
Juan menatap heran pesawat itu, pikirnya mungkinkah tuan muda kali ini terlalu dimanjakan hingga mengunakan layanan semewah ini. Tanpa alasan juan berdecak sebal.
Kay sendiri segera turun dan berdiri dimobil utama lalu mempersiapkan diri sembari membuka pintu mobil.
Dari pintu pesawat terlihat sepasang sepatu hitam mucul dan perlahan berjalan menurun tangga.
"Tuan muda" panggil kay membuat pria itu menoleh, lalu tersenyum.
Segera pria itu menghampiri kay,
"kay." panggilnya.
"ya tuan muda?" jawab kay datar namun terkesan sopan.
Pria itu melirik kesegala sisi,
"Papa bilang yang menjemput saya bukan hanya anda bukan?". Ucapnya ketika hanya melihat Kay saja yang ada di depannya.
Juan hanya menatap dari dalam mobil dan bersandar di kursi tanpa ada niatan untuk keluar dari mobil.
"Apa Papa tak salah meminta Juan untuk mendampinginya. " guman Juan menatap kearah pria itu.
Kay menatap ke arah mobil dan mendapati Juan yang masih dengan santainya duduk didalam mobil.
"Tuan Juan ada di dalam mobil menunggu anda." ucap nya datar.
"Juan. Siapa Dia? " tanyanya sambil berjalan kearah mobil yang disiapkan untuk nya.
"Putra angkat tertua dari Tuan Besar. " jelas Kay.
Melihat majikannya datang segera sopir membukakan pintu belakang untuk nya. Sejenak Juan menatap kearah pintu, tampak sesosok pria yang maskulin, menatap tajam kearahnya, Juan hanya tersenyum tipis saat melihat pria itu masuk dan duduk disampingnya.
Sedangkan Kay sendiri duduk di kursi depan.
Ditatapnya juan yang masih duduk nyaman di kursi mobil.
Pria itu duduk, tanpa perintah segera supir mengemudikan mobil untuk menuju castil Charles.
"penyambutan yang amat dingin" sungut pria itu.
Juan yang sadar akan lirikan kay langsung merespon si tuan muda itu.
"maafkan saya tuan muda...?"
"mattheo" sela kay diatara titik tanya juan.
"tuan muda mattheo, penyambutan Juan kurang hangat. Karena saat ini mood Juan tidak terlalu bagus, maaf atas ketidak sopanannya" lanjut juan dingin.
Mattheo neon altair Ethelbert.
Tuan muda kedua dari Charles dan kenzo. Matteo sendiri lahir di new york yang hanya pernah 4 kali mengunjungi castil Charles dan ini adalah ke 5 kalinya.
Wajahnya gagah indah pria dewasa, dengan mata biru tua dalamnya laut. Surai hitam yang mengkilap dengan suara jantan yang agak arogan.
Sifatnya tak jauh beda dari sibungsu, playboy si penggoda. Yang selalu menebar aura kasih dan pesona nya kesegala penjuru.
Back of story
Decak sebal terucap dibibir Mattheo.
Perjalanan dilewati dengan sahut pahut dari mattheo dan kay tanpa secuil suara dan kata dari juan.
Tak terasa jalanan sudah habis membuat mereka telah sampai di castil Charles. Saat dibuka pintu mobil segera pelayan menghampiri tuan mudanya, menerima barang bawaan Mattheo.Terlihat kenzo didepan pintu bersanding dengan Charles, menatap lembut kearahnya membuat kedua mata arogannya itu redup lembut sembari menghampiri Kenzo itu.
"Ayah.. Theo pulang" panggilanya pelan sembari memeluk Kenzo lembut.
Charles menatap dingin kearah putranya yang sudah besar itu memeluk istrinya, suka tak suka Charles hanya bisa diam tak membeberkan perasaan pada ekspresinya.
Sehabis rindu meluap dalam dekapan, Mattheo segera menunduk hormat salam pada Charles.
"Selamat siang Papa, Theo pulang" ucapnya hormat.
Juan yang sendari tadi sudah turun dari mobil melihat dari kejauhan, menatap aura kasih sayang diantara ketiganya.
"Beginilah seharusnya keluarga, kenapa Juan malah mencuri salah satu kebahagian mereka" ucap Juan lirih, tak sadar tangan kanannya bergetar hebat.
Segera Juan memalingkan pandangannya, sejenak Juan menghela napas panjang dan mulai mengatur dan menata perasaannya.