MRKH GIRL

MRKH GIRL
Episode 74. Book Fair



Seiring berjalan nya waktu, Nana terus belajar memperbaiki diri, memantapkan hati untuk menjadi lebih baik,


berkumpul dengan teman-teman sholeha, dan selalu menyempatkan diri untuk terus mengikuti kajian islam agar hati nya menjadi lebih tangguh dalam hijrahnya.


Semakin lama Nana semakin fokus akan karirnya, tidak pernah terbesit masalah cowok lagi dalam diri Nana. Bagi Nana pacaran adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya dan dia ingin memperbaiki itu semua dengan memperbaiki diri nya, Nana percaya bahwa pacaran bukan jaminan untuk menikah.


 Selepas pisah dengan Juna, lalu bertemu dengan Affan dan juga Wira, sampai akhirnya rasa itu datang kembali


dalam diri Nana ketika tuhan mempertemukan dia dengan Juna kembali dan memutuskan untuk berhijrah, sejauh perjalanan itu godaan laki-laki yang menginginkan dia untuk pacaranpun masih ada dalam diri nya, tidak sedikit laki-laki yang ingin berkenalan dengan menjapri atau melalui teman nya, namun Nana berusaha untuk tidak lagi terjebak dalam satu kata yaitu PACARAN.


“Kak, jika ada yang naksir apakahkakak menerima nya?”. Tanya Lulu tiba-tiba.


“Ha? Siapa? Kalau diajak nikah sih mau-mau aja”. Sambil tersenyum


“Aku kenalin sama guru aku mau gak?”.


 Nana mengerutkan dahi nya.....................


 “Boleh-boleh aja sih?”.


 “Guru aku ini Ustadz loh kak, beliau lak-laki yang pintar dan insyaAllah sholeh. Aku kenal beliau sudah sangat lama


ketika aku pesantren dulu. Dia pandai dua bahasa, pandai bermain musik, pandai syiar dan syair juga, bahkan ilmu teaternya juga sangat bagus loh dan............ insyaAllah pandai menjaga pandangan nya. Beliau ustadz favorit


loh di pesantren ku”. Kata Lulu


“Oh ya? Keren ya?”. Balas Nana


“Dan beliau juga sangat dewasa”. Lanjut Lulu


“Wow...........”. Nana mengangguk-anggukan kepalanya.


“Hhhmmmmm, kakak sedang ada kerjaan. Lanjut besok aja ya!”. Sambil berlalu


 “Kak!”. Panggil Lulu


Nana menoleh, “Ada apa lagi? Masih mau bercerita tentang pak ustadz?”.


“Minggu depan ada acara di pesantren ku, kebetulan aku dan teman-teman ku mau silaturahmi. Kakak ikut ya?”. Dengan senyum lebar dan penuh harapan.


“InsyaAllah”. Nana meninggalkan Lulu


“YES! Semoga kak Nana berjodoh dengan pak Ustadz”. Lulu mengepalkan tangannya lalu menarik ke bawah.


Sejak percakapan sore itu, Lulu semakin sering bercerita tentang ustadznya itu, sampai-sampai Nana seperti


sudah tidak asing lagi dan penasaran dengan sosok ustadz yang di ceritakan oleh Lulu.


“Apa iya ada laki-laki sesempurna itu? Dewasa, baik, sopan dan santun, cerdas. Seperti nya dia laki-laki yang


sangat sempurna”. Gumam Nana sambil membayangkan sosok laki-laki itu namun tidak bisa terbayangkan karena memang Nana belum pernah bertemu dengan nya.


“Ko aku deg degan setiap Lulu bercerita tentang nya. Astaghfirullah....... ini hanya godaan syethon”. Nana menggelengkan kepala nya lalu beranjak mengambil air wudhu dan menunaikan sholat dua rakaat untuk menenagkan hati nya.


Nana selalu berwudhu dan menjalankan sholat dua rakaat, ketika dia sedang galau atau ketika hatinya mulai tidak


tenang karena hanya itu yang dapat menenagkan hati nya kembali. Seiringberjalan nya waktu Nana terbiasa dengan nama dan sosok ustadz yang sering disebut-sebut Lulu itu.


“Kak, boleh minta tolong?”. Kata Lulu yang selalu datang secara tiba-tiba


“Wa’alaikum salam.......”. Jawab Nana


“Oh iya, Assalamu’alaikum kakak Nana”. Sambil meraih tangan Nana dan cipika cipiki.


