
"Apa sih Kil? kau ini ganggu aja deh," jawabnya rada jutek karena memang Kila suka banget tiba - tiba mengagetkan sahabatnya.
"Tuh kan bener kau lagi melamun, pasti ngelamunin cowok ganteng yang nganterin tadi, ya kan ya kan udah jujur aja deh Sa!" desak Kila.
"Hmmmm.... rahasia dong."
"Ih Sa gitu amat sih sama sahabat sendiri pakai rahasia rahasia segala, cerita dong Sa!" sambil memajukan wajahnya hingga ke depan wajah Iksa yang langsung di tangkup dengan tangan Iksa.
"Wajahmu nggak usah gini juga kali Kil, kayak wajahmu ini bagus aja di pandang," jawab Iksa menggerutu namun Kila masih terdengar jelas.
"Ya kau suruh cerita aja pakai rahasia rahasia segala, aku kan sahabatmu kalo ada apa - apa juga kita selalu cerita ini giliran aku tanya ke sahabatku sendiri lagi deket sama siapa, kau pakai rahasia segala jahat kau Sa," dengan muka di tekuk dan selalu memelas kayak anak kecil mau minta makan sama mamanya.
"Hahahaha,....iya iya Kil gak usah ngambek gitu, iya Dia pacar aku Kil, kemaren kita baru jadian pas lagi ke Malang," jawab Iksa dengan terkekeh.
"Sungguh Sa? Kau pacaran sama tu cowok?" tanyanya dengan penuh kejut dan hanya di balas Iksa dengan sebuah anggukan.
"Yah......aku gak ada temen jomlo nya deh," ejeknya sambil menepuk bahu Iksa, "Btw, bisa kenal dia dimana Sa?"
"Waktu aku di ajak nongkrong sama si Nela, dia anaknya asyik banget Kil sungguh jauh banget dari semua kata anak - anak yang ngegosipin tentang Nela," tuturnya.
"What? Nela kau bilang, kenapa kau bisa deket sama si Nela Sa dan sejak kapan?" tanya nya dengan nada tak suka.
"Sejak 2 bulan yang lalu Kil, jangan berburuk sangka, Nela itu aslinya baik kok dia juga yang udah nolongin aku pas hampir di tabrak mobil jadi sekarang jadi deket sama dia, kebetulan aja Nela juga ngajak aku jalan-jalan dan ketemu sama sahabatnya yang juga baik - baik banget."
"Jadi pacarmh itu temennya Nela?" tanya Kila.
"Iya Kil," jawab Iksa singkat dengan anggukan kepala. Kila pun hanya terdiam dan tak melanjutkan pertanyaannya Iksa pun demikian tak juga memperdulikannya dan segera fokus dengan pelajaran yang kini gurunya sudah mulai masuk ruang kelas.
***
Bertemu Nela
Saat Iksa menuju ke sebuah supermarket yang di seberang jalan pas pulang sekolah tiba - tiba seseorang menarik tubuhnya,
"Awasssssss," seseorang menarik kencang tangan Iksa hingga ia dan orang tersebut tersungkur ke trotoar.
"Maaf ya! kau jadi jatuh gara - gara aku dan makasih banyak udah nolongin aku, eh tunggu... kau Nela ya?" tanyanya dengan mengernyitkan dahi.
"Oh iya, kau anak boga itu kan?"
"Iya, aku Armela Iksaria panggil aja aku Iksa," sambil menjabat tangan Nela.
"Oh Iksa.... salam kenal ya Sa, aku Arnela Akzaria biasa di panggil Nela," ia pun menyambut tangan Iksa dengan suka hati.
"Nama kita hampir sama ya Sa, kebetulan banget," dengan menampilkan senyum yang tak sekalipun terlihat di buat - buat.
"Oh iya Nel, hanya kebetulan saja lagian apalah arti sebuah nama," tuturnya.
Selama mereka ngobrol bareng mereka seakan ada chemistry, hanya Nela yang begitu extrovert jadi dia lebih banyak bicara dan terkadang malah terkesan seperti curhat tentang bagaimana dirinya di anggap orang yang jahat begitu banyak yang bilang kalau Nela juga suka ngebully temannya padahal ternyata aslinya Nela tidak berlaku seperti itu karena memang temannya yang juga suka usil sehingga Nela sendiri juga tak terima dirinya di rendahkan temannya. Hingga tak terasa obrolan panjang seakan tiada henti hentinya sampai Nela mengajak Iksa ke tempat biasa dia menghabiskan waktu sama sahabatnya.
Sesampainya di sebuah kafe yang begitu mewah dan menampakkan ruangan yang begitu elegan dan romantis khas anak remaja banget 'kafe Bunga lala' kafe ini di sertai live music namun karena memang masih siang jadi ya belum ada yang manggung, karena tau sendiri kan kalau live music di kafe rata - rata manggungnya malam.
"Hay!" Sapa Nela kepada teman - temannya.
"Wihhhh, sie barbie kece baru nongol nie." celetuk Bara salah satu teman Nela.
"Ah kau apaan sih Bar, eh ya kenalin guys ini temenku namanya Iksa satu sekolah sama aku, cuman kita beda jurusan aja," ucapnya sambil memperkenalkan Iksa kepada temannya.
Iksa merasa seneng banget bisa melihat teman barunya seperti ini karena ya bisa di hitung lah berapa temen deket Iksa paling deket ya sama si Kila kalo lainnya mah cuman sekedar teman biasa karena sifat Iksa yang sedikit tertutup jadi dia tidak begitu mudah bergaul berbeda dengan Nela yang banyak banget sahabatnya dan gampang banget deket sama orang.
"Oh iya Sa kenalin ini temenku Venya!" sambil menunjuk ke Venya dan Iksa pun berjabat tangan sembari say hello dengan Venya.
"Ini Fery! Bara! Asyad! dan yang paling imut bikin gemes setengah mati Luna," Iksa mengangguk dan menjabat tangan mereka semua.
Kemudian mereka menyuruh Iksa duduk dengan begitu manisnya dan terlihat mereka semua sangat akrab, karena Iksa orangnya agak pendiam jadi agak susah juga berbaur dengan mereka karena Iksa pun juga masih sangat baru mengenal mereka. Hingga seseorang tengah memperhatikan kelakuan Iksa dia begitu ingin mendekati Iksa namun karena temannya yang usil banget dia jadi mengurungkan niatnya dan hanya bisa memperhatikan wajahnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=