
Alieen memasuki pintu ruang kerja Asyad tanpa mengetahui ada David didalamnya.
“Pa.” Ucap Aileen lalu matanya berbinar melihat seseorang yang amat ia rindukan berada didepannya namun segera ia tepis perasaan itu mengingat kekecawaan pada laki-laki itu begitu besar dari rasa rindunya.
“Ada apa Ai?” Tanya Asyad melihat wajah anak semat wayangnya terlihat terkejut.
“Ini Pa Aileen hanya ingin menyerahkan laporan bulan lalu.” Ucap Aileen mengalihkan pandangannya, ia tak ingin melihat mata biru yang membuat hatinya terenyuh.
“Letakkan saja, duduklah dulu Papa mau berbicara sebentar dengan rekan kerja Papa,” Ucap Asyad menunjuk sofa yang berada diruang kerjanya.
Asyad menyuruh David untuk duduk didepannya lalu memandang intens pada laki-laki yang kini berada dihadapannya.
“Katakan!” Ucap Asyad penuh perintah.
“Tuan saya minta maaf atas kelalaian saya menjaga Aileen, bukan maksud saya meni...” Ucapan David terhenti karena melihat Asyad begitu sigap berdiri membuat David mendongakkan kepalanya.
“Kau bilang maaf, aku tak akan menerima maafmu David, kau sudah membuat putriku satu-satunya harus merasakan ranjang rumah sakit begitu lama, bahkan kau tak ada niat minta maaf saat itu.” Ucap Asyad panjang.
“Maaf Tuan, saya mengaku salah saya melakukan itu karena saya mencintai Aileen, sungguh...” Ucapannya terhenti lagi.
“Apa kau bilang mencintai putriku namun saat raganya membutuhkanmu dimana kamu? Hah.” Asyad menaikkan nada bicaranya.
“Bukan begitu Tuan, saya..”
“Aku tak akan pernah memaafkan keasalahan yang kau perbuat David, mungkin saat putriku masih di rumah sakit dan kau mau mengakui kesalahanmu langsung saat itu juga, aku akan menimbang kata maafmu, tapi sekarang tidak ada toleransi sama sekali aku tidak ingin melihatmu ada dihadapanku, mulai sekarang kamu pergi dari sini!” Melihat itu Aileen hanya meneteskan airmatanya ia tau papanya berjuang untuk membangkitkan keadaannya namun disisi lain hatinya juga begitu sakit melihat orang yang dia cintai harus dibentak oleh papanya, rasanya sama seperti David ketika dibentak.
“Tuan saya mohon, maafkan saya, saya akan menjelaskan semuanya Tuan, semua tidak seperti yang anda pikirkan.” Pinta David penuh permohonan.
“Papa.” Ucapan Aileen seakan menghentikan perdebatan itu.
“Aileen keluar dulu Pa,” Ucap Aileen karena ia tak tahan melihat David diperlakukan Papanya seperti itu meskipun dia salah namun bagaimana pun ia adalah sosok yang masih mengisi relung hatinya.
“Kau tunggu disitu Aileen!” Pinta Asyad.
Aileen hanya menurut saja menghempaskan kembali tubuhnya disofa, sesekali matanya tak henti menatap punggung David .
“Aku akan menjodohkan Aileen dengan seseorang, aku sangat mengenal orang itu aku yakin ia mampu menjaga Aileen melebihi dirimu.” Seketika David membulatkan matanya, tangannya mengepal menahan sakit, bagaimana mungkin dengan mudahnya Asyad menjodohkan putrinya dengan orang lain.
“Tuan saya mohon maafkan saya, saya janji akan menjaga Aileen lebih baik lagi saya mohon Tuan, saya ingin memperbaiki hubungan saya dengannya.” Ucap David menahan buliran air matanya.
Aileen yang berada disana juga terkejut namun ia tak mau menyela Asyad, karena baginya semua pengorbanan Asyad begitu besar.
“Baiklah, aku memaafkanmu, namun kau harus menjauhi Aileen, karena aku tak ingin kau mendekati putriku lagi.” Ucap Asyad lalu menghampiri putrinya.
“Pergilah!”Ucapnya lagi.
Dengan perasaan gemetar hebat David memaksakan kakinya untuk keluar, terlihat Aileen yang tak memandangnya sedikitpun, yah semua salahnya.
****
Didalam Apartmentnya David berpikir keras ia tak ingin kehilangan Aileen bagaimanapun akan dia lakukan, David meraih ponsel lalu menghubungi Aldo.
Setelah menelpon Aldo David merebahkan tubunya, ia masih memikirkan cara agar Aileen kembali padanya, ia tak ingin Aileen dijodohkan dengan orang yang tak akan mampu mencintainya.
Sungguh hati David begitu terluka mengapa Aileen tak sedikitpun melihat kepergiannya tadi.
“Aku akan memperjuangkan cintaku!” Ucapnya begitu yakin dalam hatinya.
Keesokan harinya David dan Aldo pergi ke suatu tempat dimana ia akan melancarkan rencananya, mereka pergi kesebuah taman dimana sudah ada Aileen dan Rayn tengah menunggu.
Aileen yang tak mengetahui rencana Aldo dan Rayn tak merasa curiga sedikitpun karena memang semenjak Rayn kembali ia seakan menjadi pihak yang teracuhkan saat Rayn dan Aldo sedang menikmati kemesraannya.
