
Waktu berjalan berjalan begitu saja. Walau semua tampak biasa saja tapi tidak untuk Mattheo. Sedangkan kedekatan Queen dengan Mattheo sedikit demi sedikit membuka pintu hati Juan. Sikap Juan yang semula dingin dan datar kembali sedikit mencair. Melihat Queen yang bisa menerima kehadiran Mattheo membuat Juan sedikit luluh. Berbeda dengan Mattheo yang masih juga datar dan dingin walau senyum terkadang hadir di sudut bibirnya. Hanya saja yang hadir adalah senyum palsu. Penghianat yang dilakukan mantan kekasih nya sangat membekas di lubuk hatinya. Rasa tak percaya lagi akan cinta membuatnya sering mempermainkan perasaan seseorang, itu kenapa membuatnya di juluki si playboy berhati dingin.
Kesan dingin dan misterius yang sering terlihat dari diri Mattheo terkadang mengusik hati kecil Juan untuk mengenal sosok Mattheo lebih dalam lagi. Tapi terkadang hati kecilnya masih enggan untuk menerima kenyataan itu.
Waktu berjalan begitu lambat bagi Mattheo yang mengharuskannya untuk segera beradaptasi dengan lingkungan baru. Itu yang membuat Mattheo memaksakan dirinya, hingga belum genap 1 bulan Mattheo tinggal disana akhirnya tak mampu lagi memaksakan diri. Mau tak mau Mattheo pun harus tertidur lemas di atas ranjangnya.
Alferdo, dokter yang selalu senantiasa menjadi dokter pribadi keluarga Charles sudah datang untuk memeriksa keadaan Mattheo. Tampak jelas raut wajah khawatir dari Kenzo.
"Bagaimana keadaannya Alferdo? " tanya Kenzo cemas.
"Jangan khawatir. Dia hanya perlu istirahat baik badan maupun pikirannya, dan satu lagi layanan ekstra mungkin bisa membantunya untuk sembuh lebih cepat. " jawab Alferdo .
"Lalu kami harus seperti apa? " tanya Charles.
"Cukup buat dia istirahat ekstra saja, dan bantu dia untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. " jawab Alferdo.
Charles hanya mampu menghela napas panjang, Kenzo terdiam tak tahu harus berbuat apa.
"Charles, biar Juan saja yang merawat Mattheo. Saya rasa dia orang yang pas untuk merawat nya. " ucap Kenzo memecah keheningan.
"Kenzo benar, Juan orang yang penyabar. Melihat sifat dari Mattheo saya rasa Juan mampu mengatasinya " sela Alferdo.
"Kalian yakin untuk meminta Juan merawat Mattheo. Kalian lupa siapa Juan? " tanya Charles mencoba menyakinkan.
"Saya rasa Juan sudah mulai berubah. Dan lagi dia sudah mempunya Krish, jadi saya rasa tak akan terjadi apa apa. " ucap Kenzo mencoba menyakinkan Charles.
"Baiklah kalau itu yang Anda fikirkan. Saya suruh Juan untuk merawat Mattheo. " ucap Charles mengalah.
Alferdo mulai memasang beberapa hal yang di butuhkan oleh Mattheo kemudian meninggalkan castil Charles. Sedangkan Charles sendiri setelah meminta pelayan untuk memanggil Juan keruang kerja segera beranjak ke ruang kerja. Kenzo sendiri lebih memilih untuk kembali kekamar untuk beristirahat.
Tok tok tok.
Terdengar suara pintu di ketuk
"Masuk." sakit Charles dari dalam ruangan.
Juan masuk dan langsung duduk di kursi.
"Papa mencari Juan, apa ada yang ingin Papa perintahkan? " tanya Juan tanpa basa basi.
Charles menatap dengan enggan kearah Juan. Rasa tak ingin tapi harus, mambuat Charles sedikit merasa cemas. Charles hanya mampu menghela napas panjang karena Dia sendiri tak yakin dengan keputusan nya ini.
