Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Amarah Charles



"JUANNNNNNN...... " teriak seseorang dengan aura yang sangat mengintimidasi.


Sehingga membuat semua nya ketakutan dan terduduk tak tahan menghadapi aura yang penuh dengan keinginan membunuh.


Juan menatap asal suara itu.


"Papa.... " ucap Juan lirih.


"APA YANG KAMU LAKUKANNN. " teriak Charles menghampiri Juan.


Diraihnya tubuh Aiden yang sudah tak berdaya.


"DASAR IBLIS TAK TAU DIRI. " bentak Charles sambil mencengkram leher Juan dan mengangkatnya dengan satu tangan.



"Ahkk....ahkk... Pa.. Paa... Maaf... " ucap Juan sambil memegang tangannya.


"Sudah saya katakan jika terjadi apa apa dengan Aiden anda harus bertanggung jawab. " ucap Charles penuh amarah.


Mata Charles menatap tajam kearah Juan. Seketika bola mata Charles berubah menjadi keemasan. Charles semakin mencengkram erat leher Juan.


"Ahkk... Ahkk... Pa.... Pa.... " rintih Juan.


Napasnya mulai terasa sesak karena kesulitan bernapas akibat dari cekikan Charles. Kakinya mulai menendang nendang di udara. Juan semakin erat memegang tangan Charles.


Selain merasakan sesak dan sakit, Juan juga merasakan panas luar biasa di leher nya. Secara baik Juan maupun Lucifer sudah menyatu sempurna. Tak hanya Juan, Lucifer juga merasakan hal yang sama, tercekik, panas dan rasa sakit menjalar di sekujur tubuhnya.


Melihat kemarahan Charles yang tak terkendali. Dengan sisa sisa tenaga nya Aiden mencoba menggapai tangan Charles.


"Pa....paa.... " ucap Aiden lirih.


"Pu... Pu... Tra... Ku.... " ucap Aiden terbata bata.


Seketika Charles menatap tajam ke arah Aiden. Di hempasnya tubuh Juan ke tanah.


"Dasar iblis. " ucap Charles dingin.


"Aahkk.... Uhuk... Uhuk.... Aahhaa... Aahha.... Uhuk... Uhuk..... " Juan memekik dan mulai mencoba bernapas kembali sambil berbaring diatas tanah dan memegang lehernya.


Charles menghampiri Aiden, dan jongkok di sebelah nya.


Di cabutnya belati yang menancap di jantung Aiden.


"Ahkk... Uhuk... Uhuk.... " pekik Aiden disertai darah yang mengalir baik dari mulut dan juga dadanya.


Ditekannya luka yang ada, pelan pelan namun pasti seberkas cahaya putih keemasan mulai muncul dari tangan Charles. Perlahan lahan luka Aiden tertutup, tapi itu tak membuat Aiden pulih. Melainkan mata Aiden tertutup rapat.


Dengan tertutupnya mata Aiden membuat perubahan yang cukup drastis pada diri Aiden. Tubuhnya menjadi dingin tapi tak mati. Rambutnya yang awalnya hitam legam menjadi keperakan.


"Tidur lah wahai putra ku. " ucap Charles lirih.


Selesai mengatasi Aiden, segera Charles berdiri dan menghampiri Juan. Juan yang masih terkapar karena lemas hanya mampu menatap ketakutan.


"Dasar iblis. Asal kau tahu, Putra saya menyayangi anak yang ada di perut mu. Tapi tidak dengan ku. " ucap Charles dingin.


Di robeknya baju Juan.


"Ahkk.... Paa...." pekik Juan tertahan.


Charles tak menghiraukan pekikan Juan, Lucifer menatap tajam kearah Charles melalui mata Juan. Charles menggoreskan ujung jarinya dengan belati yang awalnya menancap di dada Aiden.


Darah mengalir perlahan, segera Charles mengoleskan darahnya ke perut Juan. Perlahan lahan darah itu masuk kedalam perut Juan.


Awalnya tak terjadi apa apa.


Tapi tiba tiba.....


Rasa panas menjalar secara perlahan dimulai dari perut. Charles berdiri dan menatap tajam serta tersenyum sinis. Juan mengeliat merasakan panas di sekujur tubuhnya.


"Ahkk....panassss......Apa yang kau lakukannnn.....“pekik Lucifer merasakan panas.


"Aaaaarrrrrgggggg........ " teriak Lucifer tak mampu menahan rasa panasnya.


Sedangkan Juan menggeliat bak cacing kepanasan. Juan merasakan hal yang sama. Tak ada api yang terlihat, namun tampak jelas asap mulai keluar dari tubuh Juan.


Rasa panas seperti terbakar api membuat Juan tak sadar kan diri. Namun tidak dengan Lucifer. Dengan kondisi lemah tak berdaya. Lucifer menatap tajam kearah Charles.


Charles tersenyum sinis menatap Juan ataupun Lucifer. Tampak jelas di mata Lucifer. Charles mulai menampakan wujud aslinya.