Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Aileen



Jam weker yang berdering di atas nakas kamar seseorang yang sedang berbaring menikmati tidurnya namun sama sekali tak digubrisnya, dering jam terus berbunyi namun tetap saja wanita mungil itu masih meringkuk didalam balutan selimut.


"Ai, bangun!!" Teriak Mamanya dibalik pintu kamar tersebut.


Masih tak ada jawaban dari sang anak, Iksa menggebrak pintunya hingga suara gebrakan pintu tersebut menggema di telinga sang anak.


"Duh, Mama nih apaan sih!" gerutu Aileen masih belum beranjak dari tidurnya.


"Ai bangun!!" Teriak sang Mama.


Mendengar teriakan Mamanya Aileen pun bergegas bangun membukakan pintu dengan sangat malas.


"Apa sih Ma? pagi pagi sudah ribut aja, ini kan weekend, Ai mau istirahat," Ucapnya segera berbalik dan ingin melanjutkan tidurnya.


"Apa kau bilang? ini weekend? kau lihat Papamu sudah menunggumu dari tadi ingin


berangkat bersama, kau malah asyik dengan tidurmu. Sekarang Papamu sudah pergi berangkat sejak tadi." Omel Iksa merasa jengkel dengan tingkah sang anak yang seringkali pelupa, bahkan untuk menghitung hari pun.


"Astaga!! Mama kenapa tidak bangunkan aku dari tadi, aku ada meeting penting pagi ini Ma?" Aileen segera menuju kamar mandi secepat kilat berharap tak akan dapat omelan untuk kedua kali dari Papanya.


"Dasar, punya anak satu, sebegitu amat," Gerutu Iksa pada putrinya.


*


Aileen yang sudah beranjak dari kamarnya menuju pintu keluar rumah, langsung di cegat Iksa.


"Ai, sarapan dulu!" Pinta Iksa.


"Haduh Ma, Ai sudah telat banget, Ai takut Papa ngomel lagi sama Ai karena harus telat di acara meeting pagi ini." Ia mencomot roti tawar di meja begitu saja lalu berpamitan dengan Iksa.


"Dasar, ujung-ujungnya di ambil juga," Ucap Iksa mengikuti anaknya lari terbirit-birit.


"Hati-hati Ai, jangan ngebut!" Teriak Iksa di depan rumah setelah Aileen membawa mobil keluar dari garasi.


Sesampainya di hotel Aileen langsung turun dengan terburu-buru tanpa memperhatikan sekitarnya.


Bruakk


Seketika tubuh dua orang tersebut berjatuhan terpental dari arah berlawanan, Aileen mengusap bokongnya yang begitu sakit karena terjatuh begitu keras di lantai.


"Haduh, sial amat hari ini," Sambil mengusap-usap bokongnya dan mencoba berdiri.


"Anda tidak apa-apa?" tanya seorang lelaki yang menjadi mangsa kesialan Aileen pagi ini.


"Maaf pak, saya tidak sengaja, saya terburu-buru, sekali lagi maaf," Aileen menundukkan tubuhnya dihadapan pria itu hingga sebuah senyum terbesit di kedua sudut bibir pria bertubuh maskulin dan pastinya sangat tampan.


"No problem, Are you okay?" Tanya pria tersebut dengan logat bahasa Inggrisnya yang begitu kental.


"Oh sure, Sorry, I have to go." Jawab Aileen menyeimbanginya.


"Oh, Yeah." Jawabnya dengan memandang Aileen yang berlari dan perlahan menghilang dari pandangannya.


Lelaki itu pun berjalan kembali dengan menggenggam sesuatu di tangannya, yah pastilah sesuatu yang ia temukan saat gadis tadi menabraknya, sebuah kunci mobil yang ia sengaja tak berikan karena sudah kehilangan jejak gadis itu.


"I wish I'd met you!" Ucapnya dengan memandang lekat kunci mobil dengan aksesoris kucing Jepang itu.


*


"Maaf terlambat," Semuanya menoleh dan tertuju pada Aileen.


"Duduk!" Ucap Asyad dengan mode geramnya melihat sang anak yang selalu saja datang terlambat, padahal berkali-kali Iksa memarahinya karena sikap sang anak tak kunjung dewasa.


"Ba-baik pak," Ucap Aileen menunduk dan berjalan menuju kursinya yang sudah siap.


