
Setelah melepas rindu bersama sahabatnya di acara pernikahan Nela Iksa tampak keluar dengan Asyad sang suami yang selalu menemaninya, tiba-tiba Iksa merasakan sakit yang mulai mencekam perutnya, Asyad yang kala itu membukakan pintu mobil terkejut istrinya sedikit merunduk menahan sakit di perutnya.
"Sayang, perut kamu kenapa? Sakit lagi? kita ke rumah sakit ya?" Asyad tak henti-hentinya
bertanya karena saking paniknya melihat istrinya kesakitan.
"Perut aku sakit sekali, aku tidak kuat Syad." Iksa memaksa bicara ditengah kesakitannya ia merasakan sesuatu yang basah disela pahanya.
"Syad, sepertinya aku akan melahirkan, air ketuban aku pecah," Tambah Iksa merasakan ketakutan bersama juga kesakitan.
Tanpa bicara lagi Asyad membopong tubuh Iksa masuk kedalam mobil, sedangkan supir Asyad langsung tancap gas menuju rumah sakit, diperjalanan tak henti-hentinya Iksa merengek kesakitan, wajahnya terlihat sangat pucat sekali menahan sakit didalam perutnya.
"Sabar ya sayang kita bakal sampai sebentar lagi." ucap Asyad menenangkan sang istri sembari ia memberi ciuman bertubi-tubi di kening Iksa.
Sesampainya di rumah sakit Asyad langsung keluar dari mobil dengan masih menggendong Iksa. Setelah sampai di ruang IGD Asyad membaringkan Iksa di bangsal pasien, dokter melihat keadaan Iksa dilihatnya inti dari pengeluaran bayi ternyata Iksa sudah pembukaan lima, dengan segera dokter menginstruksikan perawat agar segera dibawa keruang VK atau Verlos Kamer yang artinya ruang bersalin, Asyad yang mengetahui itu segera mengikuti perawat tersebut membawa istrinya, di dalam ruang VK Iksa di biarkan terdahulu dengan perawatnya sampai pembukaannya sempurna.
Asyad mengabari seluruh keluarganya setelah itu ia masuk ke dalam ruang tersebut menemani Iksa menahan sakitnya.
"Syad sakit." Ucapnya merasa kesakitan.
"Sabar sayang, sebentar lagi anak kita akan lahir, kamu sangat mengharapkannya kan, berjuanglah aku akan menemanimu sampai anak kita menyambut dunia." Asyad menciumi kening Iksa bergantian pula dengan tangan Iksa tak lepas dari kecupan bibir Asyad.
Keluarga Asyad dan Iksa pun sudah datang mereka menunggu di luar dengan penuh kecemasan hanya Maria yang tak tampak disitu karena dia masih dalam perjalanan dari Surabaya mungkin nanti malam dia akan sampai.
Perawat yang sedari tadi melihat pembukaan Iksa ternyata sudah pas dan terbuka sempurna mereka yang sudah menyiapkan peralatan untuk kelahiran pasien pun mulai menyuruh Iksa untuk melakukan pernafasan dan sedikit mengedan untuk mengeluarkan bayinya, Iksa menuruti semua instruksi yang diberikan perawat padanya ia menghabiskan seluruh tenaganya untuk mengeluarkan bayinya, dan akhirnya setelah berusaha dengan kekuatan penuh seorang bayi mungil nampak sudah, perawat tersebut menggendong sang bayi lalu mereka berjalan keluar untuk membersihkan bayi tak lupa sang perawat memberikan selamat kepada kedua pasangan tersebut atas kelahiran bayinya yang tampak sempurna tak ada cacat sedikitpun.
Asyad merasa bahagia begitu pun dengan Iksa akhirnya mereka resmi sudah menjadi orang tua.
"Sayang terima kasih banyak sudah memberikan malaikat cantik padaku, aku sangat menyayangimu, mencintaimu aku tak akan meninggalkan kalian apapun yang terjadi." Ucap Asyad dengan penuh haru.
"Aku juga mencintaimu, suamiku."
Setelah membersihkan bayi perawat tersebut memberikan bayi mungil itu kepada sang ibu, Iksa merasa bahagia sekali bisa merasakan menjadi ibu ia pun segera menyusui anaknya, setelah itu berganti Asyad yang mengadzani buah hatinya.
