Lunacrest

Lunacrest
Chapter 63



Praxel pun kembali lebih dulu ke markas.


Exodiart memikirkan hal-hal yang bisa saja membuatnya dalam masalah. Mungkinkah dia membuat sang jendral kesal? Mungkinkah Lunacrest membuat kesalahan dan dia harus bertanggungjawab? Mungkinkah ada persyaratan yang luput ketika guild buatannya dinaytakan naik level? Dia sadar benar kalau Fawke belum tentu memanggilnya karena ada masalah. Namun, dipanggil seorang jendral seperti itu selalu membuatnya tegang.


Terakhir kali dirinya dipanggil menemui Fawke, Lunacrest dipercayakan misi mengambil kargo dari para bajak laut. Saat ini pun ada kemungkinan demikian. Fawke bisa saja memanggilnya untuk misi yang lain. Kalau membayangkan hal semacam ini, terasa ada kelegaan dalam dadanya.


Mengingat kalau sekarang Lunacrest sudah naik level, ada kemungkinan lebih besar jendral Fawke mempercayakan misi lebih penting juga. Misi menyerang monster raksasa? Misi penyelamatan? Misi spionase? Selagi dirinya masih membayangkan ini dan itu, dia pun tiba kembali di hadapan Fawke.


Sang jendral minta semua orang meninggalkan dirinya berdua dengan Exodiart, seperti beberapa waktu lalu juga. Namun, kali ini terasa lebih santai. “Duduklah,” pinta sang jendral.


Exodiart pun menempati satu dari sepasang sofa yang berada serong dari meja sang jendral. Fawke mengikuti duduk di sampingnya. Sang jendral meregangkan punggung, melemaskan otot-otot lehernya, lalu menghela napas panjang.


“Tugasku rasanya tak pernah usai,” ujarnya. “Sofa ini selalu terasa menyenangkan di akhir hari melelahkan.”


Exodiart melempar senyum, tak yakin bagaimana harus bereaksi.


“Sebelumnya,” ujar Fawke lagi. “Aku ingin mengucapkan selamat padamu. Lunacrest sudah resmi naik level. Kalian boleh merekrut lebih banyak anggota, mengambil misi lebih sulit, juga dapat kepercayaan lebih dari kami, pihak kerajaan.”


“Terima kasih. Saya merasa terhormat.” Exodiart yakin ada hal lain di balik ucapan Fawke. Dia tidak mungkin repot-repot menyisihkan waktu berharganya hanya untuk memberi selamat pada Lunacrest.


“Aku penasaran kenapa kamu membentuk Lunacrest sejak awal.”


Fawke tidak melempar pertanyaan melainkan pernyataan. Meski begitu, Exodiart paham kalau dirinya membutuhkan jawaban. Sebagai ketua guild, Exodiart ingin memberikan jawaban yang mengesankan. Setidaknya ada tiga jawaban umum yang akan dilontarkan seorang ketua guild terhadap pertanyaan seperti itu. Dua jawaban yang paling umum adalah untuk uang dan kehormatan. Satu jawaban yang dirasa lebih elok adalah membantu kerajaan. Jawaban manapun, semua terasa umum.


Exodiart ingin Lunacrest berbeda karena Lunacrest memang berbeda.


Akhirnya dia pun menjawab seperti ini, “Saya ingin menjaga Endialte dengan cara yang benar. Bukan asal-asalan menyelesaikan misi. Dan… saya rasa melakukannya bersama orang-orang yang paham hal ini akan menyenangkan. Kami bisa bertumbuh bersama, saling membangun, saling mendorong, dan banyak hal lain.”


Fawke mengangguk. “Lunacrest berkembang pesat di bawah panduanmu.”


“Tidak,” sahut Exodiart. “Saya pikir itu karena kami bekerja sama.”


“Benar. Kalian bekerja sama dengan baik bukan sekadar berkerja bersama. Aku selalu berpikir, kalau ada organisasi yang buruk, kesalahan terletak di pimpinan. Hal sebaliknya berlaku juga. Kalau ada satu organisasi berjalan baik, itu juga berkat si pimpinan. Aku melihat potensi. Potensi dirimu di balik potensi Lunacrest.”


Exodiart merasa napasnya tertahan. Dia tak berpikir akan mendapat pujian setinggi itu dari jendral Fawke. “Anda terlalu memuji. Saya hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan seorang ketua guild.”


“Benar,” jawab Fawke lagi. “Sekarang aku jadi berpikir apa yang bisa terjadi seandainya kamu memimpin lebih banyak petualang, kumpulan yang lebih banyak, guild yang lebih besar.”


