
Juan menatap punggung Aiden yang mulai pergi meninggalkannya dan masuk ke dalam Kantor Charles. Setelah Aiden benar benar menghilang dari pandangannya segera Juan kembali ke kamarnya dan membersihkan diri.
Tidak perlu waktu lama Juan melakukan semua itu, selesai semua segera Dia menghampiri ruang kerja Charles dan mengetuk pintu.
"Masuk lah. " sahut suara dari dalam.
Terlihat Aiden sedang mengamati beberapa dokumen yang di tinggal kan Charles. Tanpa di minta untuk duduk Juan segera duduk di kursi depan meja kerja.
"Katakan apa yang kamu temui di hutan dengan jelas.? " tanya Aiden tanpa melihat kearah Juan.
Juan mulai menceritakan hasil temuannya. Aiden mendengarkan dengan seksama.
"Juan berdiri dan kesini. " ucap Aiden setelah mendengarkan penjelasan Juan.
Juan hanya mampu menurutinya. Setelah sampai di depan Aiden. Segera Aiden sedikit memundurkan kursi nya. Ditariknya tangan Juan hingga duduk dipangkuan nya. Juan terkejut tapi tak bisa berbuat apa apa.
"Apa yang Anda lakukan sudah benar. Saya akan memerintahkan lagi Pengawal bayangan untuk mengawasi sekitar area kastil ini dan kastil yang lainnya." ucap Aiden.
"Lalu apa yang harus Juan lalukan sekarang?. " tanya Juan mengalihkan pandangan kearah lain.
"Tetap disini dan menemani Saya membereskan dokumen ini. Serta bantu Saya menyelesaikannya juga, Saya rasa Anda juga paham tentang dokumen dokumen ini. " jawab Aiden tersenyum.
"Baiklah tapi biarkan saya turun. " ucap Juan yang sudah merasa tak nyaman.
Bukannya hendak menurunkan Juan, melainkan pinggang Juan semakin dipeluk dan ditekan.
"Saya meminta Anda untuk tetap disini dan menemani saya, bukan untuk turun dari pangkuan Saya. " ucap Aiden sambil berbisik dan mencium leher Juan.
Juan hanya mampu memejamkan matanya dan menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan suara sedikit pun. Melihat itu Aiden semakin menggoda Juan dengan menjilat pelan leher Juan.
Seketika itu Juan sedikit melenguh pelan, sekejap darah Juan berdesir keatas hingga ke ubun ubun. Merasa seperti tersengat listrik bertegangan tinggi. Entah sudah berapa lama Juan tidak merasakan sensasi ini. Hingga Juan lupa dengan rasa itu, karena sejak kepergian Louis yang melupakannya Juan sudah mematikan rasa dan menutup pintu hatinya rapat rapat. Yang ada hanya Juan yang dingin tanpa perasaan. Hatinya yang sepenuhnya di kuasai oleh iblis, yang hanya ada untuk memikat dan mencampakan siapapun yang mendekatinya.
Melihat reaksi Juan yang sudah mulai terprovokasi senyum Aiden semakin merekah. Tapi keseruan itu terusik dengan sebuah ketukan dari pintu. Seketika Juan tersentak dan tersadar. Dengan reflek Juan memeluk Aiden dan menyembunyikan wajahnya di dada Aiden. Aiden hanya terkekeh pelan.
"Masuk. " ucap Aiden datar.
Ternyata yang mengetuk pintu adalah Bara dan juga Viona, tentu saja mereka terkejut saat melihat Juan yang duduk dipangkuan Aiden sambil menyembunyikan wajahnya itu.
"Duduk dan katakan ada perlu apa kalian datang kemarin? . " tanya Aiden datar sambil memeluk tubuh Juan.
Wajah Bara tampak merah padam menahan amarah sambil mengepalkan tangannya erat, ingin sekali Dia meraih Juan dan menjauhkannya dari Aiden, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa hanya mampu menahan dan menahan. Melihat itu Viona hanya menghela nafas panjang. Viona tahu seberapa dalam perasaan Bara kepada Juan tapi semua telah terikat dengan sebuah peraturan yang tertulis.
"Kak, kami minta ijin untuk pergi beberapa hari ini. Kampus kami ada acara sehingga membuat kami harus tinggal sementara di kampus. " ucap Viona.
Karena sejak sebagian anak angkat Charles lulus sengaja mereka di masukkan kedalam sekolah yang sama. Bagi yang kuliah akan masuk di kampus yang sama walau berbeda jurusan.
