
Hanya tersisa Bara seorang yang mengawasi setiap gerak gerik Juan tanpa henti. Saat Juan hendak berdiri segera di papahnya Juan. Felix yang ikut memapah Juan terkejut.
"Bara.. " ucap Juan lirih.
"Kau lepaskan Dia, saya bisa papah Dia sendiri. " tegur Felix tak suka.
"Apa kamu bodoh Felix, walau kamu bisa lihat dengan baik luka Juan. " ucap Bara tegas.
"Dan kamu juga, jangan lagi berpura pura kuat. Disini sudah tidak ada orang. " tegur Bara pada Juan.
Juan menghela napas panjang, dan benar saja Dia mulai sedikit limbung, segera Bara dan Felix memapahnya dengan benar.
"Kamu itu manusia macam apa? Beruang sebesar itu kamu kejar, kamu kira beruang itu kucing apa? " ucap Bara ngomel tak henti henti hingga ke kamar Juan.
"Iya iya, dah jangan ngomel terus berisik. " keluh Juan.
Felix hanya menatap Juan heran.
Setelah merebahkan badan Juan, Bara mengambil celana pendek dan kaos baru untuk Juan dan mengambil baskom berisi air bersih dan handuk kecil.
"Felix lebih baik kau bersihkan badan Juan dari lumpur dan kotoran gih. " perintah Bara.
"Berani nya kamu perintah saya. " protes Felix.
"Ya sudah kalau begitu biar aku saja yang bersihkan badan Juan. " ucap Bara sambil meletakkan baskom yang diambilnya tadi.
"Juan lepas celana jeans kamu. " pintah Bara.
"Bantu napa, sakit tahu. " sahut Juan.
"Lah kenapa pake lepas celana segala? " tanya Felix bingung.
"Kamu itu kelewatan bego atau gimana sih. Lihat badan Juan penuh lumpur, kalau gak di bersihkan lukanya bisa infeksi. " umpat Bara.
"Astaga, maaf. " jawab Felix baru sadar melihat kondisi Juan.
"Sini biar saya saja yang membersihkan kamu siapkan saja obat yang diperlukan untuk Juan. " ucap Felix sambil duduk di sebelah Juan yang hanya tinggal memakai celana pendek saja.
"Bara, siapkan makanan buat Juan. Dia pasti lapar. " perintah Felix.
"Bilang saja kalau mau ngusir gak usah pake alasan segala. " geram Bara.
Felix hanya menatap dan tersenyum tipis. Sedangkan Juan tertawa kecil. Bara pun pergi karena tak ingin melihat kebersamaan Juan dan Felix. Jika ditanya apa dia cemburu, yah rasa cemburu menggerogoti hati Bara saat melihat kebersamaan mereka. Tapi apa mau di kata Dia tak bisa memiliki Juan karena sebuah peraturan yang harus di taati.
Dengan pelan Felix membersihkan tubuh Juan dengan pelan. Ditatap nya tubuh Juan dengan teliti, setelah dirasa bersih segera di simpan nya baskom yang airnya mulai kotor itu
Saat Juan berusaha untuk duduk, Felix segera membantu dan duduk dibelakang Juan, di biarkan nya Juan bersandar pada dirinya.
"Tubuh kamu itu kecil, tapi dari mana kekuatan itu berasal hingga kamu bisa membunuh beruang itu sendiri.? " tanya Felix penasaran sambil mengelus lembut rambut Juan.
"Juan tidak sendiri Felix, ada leopard, King dan juga Queen, mereka lah kekuatan Juan. Dan lagi Juan gak sekecil itu juga kali. " ucap Juan manja.
"Haaa... Juan. Jangan seperti ini lagi, kamu membuat saya khawatir. Saya tak ingin melihat luka luka di tubuh mu lagi kedepannya. " pintah Felix lirih.
"Akan Juan usaha kan tak ada luka lagi ditubuh Juan. " ucap Juan sambil tersenyum manis.
Di kecup lembut bibir kekasih nya itu, Juan hanya mampu menikmatinya. Tanpa mereka sadari Bara ada di balik pintu, kedua tangan nya mengepal erat menahan cemburu.
"Juan harus menjadi milikku". Lirih.
Setelah menarik napas panjang Bara mulai masuk kekamar Juan.
"Sudah mesra mesranya, kalau sudah ayo kita obati luka Juan " ucap Bara yang tiba tiba masuk ke dalam kamar.
"Kau mengganggu saja. " keluh Felix geram.
Akhirnya mau tak mau Felix melepas pelukan dan mulai merawat Juan tentu saja Bara ikut membantu.
"Juan tumben mereka bertiga tidak datang? " tanya Bara.
"Mereka kenyang dan juga sedang menyembunyikan sisa makanan untuk di makan nanti. " jelas Juan.
Kemudian memakai baju bersih.
"Dah kamu istirahat gih biar cepat pulih. Ayo Felix kita keluar. " ajak Bara sambil menyeret Felix keluar kamar Juan.
"Lah kenapa saya juga harus ikut keluar juga.? " protes Felix.
"Kalau kamu disini bukannya buat Dia istirahat malah bakal buat dia kecapekan. " tegur Bara.
"Baiklah sebagai gantinya kamu yang akan temani saya bersenang senang. Bagaimana. " goda Felix.
Juan melotot kan matanya, dan Bara memukul pelan kepala Felix. Felix hanya tertawa senang. Dan akhirnya tinggal Juan sendiri didalam kamar.