"Anda rawat Mattheo hingga Dia sembuh, dan buat Dia nyaman dengan lingkungan baru. " ucap Charles datar tanpa ekpresi.
Juan terkejut mendengar perintah Charles.
"Kenapa harus Juan juga Papa. Masih ada Bara, Wilmer dan Kemal, kenapa bukan mereka saja yang bantuin Mattheo. " jawab Juan merasa tidak senang.
"Saya tidak mau dengar protes dari anda. Perintah saya mutlak dan kerjakan. " perintah Charles.
Juan hanya mampu menghela napas panjang.
"Baiklah sesuai perintah Papa. " jawab Juan tak bersemangat.
Juan meninggalkan ruang charles. Dengan enggan Juan masuk ke dalam kamar Mattheo, ditatap nya Mattheo dari arah pintu.
Juan menatap kearah meja kecil di samping ranjangnya, banyak obat obat yang harus di berikannya selama Dia harus merawat Mattheo.
"Sungguh merepotkan, tugas seorang sekretaris haruskan juga menjadi seorang perawat juga. " keluh Juan.
Di tatapnya infus yang menghias manis di tangan Mattheo. Di amati seksama agar tak terjadi kesalahan.
"Emm.... Semua sudah beres. Tinggal tunggu dia bangun dan minum obat nya." ucap Juan berbicara sendiri.
"Harusnya Dia sudah bangun untuk minum obat. Kenapa sedari tadi masih tertidur. " Juan mulai sedikit khawatir.
Juan duduk di tepi ranjang Mattheo sambil menatap lekat wajahnya.
"Haruskah Juan bangunin. " guman Juan.
Belum sempat Jua membangunkan Mattheo, terdengar suara lolongan Queen dari arah luar. Segera Juan beranjak dan berdiri berjalan kearah balkon. Juan menatap kearah Queen dan memberi isyarat untuk naik keatas. Tak lama kemudian Queen sudah berada didepan pintu kamar Mattheo yang terbuka lebar. Queen tampak menggerang pelan.
"Iya dia sakit. Jangan khawatir dia akan baik baik saja. " ucap Juan.
Kembali Queen menggeram sambil berjalan kearah Mattheo.
"Itu tidak mungkin Queen. Kamu harus menjalankan tugas mu. Tidak mungkin kamu ikut menjaga Mattheo. " sahuy Juan.
Queen sedikit menggonggong lemah.
"Ayolah Queen. Ada saya disini untuk merawatnya. Kamu jangan khawatir Juan akan rawat dia sampai sembuh. " bujuk Juan.
Bukannya mendengarkan ucapan Juan. Queen malah naik keatas ranjang Mattheo dan berbaring disebelah nya.
"Queen jangan keras kepala seperti ini. Kasihan Leopard kalau dia keliling seorang diri. " ucap Juan mulai kesal.
"Apa yang membuat kamu seperti ini Queen? Tidak biasanya kau begitu dekat dengan seseorang. Baru kali ini Juan melihat mu seperti ini. " tanya Juan mulai tak sabar.
Queen menggonggongnya pelan.
"Aura dia baik, aromanya enak. Apa hanya itu? Apa kamu tak salah Queen? Dia seorang playboy! Pacarnya ada dimana mana? Suka tebar pesona? Kamu bilang baik? " tanya Juan tak percaya.
"Baik dimananya Queen? " lanjut Juan tak percaya.
Queen menggeram tak suka dengan ucapan Juan. Belum sempat Juan menjawab Mattheo terbangun karena suara berisik.
"Anda berisik sekali. " ucap Mattheo datar.
Juan terteguk tak percaya. Muka sedikit memerah karena malu dengan apa yg diucapkannya.
"Sudah waktunya kamu minum obat. " ucap Juan.
"Saya lapar. " jawab Mattheo pelan.
Segera juan menghubungi seseorang lewat telpon rumah.
"Hangatkan sop tadi dan bawa ke kamar Mattheo. " perintah Juan.