Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Kamu manis sayang.



(POV Juan)


Merasa ada yang menatap secara instens ke arah kamarnya sejenak Juan merasa bergidik tak nyaman.


"Lucifer apa kamu juga merasakannya. " ucap Juan gelisah.


"Iya, saya merasakannya. Juan siapa pria itu kenapa kamu gelisah saat berada di dekatnya? " tanya Lucifer.


"Juan tak tahu. Tapi Juan merasa sedikit takut, seperti akan ada yang hilang disaat berada di sisinya. " jawab Juan tak tahu kenapa.


"Dia berbeda Lucifer. Sangat berbeda, ada sesuatu yang lain dengan nya, di satu sisi Juan terpikat saat menatap nya, tapi di saat yang bersamaan ada rasa gelisah dan takut. " lanjut Juan.


"Kita lihat saja nanti Juan. " ucap Lucifer menenangkan Juan.


"Iya, kita lihat apa yang ingin dia lakukan. " jawab Juan dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.


(POV Aiden)


Aiden menatap dengan penuh nafsu, rasa ingin memiliki terpancar jelas dari matanya.


"Benar rupanya, Anda sangat manis, sangat memikat. Walau tanpa iblis di tubuh Anda itu sudah cukup memikat hati manusia, di tambah lagi iblis pemikat maka pesona mu makin bertambah. " ucap Aiden lirih.


"Tapi Saya tidak akan semudah itu terpikat dengan Anda. Sedangkan Anda lah yang akan bertekuk lutut di hadapan saya, Yohanes Juan Christopher. " lanjutnya.


Yang kemudian berlalu dari kamar Juan dan masuk kekamar nya sendiri. Kamar yang pernah dulunya ditempati anak anak Charles, yang di renovasi berulang ulang sesuai dengan keinginan si empunya.


Keesokan harinya seperti biasa, Juan bangun lebih awal untuk membantu menyiapkan sarapan pagi buat semua. Sejenak Juan terdiam melihat semua menu yang telah tersedia.


"Itu untuk viona dan yang lain, ini dan ini untuk Papa dan Ayah, ini untuk Juan sendiri, menu untuk Aiden apa ya.? " Juan berguman lirih.


"Ada apa tuan Juan. ? " tanya salah satu pelayan yang membantu nya tadi.


"Itu menu sarapan untuk Aiden. " jawab Juan.


"Semalam Tuan Muda Aiden meminta kami di buatkan steak medium. " jawab salah satu pelayan.


"Pagi pagi makan steak. Aneh. " ucap Juan.


Kemudian mengambil sepotong daging dan mulai membuat steak. Usai beres semua Juan bergabung dengan yang lainnya.


Seperti biasa Juan duduk di kursi nomor 2 di samping Charles. Sedangkan kursi nomor 1 adalah tempat untuk anak kandung Charles dan Kenzo.


Disaat semua sudah duduk ditempat masing-masing, hanya bangku di sebelah Juan yang masih kosong.


"Juan, kemana Aiden? " tanya Charles tanpa menatap.


"Juan tidak tahu Pa. Mungkin masih tidur. " jawab Juan bingung.


"Kamar kalian bersebelahan hanya terpisah dengan ruang perpustakaan. Apa tidak bisa Anda membangunkannya. " ditatap nya Juan.


"Juan bangun lebih awal Pa. Jadi Juan tidak sempat membangunkannya. " jawab Juan lirih.


"Biar saya saja yang memanggilnya Pa. " ucap Wilmer dan hendak berdiri.


"Apa saya meminta Anda? " ucap Charles datar.


"Charles, sudah ini masih pagi. " tegur Kenzo.


"Juan panggil Aiden untuk sarapan. " perintah Kenzo.


"Baik Yah. " jawab Juan lirih.


Segera Juan beranjak dari duduknya. Dan naik keatas.


"Kalian lanjut kan sarapan kalian, nanti kalian terlambat. " perintah Kenzo.


(POV Juan)


Sesampainya di depan kamar Aiden, Juan sempat ragu untuk mengetuk pintu nya. Ada rasa khawatir menyergap begitu saja di hati Juan. Rasa was was bercampur cemas.


"Ada apa Juan. " ucap lucifer.


"Entah, Juan bingung. Ada apa dengan Juan. Juan merasa takut berhadapan dengan nya. " jelas Juan bimbang.


"Sudah kita ikuti saja alurnya, nanti kita hadapi bersama sama. " ucap Lucifer dan kemudian kembali tertidur.


Juan segera mengetuk pintu nya.


"Masuk." terdengar suara dari dalam.


Juan segera membuka pintu dan masuk kedalam. Ternyata Aiden baru saja selesai mandi dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Seketika itu juga Juan berbalik badan, mukanya bersemu merah melihat sosok Aiden. Aiden tersenyum senang, merasa mendapat kesempatan segera menghampiri Juan.


"Ada perlu apa Anda datang kekamar saya. " ucap Aiden yang tiba tiba sudah di belakang Juan.


Juan semakin gugup di buatnya.


"Emm...i..itu...Pa..Papa meminta Anda untuk bergabung bersama yang lain. " ucap Juan lirih.


"Saya tidak bisa mendengar suara Anda. Bisakah Anda berbicara sedikit keras. " goda Aiden sembari mendekatkan kepalanya dan berbicara lirih tepat di telinga Juan.