
“Pagi kakak”. Lulu mengagetkan Nana dengan pelukan dari belakang.
“Astaghfirullah Lulu, dateng-dateng gak ucap salam langsung peluk-peluk. Lagi bahagia ya?”. Tanya Nana yang sedang asik menjemur pakaian di halaman belakang.
“Eh, tumben pagi-pagi udah dateng. Kamu jogging dari kosan ke sini?”. Ledek Nana sambil melepaskan pelukan Lulu.
“Hmmm, perlu bantuan?”. Kata Lulu
“Gak usah, kamu duduk aja di teras. Sebentar lagi kakak selesai jemur pakaian”.
“Ok”. Lulu berjalan menuju teras belakang dan menunggu Nana di sana.
Beberapa menit setelah jemur pakaian, Nana menghampiri Lulu yang sedang asik memainkan handphone nya, dengan wajah terlihat sangat bahagia.
“Hayo.....senyum-senyum, chattingan sama siapa?”. Nana berlaga kepo dengan melihat keraha handphone Lulu.
“Ih............mau tau aja!”. Lulu menyembunyikan handphone nya.
Nana menaruh bak cucian di atas rak yang sudah disediakan untuk menyimpan bak cuci, lalu duduk di depan Lulu.
“Bagaimana dengan tes mu kemarin?”.
“Aku gak jadi tes kak?”.
“Loh, kok bisa? Kenapa?”. Nana penasaran.
“Kata mas Ilham, aku gak boleh kerja”.
“Mas Ilham? Kakak mu?”. Tanya Nana makin penasaran.
“Oh iya, aku belum bilang ya kalau nama calon imam ku itu Ilham”. Jawab Lulu bangga.
“Oh...........”. Jawab Nana sambil menganggukan kepala nya.
“Kak, minggu depan aku harus pulang ke Aceh karena keluarga ku dengan keluarga mas Ilham sudah menetukan hari pernikahan kami”. Ekspresi Lulu mulai berubah menjadi sedih.
“Wah......bagus dong. Akhir nya Allah sudah mempertemukan kamu dengan imam mu. Kamu harus nya bahagia”. Hibur Nana
“Tapi aku belum kenal dia kak?”. Mata Lulu mulai berkaca-kaca
Nana memeluk Lulu berusaha membuatnya relax.
“Ada apa dengan Lulu? Bukan kah kemarin lusa dia begitu bahagia ketika ada yang mengkhitbah nya. Ko sekarang
terlihat sedih?”. Gumam Nana dalam hati
“Kakak berharap kesedihan mu ini bukan karena kamu belum mengenal Ilham, tetapi karena kamu takut berpisah
dengan kakak. Hihih.........”. Goda Nana kembali.
“Apakah kami bisa menjalani ini kak?”. Tanya Lulu
“InsyaAllah bisa sayang.............Bismillah. cinta dan kasih sayang akan muncul setelah kalian menikah. Kakak yakin keluarga mu sudah tau betul tentang Ilham dan keluarga nya, makanya mereka yakin dan menerima Ilham melamar mu. Banyak berdo’a dan dzikir ya.....tenang kan hati mu. Jangan biarkan syetan masuk untuk menggoda ibadah mu”.
“Iya kak. InsyaAllah”.
“Sekarang bantu kakak beres-beres yuk. Nanti sore kakak ada jadwal ngajar di perusahaan untuk staff”.
“Baik kak”. Lulu mengikuti langkah Nana menuju kamar nya.
Tidak ada percakapan di dalam kamar, kedua nya saling terdiam satu sama lain.
Di kantorHari ini hari sabtu, jadwal staff perusahaan A untuk pulang setengah hari lalu di lanjutkan dengan kursus bahasa
inggris karena komunikasi bahasa inggris sangat dibutuhkan diperusahaan tersebut.
“Pak Ihsan, sore ini ada jadwal training bahasa inggris. Saya minta tolong agar ingatkan staff yang lain ya pak”. Kata pak Doni manager Ihsan
“Baik pak”. Jawab Ihsan.
