
Dan kegelapan, samar samar terlihat sebuah meja batu. Segera Juan turun dan berjalan menghampiri meja itu. Di amati sekeliling nya dia cukup heran apa yg menopang lantai di atasnya sehingga lantai atas itu kokoh dan tak rapuh atau jatuh kebawah saat diinjak nya.
Di amati meja itu, Juan berjalan mengelilingi meja itu sembari memegang setiap inci meja itu. Tanpa sadar jari tangan Juan tergores dan mengeluarkan darah. Ternyata darah itu diserap oleh meja batu.
"Juan gores lagi tangan mu dan tuang darahnya di atas meja. " perintah Lucifer.
"Aku merasakan sesuatu milikku ada di sini. " lanjutnya.
"Iya kamu benar. " ucap Juan.
Diambilnya belati yang sebelumnya sudah di persiapkan oleh Juan. Di irisnya telapak tangannya sehingga mengeluarkan darah yang cukup banyak. Segera Juan membiarkan darah itu turun dengan bebasnya di atas meja. Dan benar saja darah itu seketika langsung menghilang dan terhisap masuk kedalamnya.
Pelan namun pasti ternyata itu bukanlah sebuah meja, tepatnya adalah sebuah peti yang terbuat dari batu. Terlihat di dalam nya terdapat sebuah kotak berwarna hitam dan berlapis emas dan juga merah. Segera diraihnya kotak tersebut, saat di buka bukan main terkejutnya Juan dan juga Lucifer.
"Ini adalah separuh jantung kita. Inilah yang kita cari selama ini. Sebagian kekuatan kita yang hilang, akhirnya aku mendapatkan nya. " ucap Lucifer senang bukan main.
"Kamu benar, lengkap sudah jantung kita. Ternyata ini ada disini, kemana pun kita mencari tak akan pernah ketemu. Karena ini ada di wilayah kekuasaan Papa. " ucap Juan tersenyum senang.
"Yah, kau benar. Tempat ini ternyata ada di bawah kekuasaannya. Dengan ini kita akan tahu siapa kita sebenarnya. " ucap Lucifer senang.
"Cepat serap itu tak sabar rasanya aku merasakan kekuatan yang sempurna. " ucap Lucifer tak sabar.
"Baik lah, " jawab Juan.
Juan pun menutup matanya dan menghisap asap merah yang keluar dari jantung itu dengan mulutnya, berlahan namun pasti jantung itupun berubah menjadi asap merah dan masuk dengan bebas kedalam mulutnya.
Lama lama tubuh Juan mulai diselimuti cahaya merah. Sayap Juan yang awalnya berwarna hitam mulai berubah menjadi hitam legam dan lebih besar dari sebelumnya. Membungkus tubuh Juan seperti sebuah kepompong. Setelah cahaya merah mulai memudar dengan pelan sayap hitam membuka serta melebarkan sayapnya dan merentangkan tangannya.
"Aaaaaaaaaaaaggrrr." teriak Juan menggema hingga keluar kuil.
Teriakan yang mengerikan dan penuh dengan aura membunuh dirasakan oleh semua hewan di sekitarnya. Burung burung berterbangan dengan cemas. Hewan kecil bersembunyi di sarangnya, Jaguar meraung dengan keras. Kalung pemberian Charles hancur berkeping-keping. Sehingga cincin yang di kenakan oleh Charles sebagai penghubung antara dia dan Juan ikut hancur. Charles terkejut bukan main.
(POV Charles)
Segera Charles menghubungi Kenzo. Setelah ponselnya di angkat oleh Kenzo segera Charles berbicara tanpa basa basi.
"Kenzo, dimana Juan? " π² tanya Charles datar.
"Berapa hari tepatnya? " π² tanya Charles lagi.
"5 hari dari sekarang. Ada apa memangnya Charles? " π² tanya Kenzo mulai khawatir.
"Dia pakai baju apa? " π²Charles kembali bertanya dan tak menjawab pertanyaan Kenzo.
"Pakai baju hitam nya seperti biasanya. " π² jawab Kenzo.
"Charles ada apa sebenarnya? " π² tanya Kenzo mulai tak sabar.
"Bukan kah sudah saya bilang, jangan ijinkan Juan untuk pergi jika dia memakai baju serba hitam. " π² tegas Charles.
"Cincin saya, penghubung antara Juan dan Saya hancur. Ini bertanda dia mendapatkan kekuatannya secara utuh. " π² jelas Charles.
"Kita hanya tinggal menunggu, dia kawan atau lawan. " π² lanjut Charles.
"Maaf saya lalai. " π² ucap Kenzo merasa bersalah.
"Sudahlah ini bukan salah Anda. Kita hanya bisa menunggu kepulangannya saja. " π² lanjut Charles dan menutup ponselnya.
(POV Juan)
Usai terserap semua kekuatan yang ada, Juan membuka matanya pelan. Penampilan Juan dan Lucifer pun mulai berubah. Disaat berubah menjadi iblis berambut merah kini rambutnya senada dengan rambut Juan, hanya saja warna matanya semakin merah menyala, kukunya panjang hitam dan runcing serta sayapnya yang semakin lebar. Tampak lebih dingin, dan kejam.
"Hahahahaha...... " tawanya yang keras menggema ke segala penjuru.
"Lihat Juan, akhirnya kita tahu siapa kita sebenarnya. Siapa kau dan aku yang sebenarnya. Ternyata kita ada keturunan murni sang iblis, kita adalah pangeran iblis. Kau adalah aku dan aku adalah kau. Mari kita berdua taklukkan dunia ini. " ucap Lucifer dengan sombongnya.
"Cifer, tenang lah, jangan terlalu sombong. Lebih baik kita keluar dulu. Setelah itu kita lihat apa yang akan terjadi. Kita akan cari siapa sebenarnya orang yang sudah mengambil sebagian kekuatan kita dan menyembunyikannya disini. " jelas Juan.
"Kau benar, mari kita keluar dari sini sayang. " ucap Lucifer.
Juan tersenyum puas. Dengan sekali hentakan Mereka terbang ke atas dan keluar dari kuil. Tak lama kemudian setelah Juan keluar dari kuil tiba tiba saja kuil itu runtuh dan hancur berantakan. Runtuh nya kuil itu dirasakan pula oleh sebuah aliran putih yang bertanggung jawab atas penyegelan jantung mereka. Kegelisahan melanda para petinggi di aliran tersebut dan mengutus beberapa anggota nya untuk menyelidiki apa yang terjadi.