Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kepergian Felix



(Kembali ke Juan)


Ditatap nya lorong panjang itu, dengan langkah cepat Juan segera menyusuri lorong itu. Dan benar saja di lihatnya sebuah kamar yang di jaga ketat oleh beberapa bodyguard. Dan mereka bersenjata lengkap. Dengan langkah santai Juan mendekati kamar tersebut.


"Berhenti, siapa kamu?? Beraninya kamu datang kemari!! " Bentak salah seorang bodyguard tersebut.


Belum sempat Juan menjawab Leopard menggeram keras dan hendak menyerang.


"Kalian bertiga diam dulu. " ucap Juan.


"Kalian bukan anak buah Papa kah. ? " tanya Juan.


"Jangan banyak bicara, ini bukan tempat kamu, cepat pergi atau kamu akan mendapatkan akibatnya. " ancam salah satu nya.


"Saya tidak akan pergi sebelum bertemu felix. " ucap Juan lantang.


"Lancang sekali, kamu. " hardik nya keras.


"Ada apa kalian berisik. " ucap seseorang yang tiba tiba keluar dari ruangan.


"Maaf Tuan Muda ke dua. Ini ada anak muda yang memaksa ingin bertemu Tuan Muda Felix. " ucapnya sedikit ketakutan.


"Usir Dia, tapi jangan di bunuh. Dia anak angkat Papa. " ucapnya. Dan masuk kembali ke dalam.


"Tunggu, biarkan saya bertemu dengan Felix. " teriak Juan.


"Apa kalian tuli. Usir dia. " perintahnya lagi.


Disaat 3 orang menghampiri Juan, hendak menarik tangan Juan Leopard melompat dan menerjang mereka begitu juga dengan King dan Queen.


Seketika itu, semua bodyguard terkejut bukan main. Dan Dia pun tak kalah terkejut nya.


"Siapa dia, kenapa ketiga hewan itu sangat melindungi nya. " guman pria itu.


"Berhenti semua. " bentak orang lain lagi.


Yang ternyata adalah Charles.


Semua terdiam tak bersuara kecuali Juan dan Leopard. Yang sedikit waspada.


"Juan, tenang. " bentak Charles.


Juan mulai terdiam.


"Masuk." perintah Charles.


"Tapi Pa dia... " belum selesai pria itu berbicara Charles menatap tajam.


"Suruh pelihara Anda tetap di tempat. " perintah Charles.


"Kalian diam, tapi waspada. " perintah Juan.


Charles menatap tajam kearah Juan.


"Baiklah Pa. Kalian tenang saja semua aman. " ucap Juan.


Ketiganya langsung diam dan mulai berbaring.


Semua yang melihat terkejut tak percaya.


Juan masuk ke dalam saat melihat kondisi felix yang tak berdaya tubuhnya langsung limbung, dengan sigap pria yang sedari tadi menatapnya menangkap Juan agar tidak sampai jatuh. Juan menatap sendu. Dia pun memapah Juan untuk mendekati Felix.



Felix tampak tak berdaya, banyak peralatan medis yang menempel pada tubuh Felix, tampak balutan perban hampir di seluruh tubuhnya, terutama kepalanya.


"Papa. Felix.... " Juan hanya mampu menatap.


"Felix.... Bangun sayang, Juan ada disini. " ucapnya sambil menangis dan memeluk tubuh Felix.


Pria itu yang sedari tadi melihat hendak menegur Juan tapi di cegah oleh Charles, kenzo yang sedari tadi ikut mengawasi tak kuasa membendung air matanya.


"Felix sayang. Lihat Juan kamu sudah ada disini, tak ingin kah kamu memelukku. " rintihan Juan.


"Felix ayo lah bangun, Juan mohon bangun lah. Jangan buat Juan khawatir. Bukan kah kamu berjanji akan ajak Juan jalan jalan. " ucap Juan tersedu sedu.


"Juan mohon bangun lah sayang. Juan tahu Felix orangnya kuat, Felix pasti bisa bertahan. Hiks hiks hiks, ayo bangunlah sayang. " ucap Juan sambil menunduk.


Tiba tiba monitor pendeteksi detak jantung bergerak tak normal segera pria itu menarik Juan agar menjauhi Felix, sehingga memudahkan dokter memeriksa kondisi Felix. Juan yang masih terkejut terdiam tanpa berkata kata. Ternyata semua berlalu begitu saja, perlahan namun pasti frekuensi detak jantung Felix semakin lemah dan menghilang, Kenzo menangis dalam pelukan Charles, sedangkan Juan menatap tanpa ekspresi, terdiam bak patung tak bernyawa, terdiam dan hanya terdiam. Pria itu dibuat bingung dengan ekspresi Juan yang bagaikan mayat hidup. Dan kemudian menatap Charles.


"Tampar wajahnya. " perintah Charles.


Tanpa pikiran panjang pria itu langsung menampar keras wajah Juan agar tersadar. Seketika Juan tersentak kaget dan berteriak histeris, tanpa sadar pria itu memeluk erat Juan, Charles hanya menggelengkan kepala.


Segera dokter melepas semua peralatan medis dari tubuh Felix.


"Kalian segera urus Jasad Felix." perintah Charles.


"Kamu lakukan pemakaman Felix dengan seharusnya. Dan ya, bawa Juan kekamar nya." perintah Charles.


Kemudian berlalu meninggalkan semua dan kembali ke rumah utama.