
Siang yang terik tak menghalangi Aileen untuk mempercepat pekerjaan yang sudah ditugaskan oleh Asyad dia benar benar ingin berjuang untuk itu.
Setelah semua yang dirasa sudah lengkap, ia pun segera ke luar kota saat itu juga, Rayn sahabat Aileen yang sudah menunggu sedari tadi tampak merengut kesal karena yang ditunggu tak kunjung muncul.
Aileen yang sudah berada di bandara matanya tak henti mencari sahabatnya.
"Iya Rayn ini aku sudah sampai di bandara, kamu dimana sih katanya dekat minimarket berloga merah?" Aileen sampai pusing mencari Rayn padahal sudah disepakati bertemu di tempat yang sudah direncanakan sekarang malah Rayn yang menghilang entah kemana.
"Kau ini lama sekali si Ai, kau tau aku sudah jamuran tau nungguin kamu disitu, ini aku lagi di toilet bentar, habis ini kesitu!" Seru Rayn dari sebrang telpon Aileen.
"Oke cepetan Rayn, nanti kita ketinggalan pesawat baru tau rasa kamu!" Ucap Aileen tak kalah garang.
"Ya bagus dong, aku bisa alasan ke Papi kalau aku cancel perginya karena ketinggalan pesawat." Ya memang otak tidak mau susah kalau ada pembatalan seperti ini bukannya susah malah seneng.
"Enak saja, udah cepet sini!" Dengus Aileen sambil mencebikkan bibir mungilnya itu.
"Iya iya ini aku di toilet belum cebok, kau mau aku keluar tanpa cebok?" Suara Rayn terdengar memberengut kesal.
"Dasar jorok!" Seru Aileen dengan ekspresi jijik yang tertaut diwajahnya.
Aileen mematikan sambungan telponnya ia berdiri menunggu Rayn yah bergantian dengan Rayn.
Wajah seseorang yang sedang berjalan boarding pass menuju awak pesawat melihat seseorang yang sedang berdiri tepat didepan minimarket berlogo merah, wajahnya yang cantik dengan mata coklatnya yang begitu pas saat dilihat sungguh wanita ini sudah mencabik-cabik hatinya dengan sikapnya yang begitu natural di hadapannya.
"Bro, ayo kenapa berhenti?!" David tersentak dengan suara temannya yang juga asisten pribadinya.
David memalingkan wajahnya lalu berjalan meninggalkan pemandangan yang ia rasa begitu sempurna di bola mata birunya.
***
Aileen memasuki kabin pesawat ia sedikit tenang bisa duduk tenang didalam pesawat niatnya ingin tidur meskipun perjalanan hanya berdurasi 1 jam 40 menit lumayan kan dapat jatah istirahat.
"Huft, Bandung Bali lagi bosan aku Ai, kenapa tidak ke luar negri saja sih kan enak bisa ketemu banyak turis dan cowok cakep cakep macam Jamie Dornan gitu," Ucap Rayn heboh.
"Dasar mesum, kamu kebanyakan nonton blue film tuh sampe ngefans banget sama tuh aktor." Seru Aileen pada Rayn.
"Yeee, kamu aja yang gak pernah nonton film, Jamie Dornan tuh ya kalo main duh seksi abis Ai, aku yang lihat jadi pengen dipeluk peluk sama si Jamie macam Dakota Johnson," Rayn berceloteh sembari membayangkan film yang disanjung sanjung tersebut.
"Hahaha, aku mah juga tau tu film, tapi tak selebay kamu Rayn, kau seperti baru pertama kali nonton saja." Ucap Aileen menggelakkan tawanya.
"Wah jadi kita sama dong, Hahah," Rayn tertawa sangar dihadapan Aileen membuat Aileen memalingkan wajahnya dari Rayn yang sungguh berisik ini, ia menghadap luar yang tampak terlihat masih cerah.
Aileen yang sudah terlarut dalam tidurnya karena merasa lelah sekali tubuhnya, belum istirahat pula sedari tadi, melihat Aileen yang begitu pulas tidurnya Rayn hanya tersenyum.