Mobil sedan berwarna hitam itu terparkir diarea taman, tampak dua orang yang begitu gagah keluar dari mobil tersebut membuat banyak pasang mata melihatnya, tak terkecuali Rayn dan juga Aileen namun kedua wanita itu memasang ekspresi yang berbeda, jika Rayn dengan senyum cantiknya melihat sang kekasih datang berbeda jauh dengan Aileen yang terkejut melihat itu, seakan dirinya ingin lari dari hadapan lelaki itu.
“Ai, memangnya kau bertanya padaku?” Tanya Rayn balik.
“Rayn!” Sapa Aldo kepada kekasihnya dengan memeluk tubuh sang kekasih yang begitu ia rindukan.
“Sayang, kau lama sekali!” Rayn merajuk membuat Aldo tersenyum.
Aldo menatap Aileen yang pandangannya masih menatap David, ia tau mereka saling mencintai kesalahpahaman yang membuat mereka seakan menimbulkan jarak keduanya.
“Ai, bicaralah dengannya, selesaikanlah kesalahpahaman kalian.” Ucap Aldo lalu menarik pergelangan tangan Rayn dan membawa pergi menggunakan mobil yang tadi ia dan Aileen kendarai.
Selepas kepergian Aldo dan juga Rayn, mereka masih saling menatap.
“Untuk apa?” Tanya Aileen menatap tajam ke arah David.
“Ai, please, dengarkan dulu semuanya.” Ucap David mencoba menjelaskan.
“Tidak ada yang perlu diperjelaskan semua sudah jelas.” Ucap Aileen mencoba pergi.
“Ai, kau tak tau apa yang ku alami saat aku meninggalkanmu, aku juga sangat merindukanmu, namun keadaan memaksaku untuk meninggalkanmu saat itu.” Ucap David masih mencoba untuk membuat Aileen mengerti.
“Aku tak peduli, karena kau tak pernah peduli denganku waktu itu, kau hanya memikirkan perasaan mantan kekasihmu yang sekarang sudah kembali tanpa memikirkan perasaanku sama sekali, aku sudah rapuh David aku rapuh,” Aileen meneteskan air matanya, mata yang sedari tadi menatapnya tak kuasa Aileen merasakan rindunya.
“Ai,” David mendekatkan tubuhnya lalu perlahan memeluk Aileen ia sudah sedari kemarin ingin memeluk Aileen namun Aileen yang selalu saja menolaknya membuatnya tak bisa memaksa.
Terdengar suara sesenggukkan Aileen membuat hati David begitu mengilu bagaimana bisa ia tega menyakiti hati Aileen dengan meninggalkannya begitu saja.
Pelukan mereka seakan memenuhi romansa indah ditaman tersebut, Aileen yang memang
merindukan laki-laki yang mengunci hati hanya kepadanya membuatnya membalas pelukan David dengan tangis tersedu-sedu dipundak David.
David melepas pelukannya namun Aileen seakan tak ingin melepaskannya, hati David berbunga ia menampilkan senyumnya dibalik pelukan itu.
Setelah puas dengan pelukan yang membuat jiwanya merasa tenang Aileen pun perlahan menatap wajah David.
“Ai, aku sangat merindukanmu,” Ucap David mengahapus tetesan air mata di pipi wanitanya.
“Kenapa, kenapa kau meninggalkanku David, apa semua karena Kayla, yang sudah membuat hatimu tak lagi memilihku.” David mengarahkan jarinya ke bibir mungil Aileen pertanda Aileen untuk tak meneruskan perkataannya.
“Ssstt, jangan berbicara seperti itu, Kayla sudah lama terbuang dari hatiku setelah wajahmu masuk kedalam mataku,” Aileen menatap David dengan perasaan penuh cinta, yahh Aileen tak bisa memendam rindunya jika saat dikantor antara kecewa dan rindu lebih besar kecewanya namun saat memeluk David kekecewaannya menguar begitu saja.
“Ai, kau satu-satunya yang ada dihati ini, aku akan menjelaskan semuanya mengapa aku meninggalkanmu,” David menarik Aileen perlahan membawanya masuk kedalam mobil dengan perlakuannya yang masih begitu lembut bagi Aileen.
Aileen hanya menurut saja, setelah masuk kedalam mobil David segera menjalankan mobilnya namun saat melihat Aileen ia terhenti.
“Kau mau apa?” Tanya Aileen gugup saat David mencondongkan tubuhnya dihadapan Aileen.
Tangan David menarik sabuk disebelah Aileen lalu dipasangkannya kebawah, sampai seatbeltnya berbunyi.
“Kita bisa ditilang jika kau tak memakainya, Ai,” Ucap David membuat Aileen malu.
“Maaf.” Ucap Aileen.
“Jangan katakan itu kau tak pernah salah, aku menyukai pipi merahmu yang masih sama seperti setahun lalu.” Aileen hanya tersenyum, membuat David mengikuti senyumannya.
Mobil David melesat menuju sebuah tempat perlindungannya yaitu Apartment miliknya, yang masih sama saat Aileen pernah singgah di tempat itu, yang akan membuat keduanya mengingat sesuatu yang pernah tercipta.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Haii apa kabar??semoga sehat selalu yah🤗
Happy reading for everyone🥰