Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kemarahan Kenzo



"Kenzo." ulang Charles datar.


Kyera menganggukkan kepala cepat.


Segera Charles beranjak dari duduknya dan berlari ke atas, Kyera segera mengikuti di belakang.


(Kembali ke cerita)


"Tidak Ayahh.. Bukan Juannn..... Bukan Juann Ayahhhh..... " pekik Juan kembali.


Lagi lagi.


PLAKKK...


Sebuah tamparan mendarat lagi di pipi Juan.


"Kalau bukan kamu lalu siapa Juaannn? Disana cuma ada kamu dan Aiden sajaaa... " bentak Kenzo.


"Hiks.... Bukan Juannnn Ayahhhhh.... Bukan Juannnn yang melakukannyaaaa.... Hiks hiks hiks bukan Juannnn...." tangis Juan.


Segera Kenzo menatap tajam dan mencengkram wajah Juan.


"Ayahhh.... " teriak semua terkejut.


Leopard menggeram dan Queen menggonggong.


"Jangan ada yang mengganggu Ayah kalian. " hardik Charles tiba tiba.


Ditatap nya semua dengan tatapan dingin.


Semua menoleh kearah Charles dan kemudian menunduk.


"Jika bukan kamu lalu siapa Juan Jawab.? " ucap Kenzo marah dan juga menangis.


"Hiks hiks hiks, maaf...maaff... Ayah. " ucap Juan melemah.


"Juan tak sadar Ayah. Juan terbawa emosi Ayahh... " lanjut Juan sambil memegang tangan Kenzo yang mencengkram rahangnya.


"Kamu tahu Juan kau sudah membunuh Putraku Juannnn, kamu membunuh Aidennn...." pekik Kenzo sambil menghempaskan tubuh Juan.


Charles segera menghampiri Kenzo dan memeluk tubuhnya. Kenzo menangis dalam pelukan Charles.


Sedangkan Juan hanya mampu menangis. Segera wilmer memeluk tubuh Juan.


"Aideennnnnnnnnn...... " teriak Juan kembali.


Bara ikut memeluk tubuh Juan. Semua kembali menangis melihat keduanya.


"Kenzo tenang lah, Aiden hanya tertidur saja. Percayalah Dia akan bangun kembali. " hibur Charles dan segera membawa Kenzo keluar dari kamar Juan.


Waktu berjalan dengan semestinya. Kondisi tubuh baik Juan maupun Kenzo selalu di pantau. Hanya saja Juan kembali terpuruk dan kali ini benar benar membuat Juan tak sanggup lagi untuk bangkit.


Rasa bersalah Juan, rasa di khianati, patah hati, rasa kehilangan benar benar membuat Juan tak berdaya. Sedangkan sikap Kenzo sedikit mulai dingin terhadap Juan. Hingga membuat Juan benar benar terpuruk.


Setiap malam tiba Juan merasa gelisah, mimpi yang sama selalu datang. Juan merasa bingung dan bimbingan. Juan tak sadar dengan apa yang terjadi pada dirinya. Yang Juan ingat hanyalah rasa panah bak terbakar saat Charles menorehkan darah ke perutnya.


Setelah itu Juan tak ingat lagi. Setelah sadar Juan merasa ada yang hilang, sama persis saat Charles memberikan kalung untuk menyegel Lucifer. Hanya saja, saat itu Juan masih bisa merasakan kehadirannya walau lemah.


Tapi untuk kali ini Juan tak merasakan kehadirannya sama sekali. Bahkan kekuatan serta aura iblisnya menghilang setengahnya dan hanya merasakan kehadiran benih yang ditinggal kan Aiden untuk nya.


"Hiks hiks hiks... Maafkan mommy sayang. " ucap Juan lirih sembari mengusap pelan perutnya yang sedikit membuncit.


"Sebelum kau bisa melihat dunia, kau sudah tak bisa merasakan kehangatan tangan papa kamu." ucap Juan lirih.


&


&


&


&


&


sedikit dari author;


maaf sedikit agak lama up nya. bukan lama juga tapi lama sekali ya. Authornya lagi kehabisan ide. lagi galau plus bingung, ditambah semakin mendekati hari pertunangan nya dia makin galau jadi tolong di maklumi ya kalau up nya lama banget. tp jangan khawatir setelah ini akan up tiap hari.


terimakasih kasih dan mohon doa nya agar author nya sehat sehat selalu.


sekian dan terimembaca semoga kalian semua masih setia membaca cerita ini.


selamat membaca.