
Dirasa cukup lama pelayan tersebut memberanikan diri mengganggu kedua sejoli itu.
Tok tok tok
"Permisi Tuan Juan, Tuan muda. Maaf saya mengganggu. " ucap pelayan tersebut sambil menunduk.
"Ada apa cepat katakan.? " tanya Felix seketika dingin.
"Tuan Besar sudah menunggu Tuan Juan di ruang kerjanya. " ucap pelayan tersebut gugup.
"Sayang. Apa Papa mencari kamu.? " tanya Felix.
Juan menganggukkan kepalanya pelan.
"Bisa bantu Juan kesana. " ucap Juan.
"Ini masih sakit. " tunjuk Juan ke lukanya.
Di lihat nya dengan seksama luka Juan. Felix jadi bingung padahal lukanya sama dan dengan belati yang sama tapi kenapa luka Juan lebih parah. Luka Felix walau terkoyak tapi hanya seperti luka biasa. Sedangkan luka Juan seperti terkena benda tajam yang membara, hingga membuat disekitar luka memerah dan seperti terbakar.
"Sakit ya? " tanya Felix.
Juan mengangguk manja.
"Kamu kesana saja dulu nanti kami menyusul. " perintah Felix.
Pelayan tersebut undur diri. Kemudian Felix membantu Juan untuk bangun dari ranjang.
~"Aneh ini aneh. Luka tak seberapa kenapa Juan merasakan sakit yang luar biasa ya"~ ucap Felix dalam hati
Di bantunya Juan hingga di depan ruang kerja Charles.
Tok tok tok
Juan mengetuk pintu.
"Masuk." ucap Charles.
"Felix disini saja ya. " pintah Juan.
Felix hanya mengangguk pasrah.
Juan masuk dengan tertatih-tatih karena merasa sakit saat di pakai jalan.
Charles mengamati Juan dengan seksama. Raut muka Juan sudah mulai pulih walau belum 100%.
"Duduk. Bagaimana luka kamu? " tanya Charles tanpa melihat kearah Juan.
Juan pun duduk di kursi di depan Charles.
"Sudah mulai membaik Pa. " jawab Juan.
"Bagus. Lalu dia.? " tanya Charles kembali.
"Juan merasa sedikit aneh. Komunikasi Juan dengannya lemah, seperti nya dia tertidur. " jelas Juan tanpa ada yang di tutupi.
"Baguslah." jawab Charles pendek dan menghentikan aktivitas.
"Siapa nama Dia? " tanya Charles tiba tiba dan menatap Juan tajam.
Juan terkejut bukan main saat mendengar pertanyaan Charles.
"Kenapa terkejut. " ucap Charles menatap.
"Nama nya Lucifer. " jawab Juan lirih.
"Begitu rupanya. Terlalu lemah. " ucap Charles.
"Saat ini Dia masih lemah karena suatu hal. Juan belum menemukan apa yang di cari Lucifer. " jelas Juan.
"Kalung itu jangan pernah di lepas. Jika sudah tiba waktunya kalung itu akan meredup sendiri " ucap Charles tak menghiraukan perkataan Juan.
"Sudah sana pergi. " ucap Charles.
Juan beranjak dari duduk nya dan pergi meninggalkan Charles.
Waktu terus berlalu. Hari hari di lewati seperti biasa. Tak ada hal yang menghebohkan, tak ada drama yang berarti. Semua sibuk dengan jadwal dan kesibukan masing masing.
Tak terasa sudah cukup lama mereka menjadi sebuah keluarga, banyak perubahan pada diri mereka. Mulai dari penampilan cara bergaul dan cara berkomunikasi. Sedikit demi sedikit dari yang kasar menjadi bisa mengendalikan diri, dan dari yang lembut menjadi tegas. Banyak yang di pelajari disana, Juan pun sengaja mendatangkan beberapa orang yang berkompeten untuk mengajari mereka sesuatu selain pelajaran di sekolah. Seperti bisnis hingga ke fisik. Seperti taekwondo, kungfu, dan senjata. Sengaja Juan melatih dan mengamati siapa siapa yang ahli dibidang itu.
Bahkan tak jarang mereka di ajari tentang jaringan komputer dan segela ***** bengek dunia teknologi. Untuk yang satu ini Charles mengharuskan semua bisa.
Tak ada penolakan dari mereka, semuanya mengikuti dan mempelajari. Bagi mereka ini adalah kesempatan yang cukup langka. Tanpa tahu bahwasannya orang tua angkat mereka adalah seorang mafia yang tak bisa di sentuh oleh siapapun baik itu dunia atas atau pun dunia bawah.
Juan paham betul itu, maka dari itu Dia mempersiapkan kalau kalau ada musuh Papa mereka yang mengincar salah satu dari mereka. Jadi mereka sudah mempunyai sesuatu untuk melindungi diri mereka sendiri. Itu yang ada di pikiran Juan. Charles tak pernah menyesal mengangkat Juan walau sejatinya ada makhluk lain di dalam diri Juan yang tidak bisa di profokasi. Charles tidak pernah membedakannya selagi Dia setia dan tunduk dengan dirinya.