Mata Exodiart bergulir ke bawah, menyapu lantai dan apa pun yang ada di dekat kakinya. Dia punya firasat ke mana arah pembicaraan Fawke. Sesuatu yang membuatnya senang dan cemas di saat sama.


“Pernahkah kamu berpikir untuk bekerja bagi kerajaan, Exodiart?”


Fawke sekali lagi menekankan kalau dia mengenal keluarga Exodiart. “Aku tahu ayah dan pamanmu menyuplai beberapa keperluan prajurit. Mereka berdedikasi. Tidak mau membocorkan apa-apa saja barang yang mungkin bisa disabotase. Tidak melupakan fakta juga kalau kalian keluarga jauh mantan panglima Endialte. Intinya, aku tahu sepak terjang keluargamu. Aku menanti kapan kalian akan benar-benar turun ke lapangan.”


Sekali lagi, Exodiart merasakan napasnya tertahan. Jendral Fawke benar. Keluarganya memang sering berhubungan dengan kerajaan. Namun, tak seorang pun dari mereka jadi prajurit kerajaan atau petualang yang terjun langsung demi melindungi Endialte dari monster. Exodiart orang pertama.


“Aku ingin menawarkanmu sebuah posisi di kerajaan. Kamu akan menjadi pemimpin dari seratusan prajurit. Kalian bertugas mempertahankan benteng di Timur Efilaned. Lokasi itu belakangan ini cukup sering diserang para wyvern. Sudah banyak prajurit yang gugu. Aku perlu menempatkan orang-orang tambahan di sana juga seorang yang kuat dalam serangan dan pertahanan.”


“Wyvern?” Exodiart berpikir kalau dia salah dengar.


“Benar, wyvern. Para monster ganas, seperti naga-naga kecil, kadang bisa menyemburkan api. Makhluk-makhluk menyebalkan pencuri makanan. Belakangan ini mereka benar-benar jadi pengganggu. Keluarga kerajaan ingin mereka disingkirkan. Percayalah, aku lebih ingin dari mereka. Aku butuh orang yang bisa kuandalkan agar masalah ini bisa segera beres.”


Mendengar penjabaran Fawke, Exodiart hanya terdiam.


“Ini pasti sedikit mengejutkan untukmu.”


“Iya.” Exodiart tidak menyangkalnya.


“Jangan khawatir. Aku paham kalau sangat banyak hal yang perlu dipikirkan. Apalagi saat ini Lunacrest baru saja naik level. Ini bukan berarti aku minta kamu meninggalkan Lunacrest. Kamu yang mendirikan Lunacrest, ‘kan?”


“Benar.”


“Kamu pendiri dan sekaligus pemimpinnya. Artinya, kamu tidak harus meninggalkan guild ini. Kamu bisa menyerahkannya pada wakilmu dan tetap bisa memantau dari jauh.”


Exodiart memang tahu ada beberapa petinggi kerajaan mendirikan guild, menjalankannya sebagai bisnis. Mereka menjadi pemodal dan menyediakan fasilitas. Dirinya tidak pernah sekali pun berpikir akan menjadikan Lunacrest demikian.


Fawke kembali melanjutkan. “Kamu punya waktu satu minggu untuk memikirkan ini baik-baik. Lebih cepat, lebih baik.”


Exodiart kembali terdiam, hanya memberikan satu kali anggukan pelan.


“Tapi, aku juga tidak mau kamu terlalu buru-buru memutuskan ini. Pekerjaan ini bukan hanya penting tapi juga perlu banyak persiapan. Lebih baik aku menunggu daripada merekrut orang yang menyerah di tengah jalan.”


Exodiart mengangguk. Dia setuju.


Pembicaraan mereka berakhir di sana.


Dalam perjalanannya kembali ke markas Lunacrest, Exodiart hanya terdiam. Hatinya memikirkan penawaran menarik dari jendral Fawke. Sesuatu yang mungkin hanya datang sekali dalam seratus tahun. Banyak petualang ingin bekerja dengan pihak kerajaan sungguhan bukan melalui kantor guild atau kantor misi. Ini sebenarnya kesempatan yang sangat baik bagi jenjang karier Exodiart.


Di sisi lain, dia tahu kalau menerima tawaran jendral Fawke artinya dia harus melepaskan Lunacrest kepada orang lain. Kemungkinan besar kepada Praxel dan Kelsey. Praxel bisa mengayomi anggota yang lain lalu Kelsey bisa jadi wakil yang tegas. Kombinasi keduanya sepertinya cukup efektif. Mendadak, Exodiart sadar kalau Lunacrest akan baik-baik saja tanpa dirinya.