Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Pencarian!!!



Louis dan Devan terteguk tak percaya. Di tambah mendengar ucapan Juan yang berbicara dengan Jaguar seakan akan berbicara dengan manusia.


Dan lebih mengejutkan lagi Jaguar itu menuruti perkataan Juan dan naik ke atas dan menghilang kearah kamar Juan.


"Ayah, apa apan ini. Kenapa ada Jaguar yang bisa seenaknya keluar masuk ke dalam rumah. " tanya Louis tak suka dan merasa khawatir.


"Dia... " belum selesai Kenzo menjawab.


"Dia saudara ku. " jawab Juan pendek.


Tak lama kemudian 2 ekor anjing husky datang dengan tenang nya.


"Mereka juga saudara ku. " ucap Juan sebelum Louis bertanya.


"Kalian, langsung ke kamar. Leo sudah menunggu nanti Juan menyusul. " ucap Juan tersenyum manis dan mengecup keduanya.


Keduanya pun naik ke atas.


"Mereka hewan buas. Mana mungkin bisa menjadi saudara. " ucap Devan ketakutan.


"Tapi mereka lebih bisa di percaya, dan tak akan pernah menusuk dari belakang. Atau berkhianat dan melupakan orang yang spesial buat mereka. " ucap Juan datar dan dingin, sambil menatap ke arah Louis.


"Sudah sudah kita masih di meja makan. Tidak bisakah kita makan dengan tenang. " sela Wilmer menengahi.


"Bang Louis, ke tiga hewan itu sudah mendapat ijin khusus dari Papa. Dan semua aman kok. " ucap Sella.


Mendengar itu akhirnya Louis dan Devan bisa tenang dan kembali nikmat makan pagi nya. Sedang kan Juan naik ke atas menghampiri ketiga hewan itu.


"Sudah saatnya kita kembali ke tujuan utama Juan. Kalian bantu ya. " ucap Juan sambil berganti pakaian.



Usai berganti pakaian segera Juan turun. Ternyata semua sudah selesai dengan sarapan nya dan mulai berangkat ke aktivitas mereka sendiri sendiri.


Kecuali Louis, Devan dan Kenzo, mereka tampak berbincang bincang di ruang tamu. Ketika melihat Juan berpenampilan seperti itu, tentu saja membuat Kenzo terkejut.


"Juan mau kemana kamu?. Papa sudah memberi peringatan agar kamu tidak keluar rumah dengan pakaian seperti itu." ucap Kenzo tak senang.


"Maaf Ayah, Juan harus pergi untuk beberapa hari. Leopard menemukan apa yang Juan cari, tempatnya lumayan jauh. Tapi masih ada di daerah ini. " jelas Juan.


"Tapi Juan..... " belum juga Kenzo meneruskan.


"Juan baik baik saja. Ayah jangan khawatir, setelah semua beres Juan pasti pulang. " potong Juan.


"Dan kamu Louis. " Juan menghampiri Louis yang menatapnya seakan akan merasa khawatir.


Juan melepaskan cincin yang melingkar di jari manisnya.


"Ini Juan kembalikan. Kamu boleh berikan ke Juan lagi bila di anggap perlu, dan buang bila di anggap tak perlu. " ucap Juan sembari memberikan cincin itu.


Juan pun pergi bersama ketiga hewan kesayangannya dan menghilang di antara rerimbunan pohon.


(Pov Louis.)


"Ayah kemana Juan pergi? Kalau memang cukup jauh bukannya bisa pergi dengan motor atau mobil? " tanya Louis penasaran.


"Aku sendiri juga tidak tahu Louis. Sepertinya kepergiannya kali ini cukup lama, semoga dia kembali dengan kondisi yang baik baik saja. " ucap Kenzo sembari menatap ke arah luar.


"Apa maksud Ayah? " Louis semakin bingung.


"Setiap kali Juan pergi dengan baju hitamnya, pasti pulang dengan penuh luka. " jawab Kenzo lirih.


Semua pun terdiam dengan pikiran masing-masing.


(POV Juan)


Juan yang pergi dengan perasaan hampa, berlari di tengah hutan yang rimbun. Berlari sembari meneteskan air mata.


"Apa yang kamu tangisi Juan? " tiba tiba sebelah mata Juan berwarna merah menyala.


"Diam kau cifer. " tegur Juan.


"Fokus dengan apa yang kita cari saja. " lanjut Juan.


"Oce,. " jawab Lucifer.


Semakin masuk kedalam hutan semakin gelap suasana nya. Entah sudah berapa hari Juan atau Lucifer dan Juga Leopard berada di tengah tengah hutan belantara. Sedangkan King dan Queen di minta bertetap tinggal di rumah karena tak mungkin buat ke duanya mengikuti Juan dan juga Leopard.


Tak lama kemudian terlihat reruntuhan yang cukup suram. Tampak jelas kalau reruntuhan itu tak pernah ada yang mendatangi atau lebih tepatnya tidak pernah ada yg bisa masuk kesana.


Jangankan manusia sepertinya hewan pun enggak untuk mendekat, begitu juga dengan Leopard yang hanya mampu berdiam dan mulai meringkuk karena merasa takut akan tekanan kekuatan yang tak tampak namun terasa sangat berat dan mencekam.


"Juan aku merasakan kekuatan yang cukup familiar, cukup akrab dan seperti nya ini memang milikku".ucap Lucifer senang.


"Kau benar, aku juga Lucifer. Aku merasakannya juga. " ucap Juan tersenyum bak iblis yang menemukan mangsanya.


Berlahan namun pasti Juan memasuki kuil itu. Di amati sekeliling nya.


"Ini sekta iblis. Ini tempat berkumpulnya pengikut iblis. " ucap Juan melihat beberapa simbol iblis yang masih samar samar.


"Ya kamu benar Juan. Lihat ada yg bercahaya hitam disana cepat kesana. " pintah Lucifer.


Juan segera menghampirinya.


Dan benar saja saat Juan mendekat dan memegang cahaya itu, tiba tiba pintu bawah tanah terbuka, tak ada tangga yang ada hanya kegelapan. Segera Juan melepas bajunya, dan mengeluarkan sayap iblisnya dan terbang turun ke dalam. Juan terkejut bukan main. Di bawah tak ada apapun hanya sebuah pohon Oak yang sangat besar dan jalan setapak.