Ba’da juhur Nana segera berangkat ke perusahaan A, ini hari pertama Nana untuk menjadi trainer bahasa inggris di perusahaan tersebut. Sesampai nya di perusahaan, Nana diantar oleh salah satu staff wanita yang nanti nya akan mengikuti traning tersebut.
“Siang Ms. Nana. Saya Melda, saya salah satu staff yang akan mengikuti kelas Ms. Nana siang ini. Mari saya antar ke ruangan”. Melda menyambut Nana dengan ramah.
“Terimakasih”. Nana mengikuti Melda menuju ruangan.
Sampai di depan ruangan, Nana melihat ruangan itu terisi oleh laki-laki, hanya ada tiga orang wanita di dalam nya termasuk Melda. Melda mempersilahkan Nana untuk duduk di kursi yang telah disediakan, dan memperkenalkan diri nya.
Nana memperkenalkan diri nya di depan peserta training, ada satu laki-laki yang duduk di sudut ruangan, dari awal Nana bicara, laki-laki itu selalu melemparkan senyuman manis dan hangat pada nya dan berhasil membuat Nana nervous namun Nana berhasil mengalihkan pandangan nya.
Selama 90 menit Nana mengajar dengan baik, peserta training begitu bersemangat dan antusias belajar bersama Nana.
“Ok. Thank you for today. I hope our first meeting has a good impression. Please practice your English everywhere. See you next Saturday. Wassalamu’alaikum warrohmatullahi wabaokatuh”. Nana membereskan buku dan tas nya kemudian segera meninggalkan ruangan.
Peserta training masih asik di dalam ruangan dan mengulang serta mempraktekan materi yang telah disampaikan oleh Nana selama proses belajar.
“Excuse me ms. Nana”. Suara laki-laki menghentikan langkah Nana.
Nana meoleh dan menatap laki-laki itu dari kejauhan, laki-laki itu berjalan mendekat ke arah Nana, dengan jarak setengah meter dari hadapan Nana, laki-laki itu berhenti.
“I am Ihsan. Ihsan Nugraha”. Laki-laki itu menjulurkan tangan nya pada Nana.
Nana hanya membalas dengan senyuman, “May i help you?”. Tanya Nana pada nya
Ihsan terlihat gerogi di depan Nana, “Can you speak bahasa indonesia because my English is still low”. Dengan wajah memerah
Nana tertawa kecil, “Baik, ada yang bisa saya bantu?”. Tanya Nana
“Seperti nya saya kenal dengan Ms. Nana”. Spontan Ihsan menjawab pertanyaan Nana.
Nana berpikir sejenak, mengingat-ingat nama laki-laki itu.
“Tapi maaf, apakah kita pernah bertemu?”
“Pernah. Di kampus waktu D3”.
“Oh ya? Kok saya lupa ya?”.
“Saya Ihsan Nugraha, anak tehnik”. Jawab Ihsan membantu ingatan Nana
“Oh.........iya, mas Ihsan ya?. Maaf saya lupa. Apa kabar?”.
“Terimakasih masih ingat dengan saya. Mau pulang? Kebetulan saya juga sudah selesai, bagaimana jika kita pulang bareng, agar bisa lanjut ngobrol nya di mobil”.
“Wah.......terimakasih tapi maaf mas, saya sudah telp ojek langganan saya dan sudah menunggu di depan. Lain kali aja ya”. Jawab Nana
“Baik, gak apa-apa”. Ihsan sedikit kecewa
“Kalau begitu, saya duluan ya.....assalamu’alaikum”.
“Wa’alaikum salam, hati-hati ms”.
Ihsan terus menatap Nana sampai akhir nya Nana menghilang di balik pintu.
“Ternyata kamu masih tetap manis seperti dulu, Na”. Kata Ihsan pada diri nya sendiri.
“Astaga..............kira-kira dia sudah nikah atau belum ya?”. Ihsan tersenyum lalu kembali ke ruang training untuk mengambil barang-barang nya, dan akhirnya pulang.