah diamlah ayo tidur lagi!" Asyad pun memeluk Iksa erat dalam tidurnya ia mengelus lembut rambut Iksa menikmati malam yang sedang berpihak padanya.


"Aku sungguh tidak sabar lagi menikah denganmu sayang," ucap Asyad dalam hati.


Mereka pun tidur dengan sangat nyaman Asyad tak henti-hentinya mengusak-usak wajahnya di belakang ceruk leher Iksa yang terkadang membuatnya menggeliat dalam tidurnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Duh udah kayak Pasutri beneran yakkk😁😁😁


Banyak banget yang dm aku kapan nikahnya sih?


Sabar dong, nikmatin alurnya pasti nikah kok aku juga lagi membuat keduanya benar-benar sangat dekat dan mengenal satu sama lain biar gak nikah gitu aja😀😀


Makasih banyak buat kalian yang udah kasih like dan vote nya serta komennya yah meskipun masih kurang dari kata cukup tapi tak apalah setidaknya aku tau kalau cerita aku ini ada yang menanti


Maaf juga yakk kalau akunya slow update, kalau aku ada waktu pasti kok aku usahain update, jadi jgn bosen nunggu yaaa🤗🤗😘😘


Semoga kalian tetap di beri kesehatan dan selalu menjaga kesehatan kalian, salam sayang dari aku❤