Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kehilangan sesuatu.



(POV Juan)


Disaat Juan, Lucifer dan Leopard sedang berburu, dan menikmati hasil buruannya yang dirasa cukup. Sejenak mereka bertiga menghentikan aktivitas nya dan berdiri menatap di kegelapan malam.


"Apa kau merasakannya juga Lucifer, Leopard ? " tanya Juan menatap kearah gelapnya malam.


"Ya." jawab Lucifer pendek.


Leopard hanya menggeram pelan.


"Ada yang aneh, ada yang hilang, ada yang pergi. Tapi apa, siapa? " ucap Juan semakin gusar dan gelisah.


"Mungkin hanya perasaan saja mu saja " ucap Lucifer sambil menikmati hasil buruannya.


"Juan ini harus nya cukup membuat kita kenyang. Tapi kenapa aku merasa ada yang masih kurang. " ucap Lucifer sedikit kecewa.


"Haaa.. Kau benar. Ada yang kurang tapi apa? " ucap Juan bingung.


Hati Juan masih gelisah, ada yang hilang. Rasa khawatir serta takut tiba tiba muncul begitu saja.


Usai membereskan hasil buruan mereka, dan mendapat isyarat dari Queen kalau semua aman Juan dan Leopard berpisah, Juan langsung kembali ke kastil tentu saja dengan kondisi penuh dengan darah hewan seperti biasanya.


Semakin sampai di kastil perasaan Juan semakin kacau. Sejenak Juan berhenti di halaman depan. Tepat di mana Aiden membunuh King.


"Lucifer, apa kau juga menciumnya ? " tanya Juan sedikit gusar.


"Ya kau benar. Ada bau darah disini walau samar samar. " jawab Lucifer sambil mengamati sekeliling.


"Bukan hanya itu. Aroma ini tak asing. Aroma yang sangat familiar. Tapi kenapa hati Juan jadi semakin gelisah ya. " ucap Juan.


"Ayo cek sekitar ". Ajak Lucifer.


"Ya, ayo. " segera Juan berkeliling di sekitar Kastil untuk memeriksa.


Tapi hasilnya nihil Juan tak menemukan apapun. Juan semakin gelisah.


"Panggil mereka semua. " perintah Lucifer.


Segera Juan meniupkan peluitnya untuk memanggil kesayangannya itu. Aiden yang sedari tadi melihat Juan dari atas balkon hanya tersenyum bak iblis dan penuh misteri.


Tak butuh waktu lama semua berkumpul. Ditatap nya Queen lekat lekat.


"Queen, mana King? " tanya Juan lembut sembari mengusap pelan Kepala Queen.


Queen menggonggong pelan.


"Apa maksudmu belum pulang. Bukankah kalian tadi keliling bersama sama? " tanya Juan sambil duduk didepannya.


Leopard menggeram lirih.


"Dia tidak ada disana, dan kamu hanya melihat Queen berdiri di depan goa. " ucap Juan lirih.


Queen menggonggong berkali kali. Juan hanya mampu menundukkan kepalanya.


"Kita cari King hingga ketemu, Juan sangat khawatir. Hawa keberadaan King tidak ada sama sekali. Juan yakin terjadi sesuatu dengan King. " ucap Juan semakin gusar.


"Juan, bau King terakhir adalah disini. Kemana kita akan cari? " tanya Lucifer.


"Entah lah yang penting sekarang kita cari dulu disetiap sudut. Kita kearah sana dulu setelah itu baru tempat lain. " ucap Juan menatap ke arah Utara.


"Juan..... " ucap Lucifer.


"Cukup Lucifer. Juan akan mencari King hingga ketemu. Juan khawatir, benar benar khawatir. Juan merasa seperti kehilangan. Juan takut Lucifer. " ucap Juan lirih.


leopard, mengendus dan menjilat pelan Juan. Seakan akan ingin menghibur Juan. Di elusnya dan diciumnya Leopard dan Queen secara berganti. Dan kemudian bangkit dan mulai berlari kearah utara mencari keberadaan King yang menghilang.


"Mau pergi kemana lagi. Anda cari pun tak akan pernah bertemu" ucap Aiden dan kemudian kembali ke kamarnya untuk melanjutkan istirahatnya yang tertunda.


Keesokan harinya Juan kembali dengan kondisi benar benar kacau. Tampak jelas raut wajah yang kelelahan, khawatir dan marah bercampur jadi saja satu.


Bahkan Dia lupa untuk menyimpan kembali sayapnya hingga membuat kegaduhan dimana mana saat Juan berjalan.


Para pelayan tidak ada yang berani menegur atau memanggilnya. Bahkan semua penghuni lain pun sama "takut" itu kata yang lebih tepatnya.


"Kak Aiden. " panggil Bella di kala Aiden sedang senggang dan hanya duduk santai di sofa tamu.


"Hmmm.... " jawab Aiden datar.


"Tolong bantu Kak Juan. Jujur saja kami takut sekaligus khawatir. " ucap Bella sembari duduk di sofa.


"Untuk apa ? " tanya Aiden tanpa memandang Bella.


"Takut kenapa napa dengan Kak Juan? Kami khawatir masalah yang Kak Juan hadapi sangat berat. " jelas Bella.


"Tidak ada hubungannya dengan Saya" ucap Aiden yang kemudian memandang ke arah Bella.


"Kak, kita adalah saudara. Apa salahnya kalau kita saling membantu. " ucap Bella sedikit kesal.


"Itu saudara Anda, bukan Saya" ucap Aiden dingin.


"Tapi Kak, kalau saja kami bisa bantu tanpa meminta kakak, kami pasti bantu Kak Juan. Tapi kami tidak bisa.!!! " jelas Bella.


"Jangankan ingin membantu. Kami hendak bertahan tentang apa masalah Kak Juan dada kami rasanya sesak sekali. Kami tidak bisa mendekati Kak Juan. " lanjut Bella.


"Baik lah.".ucap Aiden datar dan pergi meninggalkan Bella.


"Merepotkan saja. " ucap Aiden dingin.


Wajah datar yang di perlihatkan ke Bella tapi diam diam Aiden tersenyum licik.