
Plaakkkkk..
Tamparan keras mendarat di pipi Juan. Diseret nya Juan oleh Bara tanpa berkomentar apa apa.
"Lepaskan, aku bilang lepaskan. " rontah Juan.
Kondisi Juan saat terbilang jauh dari kata kuat. Karena terlalu banyak tenaga yang di keluarkan nya saat itu hingga membuat Bara dengan muda menarik tangan Juan. Bara membawa Juan kekamar, menyeretnya masuk ke kamar mandi.
"Kamu tahu Juan seperti apa kondisi kamu saat ini? " ucap Bara geram.
Di nyalakan shower dan dibawanya Juan ke bawah shower.
"Kamu jauh dari kata yang pantas menjadi anak Sulung Papa. Kamu lemah, kamu payah. Itu kondisi mu sekarang. Kamu di kuasai amarah mu. Mana sosok Juan yang aku kenal. " ucap Bara menatap tajam.
Juan terdiam, badannya mulai bahas kuyup. Darah yang menempel mulai luntur. Juan pun sedikit demi sedikit mulai sadar.
"Bara. Felix... " ucap Juan lirih dan mulai menangis.
"Dia terluka parah kan. Dia antar hidup dan mati ,
Juan tahu itu. " tangis Juan mulai terdengar.
Dipeluk nya Juan dengan erat.
"Aku tahu. Aku tahu itu. Tenangkan dirimu dulu baru kita melihat Felix bersama. " ucap Bara lirih sambil menekan rasa cemburu nya.
Bara sadar di hati Juan hanya ada Felix, rasa sakit yang di rasakan Bara cukup lah nyata adanya, tapi apa mau dikata rasa sayangnya dengan Juan tak biasa membuat Bara memalingkan wajahnya meskipun sedang terluka.
"Sudah bersihkan badan mu. Setelah itu kita cari dimana Dia membawa Felix pergi. " hibur Bara dan mengecup kening Juan pelan.
"Bara... . " ucap Juan terkejut.
"Bara, maaf aku tak bisa membalas Cintamu. " ucap Juan lirih.
"Aku tak butuh itu untuk saat ini. Tapi bohong kalau aku tak sakit hati. Tapi Juan untuk selamanya kamu adalah kesayangan ku. Kakak sulung tersayang ku. " ucap Bara kembali mengecup Juan yang kali ini mendarat di bibirnya.
Di dalam kamar mandi Bara Juan hanya mampu menangis untuk menenangkan diri. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, segera Juan turun dan keluar rumah, karena merasakan kehadiran ketiga kawan setianya.
Tak jauh dari Juan berdiri Leopard, King dan Queen datang menghampiri. Segera Juan memeluk semuanya.
"King, bantu Juan carikan Felix. Bisakan? " pintah Juan.
King menggonggong keras.
"King. Juan mohon, Dia membutuhkan Juan sekarang. Queen bantu Juan. " ucap Juan lirih.
Queen menggeram lirih. Juan pun tersenyum senang.
"Terima kasih King, Queen. " ucap Juan memeluk semuanya.
"Leopard, bantu Juan menghalau mereka nanti ya. " pintah Juan.
Leopard menggeram pelan.
Ketiganya pun berjalan mengikuti Juan. Setelah masuk rumah King dan Queen mulai berlari dan sesekali berhenti mencari bau. Hingga berhenti di sebuah lorong yang terdalam.
Berbeda dengan Bara dan yang lainnya, mereka mencari tanpa arah dan akhirnya kelelahan dan berhenti.
"Kak Bara rumah ini sangat besar. Viona tidak berani masuk lebih dalam lagi, seperti nya bakalan di marahi Papa kalau maksa. " ujar Viona.
"Aku juga Kak. Lebih baik kita menunggu Bang Juan aja. " sela Yera.
"Kalian benar. " ucap Bara yang akhirnya menyerah juga.
"Atau kita menunggu Papa dan Ayah pulang saja. " usul Wilmer.
Semua mengangguk setuju.