
Asyad tampak melihat isi ruangan apartemen yang ditinggali oleh sahabatnya itu ia tampak melihat Bara dalam keadaan kacau entah apa yang sahabatnya pikirkan bagi Asyad ini seperti bukan Bara yang ia kenal.
“Hei, ada apa denganmu, kau lebih kacau dariku saat ditinggal pasangan kita,” ucap Asyad menghidupkan obrolannya namun Bara hanya diam saja.
“It’s okay, dengan kau begini apa kau kira Kila akan datang padamu, mungkin dia akan semakin ilfill denganmu bagaimana tidak kau tampak seperti manusia yang tidak terurus.” Ucap Asyad yang masih berbicara dengan sahabatnya namun masih tak di dengarkan oleh Bara.
“Kau ingin bertemu Kila?” tanya Asyad dan seketika Bara membangkitkan kepalanya yang semula hanya menatap minuman yang di pegangnya.
“Kau jangan bercanda Syad, dia sudah punya kekasih mana mungkin dia akan datang padaku.”
“Oh begitu, kenapa kau tampak mengalah buktikan kalau kau memang lebih pantas buat Kila jangan cuman merenungi nasib begini, kau jangan menyerah Bar!”
“Kau lihat sebentar lagi.” Ucapan Asyad seketika membuat Bara nampak bingung namun dia tak peduli, meskipun dia tipe orang yang tidak mudah mnyerah bukan berarti ia harus merusak hubungan orang lain.
Tak berapa lama suara pintu apartemen Bara berbunyi, Bara meminta Asyad untuk pintu Apartemen namun Asyad menghiraukannya dan berlanjut memainkan ponselnya, akhirnya dengan terpaksa Bara membuka sendiri pintunya, saat pintu terbuka mata Bara kaget bukan main, namun dia hanya diam saja tak menyapa orang yang berada di depan pintu kamarnya tersebut.
“Ada apa?” tanya Bara cuek.
“Bar, boleh kita masuk?” jawab Kila yang saat itu datang bersama Kendra, yang membuat Bara semakin kesal bukan main tega-teganya Kila membawa kekasihnya ke apartemennya apa dia mau pamer padanya.
Kila dan Kendra pun masuk ke dalam Aspartemen Bara dan terlihat Asyad yang berada di dalam sana ia pun duduk di dekat Asyad karena ia merasa Asyad seperti sahabatnya juga jadi dia lebih memilih untuk itu.
“Bar, aku mau jelasin sama kamu,” ucap Kila mencoba menjelaskan.
“Aku sudah tau, tanpa kau jelaskan pun aku sudah melihatnya dengan mataku sendiri jadi kalau kau hanya mau mengenalkan kekasihmu itu sungguh aku tidak tertarik sama sekali mendengar penjelasanmu.” Ujar Bara.
“Bar, Kendra bukan pacar aku, dia hanya sahabatku saja, kau hanya salah paham, kemarin yang kau lihat tidak seperti yang kau bayangkan, aku tidak ada hubungan spesial dengan Kendra kita hanya sahabat.”
“Kau jangan salah paham brother, Kila dan aku tidak ada apa-apa kita kesini hanya untuk menjelaskan keadaaan yang sebenarnya, aku memang memeluk Kila tapi itu aku lakukan agar Kila tak sampai jatuh dan jika sampai dia jatuh dan kepalanya mengenai batu yang berada di dekatnya mungkin kau akan membunuhku karena membiarkannya terjatuh sedang aku berada di sisinya saat itu.” Kendra pun angkat bicara dan mencoba menjelaskan rincian kejadian kepada Bara.
“Jika itu kau lakukan aku akan benar-benar membunuhmu!” Ancam Bara pada Kendra lalu dia bangkit berdiri menghampiri Kila lalu tanpa malu ia memeluk Kila, ia amat bahagia ternyata apa yang dia lihat ternyata hanya kesalah pahaman semata.
“Bara, aku tau apa yang kau rasakan mungkin aku juga sama jika berada diposisimu, namun aku tidak sebodoh kau yang menghiraukan sahabatmu hanya karena seorang wanita.” Ucap Kila sambil menepuk punggung Bara yang kini masih berada dalam pelukannya.
“Aku mencintaimu Kila,” ucap Bara.
“Apa kau sedang menyatakan cinta padaku?” tanya Kila yang ingin menggoda Bara.
“Hei kau jangan merusak acara romantisnya Kil!” ucap Asyad merasa lucu akan jawaban Kila.
Suara pintu apartemen Bara kembali berbunyi dan kini Asyad lah yang membuka pintu tersebut terlihat Iksa dan Nela yang datang merekapun masuk dan betapa terkejutnya ketika semua sudah berada dalam apartemen Bara.
Nela yang melihat Bara tampak memeluk pinggang Kila ia pun menyunggingkan senyumnya sudah ia pastika bahwa Bara dan Kila sudah berbaikan.
“Kil, maafin aku ya sudah marah-marah padamu!” ucap Nela mengahampiri Kila.
“Iya aku juga minta maaf Nel, tunggu sebenarnya ini bukan salah kita yang menjadi akar masalahnya tuh dia,” Kila menunjuk Bara dengan santainya Bara hanya mengedikkan bahunya.
“Kau benar Kil, semua ini gegara Bara, awas kau Bar, kau tau aku hampir darah tinggi karenamu demimu aku sampai bertengkar dengan Kila.” Ucap Nela dengan sinis.
“Hei bagaimana kalau kita hajar aja si Bara biar dia kapok,” Saran Nela.
“NO, aku masih disini takkan ku biarkan dia sakit lagi sudah cukup dia hampir patah hati karena diriku,” Kila mencoba membela Bara, tampak senyum lebar terukir di bibir Bara.
“Oh, kau manis sekali, okay aku anggap kau sekarang kekasihku, I love you honey,” Bara melayangkan kecupan singkat dipipi Kila membuat Kila menahan malu di depan sahabatnya.
“CIEEEEE,” Teriak mereka serempak.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=