
Kelsey melempar tatapannya pada Praxel.
Praxel pun mendesah panjang sambil menyandarkan diri ke kursi. “Sepertinya ini akan jadi cerita panjang.”
Sebagai wakil ketua, Praxel tahu harus menceritakan banyak hal pada mereka. Kelsey menyarankan mereka membahasnya di dapur. Mereka semua butuh makan malam dan dirinya serta Amari sudah memasak untuk mereka semua. Seperti ketika mereka sarapan bersama, setiap orang mengambil posisi sama persis. Mereka pun merentangkan tangan untuk berdoa. Saat itu, Elloys menyadari tak ada yang menggandeng tangan kanannya.
Ini membuat Elloys terdiam dalam keheningan sementara tangannya masih terentang. Tanpa sadar, air mata menuruni pipinya. Elloys terisak tanpa bisa dia hentikan. Dirinya teringat alasan Exodiart mengajak sarapan bersama. Dia ingat soal harapannya agar Lunacrest tetap bertahan dalam berbagai masalah. Dia juga ingat ketakutannya untuk membawa Lunacrest dalam bahaya.
Mierai merangkul bahu Elloys.
Praxel berdiri. Tangannya meraih tangan Elloys dan memimpin mereka berdoa bersama. Sekalipun saat ini Exodiart tidak bersama dengan mereka, Praxel tahu ketuanya akan baik-baik saja. Begitu pula dengan guild yang sudah jadi keluarga mereka saat ini.
Tak seorang pun bicara selagi mereka makan malam. Air mata Elloys kadang masih mengalir saat sedang menyantap makanan. Rasa makanan lezat itu lenyap tergantikan oleh rasa sedih dan sesak yang mengikat dada. Dia tak tahu harus bicara apa pada siapa di saat seperti ini.
Setelah Praxel menyelesaikan makanannya, dia melihat kalau masih ada yang belum selesai. Meski begitu, dia tetap bicara. “Aku perlu memberitahu kalian beberapa hal. Jangan khawatir, ini tidak seburuk yang kalian kira.”
Elloys tak melanjutkan makannya. Dia menatap lekat-lekat sang wakil di seberangnya.
“Exodiart ada di rumah sakit. Dia sudah dapat penanganan yang benar. Dia akan baik-baik saja. Mungkin pemulihannya akan makan waktu. Tapi, yang terpenting, nyawanya tidak terancam.” Praxel memberikan berita yang ingin didengar semua orang.
Desahan lega terdengar samar.
Praxel melanjutkan, “Mungkin tidak semua orang di sini tahu, tapi sebenarnya Exodiart mendapat kesempatan untuk bergabung dengan kerajaan. Jendral Fawke sendiri memintanya untuk menjaga benteng Efilaned. Kelsey dan aku memintanya memikirkan itu berulang kali. Bahkan sampai hari ini. Karena menerima tawaran itu berarti dia harus meninggalkan Lunacrest. Akhirnya, dia sendiri bilang padaku kalau akan menolak tawaran tersebut. Dia masih akan tetap bersama kita.”
Kelsey tersenyum lebar. Dia sendiri tidak tahu mengenai keputusan tersebut karena memang Exodiart mengatakannya tepat saat dia ke rumah sakit bersama Praxel.
“Lalu, soal guild.” Praxel mendesah panjang. “Intinya, kita tidak akan mendapat sanksi selain pembatalan kemenangan Guild Showdown dan penarikan Angelic Desert. Jujur saja, aku tidak tahu ini berita baik atau buruk.”
Harufuji menghentakkan gelasnya ke meja. “Berita baik!”
Mengikuti Harufuji, Keniaru menghentakkan gelas ke meja pula dengan suara keras. “Aku setuju. Ini berita baik!” Kemudian dia buru-buru menambahkan, “Bukannya aku tidak mau jaga malam di markas. Hanya saja, ayolah, tidak adakah yang merasa kalau piala itu seperti beban untuk kita semua? Belum lagi adanya pencuri yang berusaha mengambilnya sampai melukai Reiyuel.”
Reiyuel mengangguk dan ikut bicara. “Kupikir kita semua setuju kalau kita dipermainkan di Guild Showdown. Semuanya terlalu mudah.”
“Benar. Kupikir, saat ini kita sudah tahu apa alasannya.” Raiden ingat berbagai hal yang diucapkan Litaro padanya. Dia mengulang semuanya dengan lengkap. “Maelstrom mempermainkan kita. Mereka hanya ingin guild-guild kecil bergantung pada mereka. Kita seharusnya melaporkan mereka pada Guild Master Declan.”