Iksa yang kini sudah berpindah di ruang perawatan VVIP terlihat semua keluarganya berkumpul dengan Iksa yang menggendong sang bayi ia tak henti hentinya memberi ciuman diwajah bayi mungilnya karena sangat bahagia.
"Cucu Grandma cantik sekali." ucap Lena bahagia melihat cucu pertamanya.
"Haduh, Len disini itu Indonesia bukan luar negeri pakai panggil grandma segala," Ucap Samira tak terima dengan panggilan itu.
"Kamu itu ya Mir, aku ini masih muda masa iya aku di panggil nenek, berasa tua sekali tau." jawab Lena.
"Panggil Nini aja, biar gak terlalu kebarat-baratan."
"Tidak mau, aku maunya cucuku panggil Grandma, jangan Nini, Uti atau Nenek aku gak suka." timpal Lena merasa dirinya masih muda.
"Apa bedanya coba Grandma? artinya sama nenek tua, bwahahahaha," Samira tertawa begitu keras membuat semua yang ada diruang tersebut tersenyum saja mendengar ocehan kedua orang tersebut.
"Eh kalian berdua berdebat mulu lihat ini dedek bayinya jadi nangis kan," Ucap wiliam menghentikan perdebatan mereka berdua.
*
Maria tiba di rumah sakit yang sudah tertuliskan alamat di ponsel yang ia genggam, ia pun segera masuk dan mencari kamar ruang inap Iksa.
Ceklek
Terlihat semuanya berpaling melihat pintu yang tengah dibuka seseorang.
"Mama." Ucap Iksa bahagia melihat kedatangan Maria.
"Sayang kamu baik-baik saja kan?" tanya Maria yang kini memeluk sang anak.
"Iksa baik ma," Jawab Iksa membalas pelukan sang ibu.
"Mana cucu mama, mama ingin lihat?" Iksa menunjuk sang suami yang tengah menggendong bayi mungilnya.
Asyad menyerahkan sang bayi kepada ibu mertuanya dengan pelan dan hati-hati.
"Siap namanya sayang?" Tanya Maria pada Iksa.
"Iksa ingin mama yang memberinya nama, karena Iksa mau anak Iksa mendapat nama dari mama," Airmata Maria menetes mendengar itu dia dulu memang sangat menginginkan seorang anak bahkan dia juga pernah berangan-angan nama seorang anak namun apa daya karena itu semua sudah tak bisa lagi ia miliki.
" Mama kasih nama Aileen Fawnia yang artinya cahaya yang begitu berharga aku mau kamu bisa jadi cahaya buat kedua orang tuamu dan juga orang-orang yang sangat menyayangimu," ucap Maria.
"Nama yang bagus sekali ma, Iksa sangat suka dengan nama itu." Iksa bahagia sekali anaknya mendapat nama dari seorang wanita yang sudah merawat dirinya dengan tulus dan tanpa pamrih padanya Iksa sangat menyayanginya.
"Aileen Fawnia Bachtiar, dia harus memiliki namaku sayang." Ucap Asyad lalu diangguki oleh Iksa tanda ia setuju dengan itu.
Mereka semua hanya tersenyum melihat dua pasangan itu, mereka juga tidak menyangka bahwa masalah itu malah membuat para sahabat itu bersatu mereka yang dulu saling menyayangi kini kembali dengan menjadi seoarang nenek yang akan membahagiakan cucu tercintanya.
Iksa dan Asyad sangat bahagia sekali dengan keadaan ini, kelahiran Aileen membawa mereka menjadi keluarga yang utuh kembali masa lalu yang begitu kelam sekarang masa lalu iti kembali dengan keadaan yang lebih bahagia.
TAMAT.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Udah selesai ya jalan ceritanya bakal aku lanjut ke season 2 cerita Aileen, hahaha la ceritanya Nela gimana thor?
Jawabannya nanti ya karena carita Nela bakal aku buat di lapak yang berbeda disini mah bahas keturunan si Asyad dan Iksa bae😁😁
Makasih udah setia membaca, salam hangat dari aku buat kalian. Sampai ketemu lagi di musim kedua🙌🙌🙌
Tetap kasih like dan votenya yah🤗🤗