"Kau akan mencapai semuanya Ai, aku yakin kau bisa, Om Asyad pasti bangga denganmu," ucap Rayn dalam hati.
***
Seaampainya di tempat yang Aileen dan Rayn tuju mereka pun mencari tempat yang akan dijadikan proyek untuk membangun hotel di kota Bali ini.
"Nanti kita bakal ketemu sama investor dari proyek ini Rayn, ini asistennya sudah mengirim pesan, sepertinya kita akan menginap selama beberapa minggu karena proyek ini sungguh tidak mudah sepertinya." Ucap Aileen terlihat lesu sekali wajahnya.
"Ayo dong semangat Ai, mana Ai yang kukenal si ceroboh yang semangatnya 45, hok ya hok ya," Rayn berseru ria menghibur sahabatnya yang begitu murung dengan pembangunan proyek disini.
Setelah mendapatkan kamar hotel yang menurutnya sesuai ia pun di beri kunci dari petugas resepsionis, lalu mereka melangkah menuju kamar yang berada di lantai tiga itu.
Aileen merebahkan tubuhnya kekasur yang ia tempati, ia sungguh lelah dari pagi sekali sudah berkutat mempercepat pekerjaannya dan bisa cepat pergi ke tempat proyek itu, melihat tempatnya rasanya ingin Aileen menyerah bagaimana tidak tempat tersebut digunakan para pedagang untuk berjualan, ia tidak setega itu mengusir lapak satu satunya twmpat mereka mencari nafkah.
Lama berkutat dengan pikirannya sendiri Aileen memejamkan matanya, ia sudah tak memikirkan sahabatnya yang sedang heboh berendam di bath up dengan lagu Taylor Swift yang mengalun disana.
Setelah selesai dengan aksi mandinya yang kurang lebih menghabiskan waktu hampir satu jam didalamnya.
"Yah, udah lelap duluan, dasar ngatain aku jorok dianya sendiri langsung tidur pules banget, huh dasar," Rayn menghadapkan dirinya di cermin besar hotel tersebut menyapu bedak di pipi tembamnya lalu mengoles lipstik berwarna merah muda di bibir tipisnya yang terlihat ranum sekali.
"Duh lapar nih, aku cari makan aja deh diluar cari angin malam," Ucap Rayn lalu keluar dari kamar hotelnya.
Rayn berjalan menuju lift untuk turun ke bawah, setelah memencet tombol lantai yang ia tuju tiba-tiba saja pintu lift terbuka lagi, karena ada yang menekan tombol lift terbuka.
Rayn hanya diam saja melihat dua laki-laki masuk bersamanya satu lift.
"Kau sendirian Nona?" Tanya Aldo asissten pribadi David yang terkenal suka sekali tebar pesona selain itu ia juga menjadi playboy kelas atas sama dengan David yang suka sekali celup sana sini.
"Iya," Jawab Rayn singkat.
"Mau kutemani Nona?" tawarnya.
"Tidak terima kasih," jawab Rayn masih terlihat ketus.
Melihat asistennya yang tak bisa menggoda wanita cantik di sampingnya itu David tersenyum mengejek sahabat yang merangkap menjadi asisten itu.
Ting
Pintu lift terbuka Rayn langsung keluar tanpa menyapa laki-laki yang satu lift dengannya
"Bro, kau duluan yah, aku ada urusan penting!" Ucap Aldo yang langsung diiyakan oleh David.
"Kejar Al, dia sepertinya bukan wanita sembarangan yang selalu kau goda, tangkap dia Al," Ucap David mendukung rencana Aldo.
"Siap pak Bos laksanakan!"
"Good luck Al!"
Aldo mengejar Rayn yang dirasa menuju restoran hotel teesebut, ia melirik ke kanan dan ke kiri mencari sosok yang mengabaikan rayuannya tadi.
"Wanita ini harus ku dapatkan, aku tak akan menyiakannya."
Terlihat wanita dengan dress berwarna pastel itu, makan sendiri di samping kaca restoran yang menghadap ke laut, Aldo dengan sigap menghampiri Rayn yang tengah sendirian itu.
"Hay cewek!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa yakkk vote dan like nya🤗