Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kenapa kau hadirkan Dia Mattheo....



Keesokan harinya Juan bangun dengan mata sembab, karna tak ingin ada yang melihatnya pagi buta ia mengopres matanya dengan sendok dingin. Juan mulai melakukan aktivitas nya yang biasa, sampai di waktu juan harus membangunkan Mattheo. Juan melupakan kejadian semalam agar theo tak khawatir. Dan segera masuk kekamarnya. Tak seperti biasanya dimana Mattheo masih terbaring, tapi kini Mattheo sudah amat rapi.


"Emm..eh...?" Gumam juan kaget


Mattheo menoleh, sama seakan tak terjadi apa apa mattheo menyapa juan dan dibalas juan, juan dengan inisiatif menghampiri dan membantu Theo memasang dasi dengan senyuman khas Juan. Setelah semua selesai keduanya bersamaan turun kemeja makan, dan langsung duduk. Tak ada yang aneh dengan keduanya semua tampak biasa biasa saja itu yang terlihat dari luar. Tapi di dalam hati siapa yang tahu.....


Waktu terus berjalan. Perubahan sifat Mattheo mulai terlihat. Sedikit demi sedikit Mattheo mulai menjauhi Juan. Bukan Juan namanya jika dia menyerah. Juan tak peduli seperti apa sikap Mattheo kepada dirinya Juan tetap menunjukkan rasa cinta nya. Mattheo memutar otaknya berfikir dan berfikir harus seperti apa agar Juan mulai menyerah. Hingga akhirnya mau tak mau Mattheo membawa seseorang masuk kedalam kastil Charles. Tentu saja itu dilakukan disaat Charles tak ada di kastil.


Hari itu Juan pulang sendiri tanpa Mattheo seperti biasanya. Saat masuk kedalam kastil Juan berpapasan dengan Viona yang sedang bersantai di ruang tamu dengan ponsel di tangannya.


"Loh Kak Mattheo kemana? Tumben Kak Juan pulang sendiri tanpa Kak Mattheo?." Tanya Viona penasaran.


"Hari ini dia bilang ada urusan di luar. Gak tahu urusan apa jadinya Juan pulang terlebih dulu. " jawab Juan sekenanya.


"Sudahlah, Juan mau bersih bersih badan lalu siapakan makan malam. " lanjut Juan sambil berlalu.


"Mau Viona bantu juga Kak.? " tanya Viona.


"Boleh." jawab Juan pendek.


Usai membersihkan badan Juan segera masuk kedal dapur dan disusul oleh Viona. Saat sedang asyik asyik menyiapkan beberapa menu makanan tiba tiba ponsel Juan berdering. Ditatap nya nomor yang menghubungi nya, dan segera melakukan panggilan.


"Ya. Ada Theo? . "📲 tanya Juan.


"Hari ini saya pulang dengan membawa seseorang. Bisakah Anda kosongkan 1 kursi disamping saya nanti nya? " 📲 pintah Mattheo.


"Kenapa harus disamping kamu Theo. Bukankah dia bisa duduk di depan kamu?. “ 📲 jawab Juan merasa tak suka.


Secara kursi meja makan yang disebelah Mattheo adalah kursinya. Sedangkan disisi lain adalah kursi Charles. Tak mungkin juga kursi itu ditempati orang lain.


"Juan tak mungkin saya membiarkan Dia duduk jauh dari saya. Secara sayalah yang mengajaknya untuk makan malam bersama disana. " 📲 jelas Mattheo.


"Haaa... Baiklah saya akan mengalah nanti nya. " 📲 Juan hanya mampu menghela napas panjang dan mengakhiri percakapan itu.


Dengan enggan Juan kembali melanjutkan aktivitas nya. Hingga waktu makan malam tiba.


Semua penghuni kastil mulai masuk dan duduk dikursi masing-masing. Juan dan juga Viona datang menghampiri.


"Bara bisakan kamu pindah duduk diujung sana." pintah Juan.


Tentu saja itu membuat si empunya terkejut.


"Memangnya kenapa Juan? " tanya Bara bingung.


"Theo mau ajak seorang teman untuk makan malam bersama kita. Tidak mungkin juga kan temannya Mattheo duduk di ujung sana. " jelas Juan sambil menunjuk kursi kosong.


"Bener juga, baiklah. " ucap Bara yang kemudian pindah ke kursi kosong yang lainnya.