"Baik, siapa saja yang akan menginap di kampus? " tanya Aiden lagi.
"Saya, Bara dan Sella. " jawab Viona.
"Hmmm, 2 perempuan 1 laki laki. " ucap Aiden.
Seketika itu Juan langsung menoleh ke arah Viona dan Bara, tentu saja Juan terkejut melihat keduanya. Viona hanya tersenyum menatap Juan.
"Tidak boleh. " ucap Juan spontan.
Aiden menatap heran kearah Juan yang tiba tiba tidak memberi ijin.
"Kenapa? " tanya Aiden tidak mengerti.
"Viona, kamu masih di kejar kejar keluarga kamu. Kalau mereka tahu kamu lepas dari pengawasan kami itu sangat berbahaya. " ucap Juan tak menghiraukan ucapan Aiden.
"Tidak itu tidak cukup. Kalau hanya Bara saja itu tidak cukup. " balas Juan tidak suka.
"Juan, saya akan menjaga Viona dan juga Sella. " ucap Bara menahan emosi.
"Kamu masih belum cukup kuat. Emosi kamu masih belum stabil. " ucap Juan dan sengaja merebahkan kepalanya di dada Aiden.
Melihat itu Aiden segera mengusap wajah Juan dengan lembut. Tentu saja itu membuat Bara semakin geram dan memalingkan wajahnya.
"Saya akan menempatkan beberapa pengawal bayangan di sekitar Viona dan juga Sella. Bagaimana apa Anda sudah bisa tenang? " ucap Aiden menatap Juan.
"Baiklah seperti itu saja. " jawab Juan lirih.
"Saya ijinkan kalian menginap di kampus hingga acara selesai, tapi ingat walaupun ada penjaga bayangan kalian juga tetap waspada. " ucap Aiden mengingatkan.
Setelah ijin di berikan keduanya meninggalkan ruangan itu. Dan bersamaan Juan segera menjauhkan wajahnya dari dada Aiden, lagi lagi Aiden hanya terkekeh pelan.
~"Kucing liar ini benar benar menutup hatinya dan berubah jadi iblis. " ~ ucapnya dalam hati.
"Sudah boleh turun sekarang. " ucap Juan dingin.
"Kalau saya tidak ingin menurunkan Anda, apa yang akan Anda lakukan? " tanya Aiden.
"Saya akan turun sendiri. " jawab Juan datar.
"Coba saja. " tantang Aiden.
Juan berusaha untuk turun tetapi Aiden memeluk cukup kuat.
"Ayolah turunin Juan, sebenarnya apa mau kamu? " tanya Juan sedikit merasa mulai terpengaruh oleh sentuhan tangan Aiden.
"Hanya ingin menikmati harumnya bau badan Anda. " ucap Aiden menggoda Juan.
"Kau..... " pekik Juan.
Aiden hanya terkekeh pelan dan mulai sedikit melonggarkan pelukan. Juan pun segera melepaskan pelukan dan turun dari pangkuan Aiden.
"Juan sudah memberitahukan semua yang Juan amati tadi. Dan sudah melaporkan ada yang tak beres jadi tugas Juan sudah selesai. " ucap Juan dengan sedikit menahan emosi.
"Baik lah. " jawab Aiden sambil bersandar dan menopang wajahnya dengan satu tangan.
Juan merasa sedikit terpesona dengan apa yang Juan lihat. Dia merasa Aiden tampak lebih menawan.
Melihat Juan yang memandangnya dengan cukup lama Aiden tersenyum penuh arti.
"Juan." panggil Aiden.
Hingga membuat Juan tersentak kaget dan mengalihkan pandangan ke arah lain.
"I.. Iya ada apa. " jawab Juan gugup.
"Besok ikut saya. Saya ingin menunjukkan sesuatu kepada Anda. " ucap Aiden.
"Kemana dan apa yang ingin kamu tunjukkan? " jawab Juan balik bertanya.
"Besok anda akan tahu sendiri. Yang pasti tempat itu sangat seru dan Anda akan merasa puas. " ucap Aiden penuh arti.
"Terserah lah. " jawab Juan pendek sambil berlalu dari ruang Aiden.
Waktu terus berjalan, siang menjadi sore dan berganti malam. Seperti biasa Juan selalu keluar di malam hari untuk mengamati sekaligus berpatroli di setiap titik kastil yang dianggap rawan.