Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Sakitnya kehilangan sesuatu



Tak lama kemudian Juan mulai siuman, dilihatnya Louis duduk sambil menggenggam tangannya erat.


"Louis, ini kamu kan sayang. " ucap Juan lirih.


Seketika itu Louis menatap kearah Juan.


"Iya ini saya Louis. " jawab Louis lirih.


"Bagaimana dengan Chessy? Dia baik baik saja kan?. " tanya Juan lirih.


"Dia ternyata baik baik saja, Chessy hanya ingin bertemu dengan saya saja. Sedangkan Anda...? " jawab Louis sembari bertanya.


Segera tersadar, Juan pun menangis tak tertahankan. Di peluknya tubuh Juan lembut.


"Baby ku Louis, Baby ku hilang. Dia pergi. Papa kejam, hiks hiks hiks. Dia menghilang Louis. " tangis Juan tak dapat dibendung lagi.


"Maaf Juan, ini salah saya. Seandainya saya tahu, saya tak akan pergi meninggalkan Anda. " ucap Louis.


"Kenapa Papa begitu kejam Louis. Apa salah Baby ku?". Isak Juan.


" Juan, semua ini demi kebaikan Anda juga. Jangan salah kan Papa. Papa menyanyangi Anda, ini juga untuk diri Anda sendiri. " bisik Louis.


"Tapi tidak dengan cara seperti ini juga Louis, tidak dengan membunuhnya juga Louis. " tangis Juan semakin keras.


"My baby, hiks hiks hiks. My baby, kenapa semua tak ingin dia hadir Louis? kenapa? Apa salah nya? tangis Juan.


Louis hanya mampu terdiam tak bisa berkata apa apa lagi. Dan hanya mampu memeluk tubuh Juan yang bergetar karena tangisannya, hingga Juan kelelahan dan tertidur dalam pelukan Louis.


"Maaf sayang, maaf tidak bisa melindungi apa yang ingin Anda lindungi. Tapi saya berjanji, Saya akan selalu di sisi Anda untuk selamanya. " ucap Louis lirih.


Waktu berjalan begitu lambat, sejak kehilangan buah hatinya Juan mulai berubah sedikit demi sedikit, namun tak ada yang menyadarinya.


Perubahan itu ibarat koin yang memiliki dua sisi. Ibarat kutub yang berlawanan arah. Di depan semua, Juan bak malaikat yang penuh dengan senyum, dan sedikit manja. Tetapi jika sudah berada diluar bagaikan iblis yang tak mempunyai perasaan. Hanya anak buah dan ke tiga peliharaan nya yang tahu seperti apa Juan sebenarnya.


Badai masih juga belum reda, beberapa orang yang tak menginginkan kebersamaan antara Louis dan Juan mulai membuat rencana ingin memisahkan mereka secara alami. Dengan mengatasnamakan sebuah pekerjaan, dengan sengaja mengirim Louis pergi jauh dari nya.


Sehari, dua hari semua tampak baik baik saja. Seminggu, dua minggu baik Louis maupun Juan masih berkomunikasi seperti biasa walau hanya melalui ponsel ataupun laptop.


Hingga suatu hari Juan mendapat kabar mobil Louis mengalami kecelakaan. Hancur sudah hati Juan apalagi Charles tidak memberikan ijin untuk Juan menemui Louis. Perintah Charles adalah mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat. Tidak adalah tidak, jika melanggar hukuman kejam siap menanti.


Tapi sebagai gantinya Juan mendapatkan kabar setiap saat tentang kondisi Juan. Yang berawal dari kondisi kritis hingga koma. Setiap hari Juan mendapatkan kabar akan kondisi Louis.


Bulan terus berlalu. Hampir 6 bulan lamanya Louis terbaring tak berdaya di atas tempat tidur, dan hanya seorang yang merawatnya. Bukan pelayan ataupun perawat, tapi seorang pria cantik. Seorang pria omega juga yang sengaja di tugaskan untuk merawat Juan.


Devan Hansel cornwall, itu lah namanya. Seorang pria cantik yang selalu memberi kabar ke Charles tentang keadaan Louis. Hingga suatu hari Juan mendapatkan kabar bahwa Louis sadar tapi sebagai memorinya telah hilang walau hanya sementara.


Malam tiba, hari dimana Louis akan kembali pulang semakin dekat. Juan hanya mampu menerimanya. Melihat Juan yang duduk sendiri di ayunan taman duduk termenung sembari menatap langit yang hitam, Bara menghampiri nya.


"Apa yang kamu lakukan disini Juan? " tanya Bara tiba-tiba.


"Ah kamu Bara. Hanya meratapi nasib. " jawab Juan sekenanya.


"Juan lupakan Louis? Dia sudah ada orang lain disisinya. " nasehat Bara.


"Apa semudah itu Bara. Kamu tahu sendiri seperti apa hubungan kami, bahkan sempat sesosok nyawa mungil hadir disini walau dia akhirnya menghilang. " ucap Juan sambil menatap langit malam.


"Kenapa nasibku seperti ini Bara. Aku tak tahu siapa diriku? siapa orang tua ku? , untuk apa aku dilahirkan? Apa tujuan aku di biarkan hidup? Di tinggal kekasih? Baby ku hilang? Dan sekarang orang yang aku cintai menjadi milik orang? " lanjutnya.


"sungguh kejam dunia ini terhadap ku. Apa salah ku? tak pernah sekali pun Aku menyinggung orang yang tak bersalah. Aku hanya akan menghukum orang yang layak dihukum. Tapi lihat Tuhan begitu tega menghukumku dengan mengambil orang orang yang aku cinta. " ucap Juan menatap jauh kedepan, dengan tatapan kosong.


Tak terasa air mata mulai turun berlahan. Bara hanya mampu menatap tanpa tahu harus berkata apa. Perlahan di hampiri Juan, di peluknya dari belakang. Tumpah sudah air mata Juan yang selama ini di coba untuk di tahannya.


Dari kejauhan Kenzo menatap keduanya dan hanya mampu menghela napas panjang.


"Apa yang Anda lihat.? " ucap seseorang tiba tiba dan memeluk dari belakang sambil mencium tengkuknya dengan lembut.


"Emmm...." rintih lirih saat Charles mengecup lembut lehernya.


"Aku melihat Juan. Entah apa lagi yang di alaminya kelak? Banyak sekali masalah yang di hadapinya? " jawab Kenzo sembari membalikkan badan dan memeluk nya.


"Charles, tidak bisakah Louis tidak datang. Baru kali ini aku tidak mengharapkan kehadiran putra ku sendiri.? " pintah Kenzo.


Charles hanya mampu menatap kearah Kenzo.


"Itu tidak mungkin, saya berhutang banyak kepada Devan. Karena Dia Louis bisa hidup sampai sekarang. " ucap Charles lirih.


"Kita lihat saja besok, apa yang akan terjadi. Ingatan Louis hanya sementara, Dia akan kembali seperti sedia kala. " jelas Charles.


"Aku tidak sanggup melihat penderitaan Juan. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. " sahut Kenzo.


"Jika Dia kuat semua akan baik baik saja. " jawab Charles lirih.


"Ini juga merupakan ujian buat Dia. Sekuat apa Dia menghadapi nya tergantung dengan hatinya. " lanjut Charles.


Kemudian di gendong nya Kenzo dan di rebahkan di atas ranjang.


"Sudah malam ayo kita tidur. " pintar Charles sambil berbaring disebelah nya.


Di peluk nya tubuh kecil Kenzo dengan lembut.