“Kamu kenapa sih kalau datang selalu bikin kaget? Tau-tau nya ada di depan pintu kamar dan tanpa salam. Kakak gak suka ya.............”. Sambil mengacungkan jari telunjuknya.


“Iya kak maaf”. Lulu menundukan kepala nya.


“Kalau begitu, aku pulang saja. Assalamu’alaikum”. Lulu berjalan mundur dan menutup pintu kamar Nana.


Nana bergegas mengejar Lulu, “Gak gitu juga dek. Kakak Cuma.......... yasudah sini masuk”. Kata Nana.


“Bisa temani Lulu ke book fair sore ini gak, kak?”


“Ba’da juhur ya.... sekarang masih menyelesaikan kerjaan di laptop”.


 “OK”. Sambil memberi tanda OK di jari nya.


Lulu begitu bersemangat mengajak Nana ke book fair siang ini, Lulu mendapat kabar bahwa ustadz yang akan ia


kenalkan dengan Nana tampil di acara book fair sebagai pembukaan. Ustadz yang diceritakan oleh Lulu memang pandai dalam ilmu seni, vocal dan memainkan alat musik terutama keyboard dan sering tampil di acara-acara nasyid atau book fair.


Sehabis juhur, Nana dan Lulu pergi ke book fair namun mereka datang terlambat karena ustadz yang Lulu maksud sudah tampil, tetapi Lulu berusaha mempertemukan Nana dengan ustadz nya dengan cara Lulu menjapri kepada ustadz tersebut agar segera mengetahui posisi nya saat ini.


Lulu mengajak Nana ke tempat dekat dengan keberadaan ustadz nya, mata Lulu terus nanar mencari ustadz sementara Nana asik melihat-lihat buku. Tiba-tiba tanpa sengaja, ustadz yang dimaksud Lulu lewat persis di depan Lulu.


“Ustadz. Assalamu’alaikum”. Sambil menyatukan kedua tangan nya di depan dada memberi tanda salam.


“Kamu sendiri?”. Tanya ustadz dan menyambut salam Lulu


“Berdua ko”. Sambil menoleh ke sebelah kanan tempat Nana berada.


“Loh, kakak Nana kemana? Bukan nya ada di samping ku?”.  Nana mencoba memutar bola mata nya mencari Nana.


“Cari siapa?”. Kata ustadz yang ikut mencari juga


“Oh......, jangan-jangan sama pacar ya?”. Ledek ustadz


“Laa....... gak ustadz, insyaAllah Lulu gak punya pacar ko. Lulu sedang mencari kakak Nana, Lulu datang bersama


beliau”. Jawab Lulu


“Oh.......”. kata ustadz sambil menganggukan kepala nya dan masih membantu Lulu mencari Nana.


“Ustadz duluan ya........... ada kerjaan lain. Assalamu’alaikum”.


“Hhhmmmmm..........., baik ustadz. Wa’alaikum salam warrohmatullah wabarookatuh”.


Ustadz pun meninggalkan Lulu yang masih sibuk mencari Nana.


“Kaka Nana kemana sih? Yah..... keburu pergi deh”. Sambil garuk-garuk kepala nya dan melangkah mencari Nana.


“Lu, lihat deh kakak sudah dapat 3 buah buku bagus. Kamu sudah dapat belum?”. Sambil memperlihatkan ketiga buku nya


“Kakak dari mana saja?”. Dengan nada kesal


“Cari buku dong..... kan kita sedang di book fair”. Jawab Nana


Lulu menarik tangan Nana dan berbisik pada nya,


“Barusan ustadz Farid disini loh, ngobrol sama aku”. Suara Lulu penuh dengan antusias.


Nana mengerutkan dahi nya dan terlihat bingung


“Oh..... I see. Jadi kamu ajak kakak kesini karena ada ustdz..........siapa nama nya?”. Tanya Nana


“Farid kak”.


“Oh.....iya, ustadz Farid. Ya ampun dek........... kamu bersemangat banget mau kenalin kakak sama beliau”. Sambil tersenyum.


“Minggu depan di acara pesantren ku, pokoknya kalian berdua wajib kenalan”. Sedikit memaksa


“InsyaAllah...............”. Jawab Nana.


“Pulang yuk!”. Kata Lulu


“Kok pulang? Kamu sudah dapet buku nya?”. Tanya Nana


“Gak jadi beli buku. Aku kesini Cuma ingin mempertemukan kakak dengan ustadz Farid aja kok”. Menundukan kepala dan bernada bersedih.


“Astaghfirullah............dek”. memeluk Lulu dan mengajaknya pulang