"Kamu tolong tambah satu peralatan makan, dan siapkan di depan Bara. " perintah Juan pada seorang pelayan.


Dengan cepat pelayan itu mempersiapkan peralatan makan baru untuk Bara. Tak lama kemudian Mattheo datang dengan seseorang. Juan terkejut bukan main. Tak hanya Juan hampir semua penghuni Kastil terkejut. Secara semua tahu kedekatan antara Juan dengan Mattheo. Tapi kali ini Mattheo pulang dengan menggandeng seorang pria manis lainnya, yang dengan manjanya bergelayut di lengan Mattheo.


Mattheo menatap semua orang. Begitu juga dengan pria itu. Dengan tersipu malu pria itu membisikan sesuatu ke telinga Mattheo. Mattheo hanya tersenyum.


"Malam semua. " sapa Sennan .


Mattheo dan Sennan duduk dikursi yang disediakan. Kenzo menatap kearah Mattheo seakan-akan meminta penjelasan. Mattheo hanya tersenyum tipis. Sedangkan juan menatap penuh dengan kemarahan dan juga sakit hati tentunya. Juan menatap intens kearah Mattheo. Juan tak percaya kalau Mattheo akan mengajak salah satu kekasihnya kedalam kastil


"Malam juga Sennan dan selamat bergabung. " ucap Juan dengan senyum yang hambar.


"Theo ajak duduk jangan biarkan Dia berdiri terlalu lama. " sahut Juan dingin.


"Oh iya. Maaf ya sayang. " ucap Mattheo lembut sembari menatap kearah Sennan.


Kemudian mengajak Sennan ikut bergabung dengan yang lainnya. Selama acara makan malam, Juan lebih banyak diam. Tak ada senyum, tak ada tawa. Yang ada hanya rasa sakit dan sesak setiap Juan menatap Mattheo yang begitu mesra. Tentu saja itu membuat Juan tak bisa menahannya.


"Juan selesai.. " ucap Juan tiba tiba di tengah tengah acara makan malamnya.


"Kak Juan. Makanan kakak saja belum kakak sentuh sama sekali. " ucap Ella khawatir.


"Maaf. Juan sudah kenyang. " sahut Juan yang kemudian beranjak dari kursi nya.


"Juan habiskan makanan kamu. " pintah Bara.


"Tidak. Juan ada keperluan lain, kalian lanjutkan saja makan malam kalian. " ucap Juan dingin sambil menatap tajam kearah Mattheo.


Kenzo hanya mampu menghela napas panjang.


"Sudah sudah kalian lanjut kan makan kalian. Juan jangan pulang terlalu malam. " sela Kenzo.


Kenzo tahu betul bagaimana perasaan Juan. Tapi mungkin ini yang terbaik itu yang ada di benak Kenzo.


Juan berlalu meninggalkan meja makan. Mattheo hanya mampu melirik kearah Juan dan menghela napas panjang.


"Maaf.... " ucap Mattheo lirih dan hanya Sennan yang mendengar ucapan Mattheo.


Makan malampun berlanjut tanpa Juan.


(Juan)


Juan pergi meninggalkan meja makan. Hatinya sakit rasanya seperti tercabik-cabik. Juan meremas bajunya tepat nya didadanya. Rasa sesak tiba tiba menghampiri nya. Dengan langkah cepat Juan segera kekamarnya. Masuk kedalam mengganti bajunya dengan baju kesayangannya. Kaos hitam, celana hitam dan jaket hitam. Dirasa selesai segera Juan keluar kamar dan turun kebawah.


Sesampainya di bawah semua sudah menyelesaikan acara makan malam dan berlanjut dengan bercengkrama di ruang TV, sedangkan Mattheo, Sennan dan Kenzo berada di ruang tamu. Kenzo menatap kearah Juan yang hendak keluar rumah.


"Mau kemana kamu Juan ? ". Tanya Kenzo khawatir.


"Juan mau cari angin Yah. Jangan tunggu Juan pulang, Juan pergi dengan leopard. Dan masih ada disekitar sini saja. Ayah jangan khawatir. " jawab Juan dingin.


"Juan tetaplah disini jangan kemana mana. " pintah Mattheo datar.


"Maaf Juan tidak bisa bergabung. " jawab Juan dingin.


Juan pun berlalu saat hampir menghilang di gelapnya malam. Tanpa Juan sadari Mattheo berlari dan menghampirinya.