Tanpa menunggu lagi Asyad segera memulai rapat bulanannya, semua stafnya memperhatikan dengan detail setiap apa yang sudah diterangkan Asyad, karena Asyad tak akan mengulang ucapannya jika salah satu stafnya belum mengerti jadi mereka semua sudah paham akan cara bekerja seorang pemimpin hotel tersebut.


Aileen yang mungkin dirasa baru oleh Asyad tidak dipungkiri etos kerjanya sangat tinggi ia bisa cepat menangkap apa yang di bicarakan seseorang tanpa harus bertanya kembali, di dalam meeting tersebut Aileen kadang sering sekali memberikan ide-ide cemerlangnya, membuat Asyad begitu kagum dengan Aileen meskipun kadang ada salah satu sifatnya yang sungguh membuatnya begitu kesal pada sang anak.


Meeting pagipun telah usai semua staf kembali ke tempat mereka bekerja, Aileen pun pergi ke tempat singgasananya yang menjabat sebagai manager marketing di hotelnya.


Melihat sikap Aileen yang supel dan selalu ramah kepada siapapun jabatan itu Asyad rasa cocok dengan kepibadian sang anak yang memang tidak terlalu suka hanya bekerja di dalam ruangan.


Setelah duduk di kursi kebesarannya ia pun segera merogoh tasnya dan mengambil benda tipis persegi panjang tersebut, ia mencoba menelpon seseorang di sebrang sana.


"Hai, kamu bisa tidak bertemu hari ini, karena kontrak kerjasama yang kamu ajukan itu kurang begitu meminatku, jadi bisa aku bicara lagi denganmu siang ini di kafe biasanya." Ucap Aileen.


"Oh baiklah Ai, aku akan datang nanti," Ucap seseorang di sebrang ponsel Aileen.


"It's Ok no problem, just a small matter," Ucap Aileen dengan nada begitu santai.


Aileen menutup panggilan tersebut ia segera berkutat dengan laptop di hadapannya, begitu serius melihat begitu banyak angka di hadapannya, ia meneliti dan memperbaiki sesuatu yang memang dirasa belum benar.


Lama berada di ruangan ia pun mulai lapar, ia pergi keluar dari ruangannya dan merogoh kunci mobil didalam tas branded tersebut, sambil berjalan ia masih terus mencari sesuatu mengorek tas tersebut hingga apa yang ia cari sedari tadi tak kunjung ia dapatkan.


"Kemana kunciku? Aku tadi ingat memasukkannya di tas," Ucap Aileen bermonolog.


Ia pun berhenti di lobby dan duduk sambil memeriksa tasnya, ia mengeluarkan seluruh isi didalam tasnya tanpa sadar banyak pasang mata melihatnya begitu aneh, ia bahkan tidak peduli baginya apa yang ia cari segera ia temukan mengingat dua jam lagi harus ada janji dengan rekan kerjanya.


"Dimana kuncinya? Kenapa tidak ada didalam tasku, mungkinkah hotel ini ada yang ingin mencuri mobilku?" Pikiran negatif pun terlintas dibenaknya.


Sesaat ia mengingat ingat lagi, masih ada sisi positifnya ia mengira mungkin saja tadi ia lupa mencabut kuncinya dari kontak mobilnya.


Lelaki yang sejak tadi memperhatikan area parkir mobil dihotel tersebut sudah menyunggingkan senyum ketika gadis yang menabraknya tadi terlihat memasuki arena parkir mobil, ia tak langsung mendekatinya ia yakin gadis itu pasti akan gelisah saat kunci mobilnya tidak ada didalam.


Aileen membuka pintu mobilnya yang tidak pernah ia kunci, namun kekecawaan meliputi wajahnya saat kunci mobil tak juga menempel di kontak mobilnya.


"You looking for this, miss?" Ucap pria tersebut sambil melayangkan kunci tersebut ke udara tepat dihadapan Aileen.


"Ahhh dapat!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hallo guys ketemu lagi nih di sebintang rindu, aku udah janjiin bakal update musim kedua.


Ini aku perjalanan cerita cinta Aileen yaaa, alurnya bakal berbeda dari cerita bapak sama emaknya gaess, ini ceritanya lebih kocak😂


Eitss, jangan lupa kasih vote sama likenya yakkk😉😉😉