
Hingga suatu hari saat semua sedang makan malam, Charles pulang dengan muka masam.
"Juan, Felix. Kalian berdua segera ikut saya sekarang. " bentak Charles dengan penuh emosi.
Semua terkejut bukan main. Dengan segera Juan dan Felix mengikuti Charles dari belakang.
Sesampai di ruang kerja segera Charles duduk di kursi sedangkan Juan dan Felix segera berlutut.
"Kalian tahu apa kesalahan kalian? " bentak Charles.
Keduanya hanya membisu.
"JAWAB!!!!!. " Bentak Charles semakin emosi.
"Juan tahu Pa. " Jawab Juan .
"Dan kamu Felix. " tanya Charles.
"Saya tahu Pa. " jawab Felix lirih.
"APA???? " Bentak Charles.
"Juan kurang tegas. " jawab Juan lirih.
"Saya kurang percaya. "Jawab Felix yang hampir bersamaan.
" Bagus. Bukankah saya sudah menugaskan Anda untuk mengamati semua gerak gerik orang di sekitar Anda. Memilih orang yang benar benar berkompeten untuk memegang setiap proyek yang ada. Lalu kenapa ini bisa terjadi. " ucap Charles menatap Juan tajam.
"Jangan salahkan Juan Papa. Saya yang bersalah tidak mempercayai perkataan Juan, Dia sudah memperingatkan saya tapi saya meragukannya. " jelas Felix.
"Oh begitu rupanya. Saya kira dengan Anda berpacaran dengan Juan berarti Anda mempercayainya 100% ternyata masih ada keraguan didalam diri Anda. Apa orang yang seperti ini yang kamu cintai Juan. " ucap Charles meremehkan Felix.
"Walau Anda putra saya, putra kandung saya. Salah adalah salah, Anda tahu benar itu. " ucap Charles,
yang kemudian berdiri dan menghampiri almari yang berisi beberapa alat untuk menyiksa.
Juan tahu benar karna Dia pun pernah merasakannya. Di ambilnya dua belati sekaligus.
"Dan Anda Juan, seharusnya Anda bisa memilah mana pribadi dan mana pekerjaan. " lanjut Charles menghampiri mereka.
"Letakkan tangan kalian di paha kalian masing-masing. " perintah Charles.
"Papa, saya yang bersalah. Tolong Papa bebaskan Juan. " pintah Felix, Juan tampak terkejut.
"Kalian berdua bersalah dan pantas di hukum. " ucap Charles jongkok didepan mereka.
"Aaaaaaaaaaaagggghhhh.. " teriak keduanya bersamaan hingga terdengar dari luar.
Sontak teriakan itu mengejutkan semua yang ada di luar. Bara dan Wilmer segera beranjak dari duduknya dan berlari kearah suara. Setelah tahu kalau suara itu berasal dari ruang kerja Charles mereka tak berani masuk atau mengetuk pintu. Tak hanya Bara dan Wilmer, mereka semua pun menyusul dan mencari tahu apa yang terjadi.
(Di dalam ruangan)
Kedua nya tampak kesakitan, tapi bagi Juan itu bukan hanya terasa sakit, tapi sangat sangat menyiksanya. Tubuhnya bergetar hebat, keringatnya bercucuran, nafasnya mulai terengah-engah. Dan tangan yang tertancap sebilah belati hitam tampak mengeluarkan asap hitam walau tipis.
"Papa tolong cabut kembali. " ucap Juan lirih menahan rasa sakit.
Felix juga merasakannya tapi rasa sakit itu masih bisa dia tahan. Felix merasa heran kenapa reaksi Juan seperti berlebihan. Felix tidak tahu bahwa belati itu di khususkan untuk menyiksa 2 jiwa sekaligus. Rasa sakit yang diterima Felix masih bisa di terima oleh tubuh tapi tidak dengan Juan, rasa sakitnya akan semakin bertambah dengan seiringnya waktu, semakin lama belati hitam menancap manis di tubuh Juan maka semakin sakit rasa yang diterimanya.
"Ahhkkk.... Uhuk uhuk uhuk." tiba tiba saja Juan batuk darah karena tak mampu menahan rasa sakit yang di terimanya.
Dan darah segar yang turun di paha serta tangan nya mengalir dengan cukup banyak.
Felix mulai merasa khawatir dan was was.
"Papa, belati apa yang Papa gunakan.? " tanya Felix panik.
"Kenapa anda yang panik, itu ada hukuman bagi orang yang melalaikan amanah yang sudah saya berikan. " ucapan Charles sambil memperdalam tusukan.
"Aaaahhhkkk.... " teriak Juan dan felix bersamaan.
"Papa, Juan bersalah. Tolong cabut belatinya. " ucap Juan semakin bertambah pucat.
"Baik kali ini saya maafkan. Lain kali jangan harapkan hal yang serupa. " ucap Charles.
Di cabutnya belati itu bersamaan, Juan tersentak kaget dan langsung pingsan. Felix meringis kesakitan walau bisa tahan. Seperti biasa usai memberi hukuman Charles langsung meninggalkan ruangan. Saat keluar dilihatnya semua berkumpul di depan ruangan.
"Apa yang sedang kalian cari disini? " tanya Charles dingin.
"Itu Pa, Juan dan felix. " ucap Kemal terbata bata.
"Ohh...teriakan mereka nyaring juga. " ucap Charles sinis.
Tak selang berapa lama terdengar lolongan serigala dan suara geraman.
"Mereka berisik sekali. " ucap Charles sinis.
"Kalian rawat mereka berdua. " perintah Charles.
Dan kemudian meninggal mereka semua termasuk Kenzo.