Sebintang Rindu

Sebintang Rindu
S2 - Gagal



Setelah lahan tersebut mereka kembali kehotel dengan posisi yang sama Aileen dengan David satu mobil namun sebelumnya mendapat rengekan dari Rayn.


"Duh Ai, bisa tidak pak David kembali kemobilnya, aku tidak tahan dengan mulut asistennya yang selalu saja menggoda dan mengejekku," Rengek Rayn pada Aileen yang mendapat lirikan dari lelaki bermata biru itu.


"Kau kan pintar membalas, kenapa kau menyerah sih Rayn!" Ujar Aileen.


"Kau tidak tau saja mulutnya itu ingin sekali kubungkam dengan lap dashboardnya, kalau tidak ingat pak David rekan kerja kita sudah kusumpal mulutnya yang bener-bener tak bisa dijaga!" Seru Rayn dengan nada kesal.


Mendengar itu David menghampiri dua wanita yang berdiri disamping mobil Aileen.


"Eh pak David!" Seru Rayn terkejut dengan David yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka.


Aileen hanya menebar senyum kearah lelaki tersebut, sungguh mata Aileen mengagumi wajah lelaki itu meski enggan harus mengungkapkan.


"Maaf saya sedikit mendengar pembicaraan kalian," ucapnya.


"Maaf Rayn untuk masalah itu, Aldo memang seperti itu kepada setiap wanita, tapi tenanglah aku akan memberinya peringatan jika sampai dia menggodamu lagi, Please, let me get a car with her!" pintanya dengan nada yang masih terlihat tegas dan bijaksana.


"Kenapa sih pak, harus satu mobil dengan Aileen, pak David kan bisa kemobil anda sendiri, aku ingin dengan Aileen titik!" Rayn merajuk dihadapannya, kekesalannya pada Aldo kian membuncang.


"Tenanglah Rayn, kenapa kau jadi seperti ini sih!" Bujuk Aileen.


"Kau ini tidak tau rasanya satu mobil dengannya dia mengejekku tanpa perasaan Ai, aku tidak ingin lagi satu mobil dengannya, aku juga tidak ingin meneruskan proyek ini jika ada dia, maaf pak!" mata Rayn yang nampak berkaca-kaca sedari tadi karena menahan kesal pun menangis didalam pelukan Aileen.


"Ya sudah kau bersamaku Rayn, sudah jangan menangis seperti ini malu dengan pak David!" Bisik Aileen sembari mengusap punggung Rayn.


"Dav, bisa tidak kita cancel dulu, emm aku akan menepatinya setelah nanti Rayn tenang!" Ujar Aileen pada David.


"Baiklah, biarkan temanmu tenang dulu, aku menunggu kabarmu Ai!" David berlalu dari hadapan Aileen menuju mobilnya sendiri.


David berjalan menuju mobilnya dengan perasaan begitu kesal, kesal dengan Aldo yang tak bisa membuat Rayn tenang, padahal ia hanya ingin memiliki waktu dengan Aileen saja.


Sesampainya dimobil dengan wajah kesalnya, Aldo yang tak tau menahu mendapat toyoran dari sang bos.


"Eh bos kenapa tiba-tiba menoyor kepalaku?" Tanya Aldo bingung.


"Kau itu bisa tidak jaga gadis satu saja, kau ini kan perayu tingkat dewa kenapa dengan Rayn saja kau tak bisa menenangkannya, hah!"


"Eh memang kenapa dengannya perasaan aku tidak berbuat apa-apa!" ungkap Aldo jujur.


"Kau mengejeknya sedari tadi dan kau tau dia menangis didepan Aileen merengek meminta pulang dengannya membuat rencanaku berdua dengan Aileen gagal total." Sungut David kesal.


"Apa apaan gadis itu mengadu yang tidak tidak saja, aku hanya menggodanya sedikit kenapa dia cengeng sekali!" Ucap Aldo mendapat tatapan tajam dari David.


"Kau harus tanggung jawab Al, karena kamu aku yang jadi getahnya."


"Eh bos, santai dong, akan aku carikan waktumu bersama Aileen, tenang saja serahkan padaku," Aldo mencoba menenangkan bosnya dengan mulut manis yang dimilikinya.


"Aku tidak butuh omong kosongmu Al!"


"Oke oke pasti akan aku tepati janjiku."


"Sudahlah, kita kembali," Ucap David menyudahi perdebatannya.


"Siap bos!"


Aldo melajukan mobilnya menuju hotel tempat mereka singgah.


***


Didalam kamar hotel Aileen dan Rayn berkutat dengan ponselnya masing masing, perasaan tidak enak Aileen kepada David masih bercokol dalam hatinya ia jelas melihat raut kecewa David ketika mereka tidak jadi pergi.


"Rayn, aku besok ada urusan sebentar kau bisa tidak aku tinggal sendiri dulu?" Tanya Aileen ingin mendapat persetujuan Rayn.


"Kau mau kemana Ai?"


"Ke suatu tempat."


"Lelaki penggoda?" tanya Aileen bingung.


"Bosnya si Aldo, ih kenapa harus ditanyain jelas sih!" kesalnya.


"Em, jangan sok tau kamu!"


"Kalau kamu tidak mau jujur ya sudah, aku bakalan ikut titik!"


"Rayn, kenapa kamu jafi begini sih, sungguh mengesalkan, Iya aku mau bertemu dengan David aku memiliki janji padanya jadi aku harus menepatinya."


"Ada hubungan apa kau dengan pak David?" Tanya Rayn.


"Tidak ada, hanya saja waktu itu dia membantuku menemukan kunci mobilku, kau tau kalau aku tidak menemukan kunci itu aku bakal mati kelaparan gegara tak menemukan kuncinya," Jelas Aileen.


"Oh jadi pak David yang menemukannya, by the way kalau di lihat lihat pak David sedari tadi meeting sampai peninjauan proyek, dia seperti tidak mau lepas saja denganmu, apa jangan jangan!"


"Jangan jangan apa, jangan mikir macem macem Rayn!" sela Aileen.


"Akh sih yakin pak David itu ada rasa sama kamu Ai, udah kelihat banget dari matanya yang gak bisa kedip barang sedetik pun jika melihat kamu."


"Hey, jangan aneh aneh kalau bicara!"


"Hahaha lihat wajahmu saja sepertinya mengatakan iya, merah sekali sih Ai," Rayn semakin menggoda sahabatnya.


"Rayn kau!" Aileen mengambil bantal lalu melemparkannya ke tubuh Rayn.


Mereka saling kejar kejaran seperti mengulang masa remajanya saat mereka pernah saling menggoda satu sama lain karena pasangan masing-masing.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hihihi kayak anak kecil ya mereka, hahaha emang.


habis ini bakal ada seseorang di masalalu Rayn dan Aileen loh😉


Tetap dukung Aileen dan David ya gaess, votemu membawa inspirasiku🤗🤗


Yang belum tau cara dukungnya bisa lihat ini ya kalau sudah tau abaikan saja



Masuk ke bio kalian lalu klik poinku




2.Setelah itu akan muncul ini, tinggal klik ambil sudah poin kalian otomatis bertambah




Lalu masuk ke cerita aku, klik vote





Lalu tinggal beri aja poin sesuka kalian🤗