Praxel mendesah lagi. “Sayangnya, ini tidak semudah itu.”
“Kita punya saksi. Orang-orang itu tertangkap basah menculik Elloys dan menuntut Exodiart membocorkan misi rahasia.”
“Benar, Raiden. Tapi, semua orang itu serentak bilang kalau mereka melakukannya atas inisiatif mereka sendiri bukan perintah dari Saman. Selain itu, setelah diselidiki, orang-orang itu ternyata hanyalah petualang biasa tanpa guild.”
“Apa maksudnya?”
Keniaru melirik Elloys. “Keputusan kita enggak bergabung dengan mereka memang benar.” Elloys bergeming, tak menjawab.
“Tunggu! Jadi, mereka lolos dari semua tuduhan? Mereka tidak mendapat hukuman apa pun?” Raiden tahu tangannya terkepal erat. “Memang Guild Master Declan tidak curiga kalau mereka bermain di balik semua ini? Maelstrom merekayasa Guild Showdown untuk mencari guild kecil yang bisa patuh pada mereka.”
“Guild Master Declan mungkin tahu. Tapi, mereka tidak bisa berbuat banyak karena tidak ada bukti konkret pelanggaran peraturan. Intinya, mereka lolos dari hukuman kerajaan.” Praxel melirik Reiyuel, Elloys, dan Vesa yang bertengger di dahan buatan dekat mereka. “Bukan berarti mereka bisa lolos dari hukuman sang dewi.”
Para anggota Lunacrest saling lempar pandang, tak yakin apa maksudnya.
Sebaliknya, Amari nampak bersemangat. “Kalian harus dengarkan ini.”
Praxel pun terkekeh. “Kami mengirim pesan mengenai demon, jendral pengkhianat, dan si badut pada Guild Master Declan. Pesan itu tidak pernah sampai padanya. Kenapa? Karena burung-burung elang Maelstrom menyerang Vesa. Menurut tebakanku, Vesa datang padamu. Benar, Reiyuel?”
Reiyuel mengangguk. “Dia mengetuk jendela kamar rumah sakit dengan badan berlumuran darah. Itu membuat panik semua orang, termasuk aku. Apalagi saat burung-burung Maelstron menyerangnya tanpa henti.”
“Saat itu, kamu memberikan pembelaan untuknya.”
Reiyuel tersenyum simpul. “Aku melindungi keluargaku.”
“Benar. Exodiart dan aku juga melaporkan ini pada Declan. Sejauh ini, mereka tidak punya peraturan mengenai peliharaan guild. Jadi, kasus ini dianggap bukan masalah besar. Sanksi yang kita terima adalah pelanggaran karena bertarung dan membuat keributan di ibu kota. Lalu, Elloys…”
“Kamu akan mengeluarkanku?” sahut Elloys lirih.
“Hah? Kok berpikir begitu?”
“Karena aku diculik, semuanya jadi begini…”
Di luar dugaan, Praxel malah tertawa. “Baiklah, aku tahu aku enggak seharusnya bicara begini. Justru karena kamu diculik, Lunacrest berhasil melewatkan kegelapan. Persis seperti yang diucapkan Curio pada kita sebelumnya.”
“Kegelapan apa?”
“Vesa diserang, pesannya diambil. Atas perintah siapa itu? Tentu saja Saman. Saman mendapatkan yang dia inginkan. Misi rahasia Lunacrest lengkap dengan jawaban atas apa yang diinginkan Fawke dan Declan. Diam-diam, Maelstrom dan Black Warrior kembali ke Pothine. Mereka mengirim anggota terbaik dengan cukup banyak prajurit. Hasilnya mereka memenangkan pertempuran.”
“Aku tidak paham. Itu terdengar baik untuk mereka.”
“Tidak juga. Amari mendapatkan berita lengkapnya. Separuh dari anggota guild yang dikirim Maelstrom dan Black Warrior terluka parah, bahkan ada yang tewas. Begitu pula dengan para prajurit. Kamu paham apa yang bisa terjadi seandainya kamu tidak diculik dan kita yang pergi ke sana?”
“Lunacrest akan ditelan kegelapan.” Ucapan Elloys bergetar.
Mierai di samping Elloys merentangakan tangan. Elloys membenamkan dirinya dalam pelukan Mierai. Mata dan pipinya dibasahi air mata lagi. Kali ini, mereka ditemani senyuman.
“Kamu menyelamatkan kami, Elloys,” bisik Mierai. “Kamu menyelamatkan Lunacrest.”