Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Panda Merah



Setelah mereka melakukan acara yang bisa disebut kencan meskipun kedua insan tersebut belum memiliki hubungan, namun terlihat dari keduanya sinar alami cintanya begitu terlihat meski masih sedikit meremang.


David dan Aileen menuju jalan kembali ke hotel, hening didalam mobil tak ada suara hanya deruh suara mobil yang terdengar namun tidak dengan pribadi masing masing, baik Aileen maupun David mendengar gemuruh jantungnya yang begitu kencang seakan ingin terlepas dari tempatnya karena sesuatu yang membuat mereka terlihat sangat canggung.


*


David berjalan dibelakang Aileen yang memang saat keluar dari rumah makan tersebut Aileen berjalan mendahuluinya karena Aileen tak mau menunggu David yang masih membayar tagihannya.


"Kau sengaja meninggalkan aku?" Tanya David kesal karena ia berharap Aileen masih duduk saat dia membayar tagihannya.


"Kau ini, memang tidak boleh aku pergi dulu, aku kan juga berhak atas diriku." Jawab Aileen dengan nada begitu datar dan menjawab seakan ucapan David bukanlah kepentingannya.


"Kau seperti tak menghargaiku, lihatlah kau sudah makan gratis aku juga sudah memperlihatkanmu tempat yang belun pernah kamu kunjungi, sekarang kamu begitu saja pergi tanpa berpamit dulu padaku." Ucap David sedikit kecewa.


"Okelah maaf-" Ucapan Aileen terpotong karena tiba-tiba highheels yang dia pakai tak bisa menopang tubuhnya dan Aileen pun kehilangan keseimbangannya.


David yang memang berjalan sedari tadi di belakang Aileen pun dengan sigap menangkap tubuh mungil dan sintalnya dalam dekapannya.


Aileen menatap David seksama ia begitu terkejut, melihat wajah David begitu dekat dengan wajahnya seolah Aileen tersihir akan tatapan David yang begitu memukau bahkan Aileen tak mengedipkan matanya karena saking terhanyutnya ia dalam pesona David.


Melihat Aileen begitu fokus akan tatapannya dengan sigap David tak ingin melewatkan moment ini bahkan ia sengaja mendekati wajah cantik yang membuatnya selalu menjadi peran utama diotak cerdasnya itu. David masih terus mendekatkan wajahnya hingga dengan mudah ia menggapai sebuah bibir ranum Aileen yang terlihat menggoda.


David mencium sekilas bibir ranum Aileen hanya menempel, lalu ia mencoba mel*mat bibir menggoda itu David menikmati sendiri ciumannya itu tanpa ada penolakan dari empunya.


Aileen yang merasa tubuhnya berdesir akan perlakuan David, ditengah David menjalankan aksinya Aileen pun berirama mengikuti lum*tan David tak bisa Aileen pungkiri bibir David sungguh membuatnya melayang, mereka seakan terbuai akan dunianya masing-masing.


"Maaf pak bu," Suara seseorang mendekati mereka, seketika Aileen dan David melepas tautannya.


"Ini bukan area anda melakukan itu, mohon untuk tidak melakukan hal yang tidak pantas disini," Teguran salah satu pengunjung rumah makan yang akan masuk ke tempat tersebut, membuat keduanya melepas kenikmatan sesaat itu.


"Maaf pak," Ucap David merasa bersalah karena seperti melecehkan gadis didepannya.


Setelah orang yang memberi teguran itu pergi, Aileen dengan cepat berlari menuju mobil David yang memang sudah dekat dengan tempatnya melakukan hal tersebut yang entahlah Aileen pun tidak tau harus menyebut apa.


"Ai, maaf aku hanya-"


"Tidak apa-apa ayo kita pulang, sepertinya Rayn sudah menungguku di Apartment." Ucapnya menutupi kegugupannya.


"Baiklah," Ucap David membuatnya merasa bersalah dengan gadis tersebut.


David mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang tak cepat tak juga pelan, membuat keheningan didalam mobil begitu menyeruak, hingga keduanya begitu canggung akan peristiwa itu.


***


Sesampainya di Hotel Aileen dengan masih menyimpan kegugupan dalam dirinya keluar dari mobil lelaki yang sudah mencuri ciumannya meski bukan ciuman pertama namun entah mengapa begitu membuat Aileen sampai tak menyadari kelakuannya tadi.


"Terima kasih," Ucap Aileen.


"Tidak usah berterima kasih, harusnya aku yang berterima kasih atas ucapan maaf tadi," yang dimaksud David adalah ciuman yang Aileen balas tadi.


"Lupakan, anggap saja itu tadi hanya tidak sengaja." Aileen mengibaskan tangannya didepan wajahnya dengan muka yang sudah merah merona. "Kau tidak masum juga, kau kan menginap disini?" Tanya Ailen.


"Beraninya mengataiku panda merah, dasar lelaki pemaksa hutang!" Aileen memaki seseorang yang bahkan tak mendengar makiannya.


Aileen masuk kedalam Apartmentnya terlihat Rayn memegang snack dengan bahan pokok kentang membuat Aileen langsung mendaratkan tubuhnya tepat disamping Rayn.


"Kau kenapa Ai?" tanya Rayn melihat wajah sahabatnya seperti tak biasanya.


"Wajahmu terlihat merah sekali apa kau berlebihan menggunakan blush," Rayn masih menambahkan kata-katanya yang membuat Aileen semakin malu saja jika mengingat kejadian tadi.


"Tidak, hanya saja lelaki pemaksa hutang itu membuatku jadi orang tak waras," Jawab Aileen yang masih ambigu bagi Rayn.


"Maksudmu?" Tanyanya tak mengerti.


"Kau tau Rayn si David itu sudah menciumku didepan umum dan kau tau aku begitu bodohnya membalas ciumannya sungguh aku sangat bodoh Rayn." Aileen menggelengkan kepalanya seraya memejamkan mata berharap apa yang tadi terjadi hanya mimpi di siang bolong.


"Wahh, jelas saja kau menikmatinya kalau aku jadi kau aku takkan melepaskannya," Sambung Rayn semakin tidak waras saja pikirannya.


"Bagaimana bisa kau tak ingin melepaskannya, kau mau semua orang melihatmu berciuman seperti itu setiap saat?" Timpal Aileen tak percaya.


"Kau lihat saja tubuh pak David yang aduhai banget Ai, belum juga dia seorang pengusaha kaya raya dan bahkan kau tau dia single man, kalau aku jadi kau aku takkan melepasnya dia akan aku jadikan perangkapku sebagai calon suami masa depanku, tapi sayang dia tak tertarik padaku." Ucapan Rayn yang menggebu-gebu diakhiri dengan desahan pasrahnya.


"Memang kau tau?" Ucap Aileen seperti nampak bodoh saja.


"Dasar bodoh, sudah jelas sekali pak David tidak tertarik sama sekali padaku, dia itu hanya tertarik padamu, bagaimana mungkin orang mencumbumu begitu saja kalau dia tak tertarik dengan lawan jenisnya." Rayn menjelaskan seolah pengalamannya begitu banyak.


"Seperti kau pernah pacaran saja!" Ejek Aileen.


"Hei kau jangan menghinaku ya, meski begitu aku sering membaca dan menonton adegan dewasa jadi jangan berpikir aku tak mengerti akan hal itu." Ucap Rayn menjelaskan.


"Kau hanya melihat tanpa pernah mempraktikkannya Rayn, itu sungguh berbeda rasanya!" Ucap Aileen mengiming imingi sahabatnya itu.


"Hah, tapi aku sudah tau bagaiman rasanya meski hanya melihat saja."


"Hei, kau takkan pernah tau Rayn sungguh berbeda rasanya antara membayangkan dengan kenyataan, mungkin kau harus mencobanya dengan lelaki penggodamu itu kurasa dia seorang f*ckboy jadi pasti dia akan lihai akan hal itu." Aileen mengejek sahabatnya yang sudah memberengut kesal.


"Tidak akan sudi aku, diriku yang masih suci harus berbagi air liur dengannya, ogah banget!" cicit Rayn tidak terima.


"Hahahahah," Aileen tertawa melihat sahabatnya itu hingga dering telpon itu membuyarkan percakapan absurd mereka berdua.


Aileen mengangkat panggilan tersebut, "APA?" Aileen begitu kaget mendengar itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai gaesss aku kembali πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ˜…


Maapkan yakkk udah hiatus beberapa hari karena lagi mupeng aja cari inspirasi dan akhirnya nemu nih deket taneman pohon mangga aku nuangin ide aku.


Maacihhhh banget buat sumbangan votenya, semoga selalu diberikan rezeki yang melimpah aminπŸ™πŸ™


Buat yang belum vote cusss langsung diberikan