
Tanpa di ketahui Juan dan juga Lucifer, Kyera melihat semua nya. Ternyata Kyera belum pergi dari ruang kerja Juan.
Kyera terkejut dengan apa yang di lihatnya, Kyera melihat dan mendengar semua nya. Kyera mengamati semua gerak gerik Juan yang aneh, berbicara sendiri tetapi memiliki nada yang berbeda dan melihat perubahan warna mata yang berbeda dan juga sayap yang tiba tiba muncul di punggung Juan itu.
Rasa takut menghinggapi hati dan pikiran Kyera, perasaan tak nyaman dan terancam mulai menghampiri Kyera. Tetapi Lucifer sadar ada yang mengamati mereka berdua sepasang mata yang menatap penuh dengan ketakutan. Hawa seseorang yang ketakutan.
"Juan ada orang di pintu. " ucap Lucifer sedikit keras.
"Siapa memangnya? " ucap Juan sambil menatap cermin.
Mendengar itu semua kyera langsung pergi dan bersembunyi di ruang perpustakaan yang berada tepat di sebelah ruang kerja Juan.
Dengan perasaan penuh ketakutan Kyera duduk memeluk lututnya, nafasnya terasa sesak, tubuhnya menggigil dan wajahnya pucat pasi.
Pikiran aneh aneh datang silih berganti. Pita suaranya bergetar ingin teriak sejadi jadinya, namun rasa takut akan diketahui menekannya sampai dititik membeku. Kyera benar benar tidak bisa berfikir atau pun berkata kata lagi.
Juan berjalan kearah pintu dan mengamati sekeliling tapi tak ada siapa siapa.
"Hanya perasaan kamu saja Lucifer. " ucap Juan.
"Kamu kira saya ini manusia yang main perasaan apa!! " hardik Lucifer.
"Haaa.... " Juan hanya mampu menghela napas panjang.
Juan mencoba mencari di sekitar nya. Juan menatap ke arah perpustakaan dan berjalan mendekat. Kyera yang bersembunyi di balik pintu segera berpindah saat mendengar langkah kaki yang semakin mendekat. Kyera menutup mulut nya sendiri agar tak bersuara walau air matanya mulai turun perlahan karena rasa takut yang teramat sangat. Disaat Juan masuk dan mengamati ruang perpustakaan tak terlihat hal yang janggal disana.
"Kamu lihat sendiri tidak ada siapa siapakan? " Juan.
"Kamu benar. " jawab Lucifer.
Kemudian Juan pun pergi meninggalkan ruang tersebut dan kembali ruang kerjanya.
Dirasa tak lagi mendengar suara langkah kaki, kyera segera beranjak dari persembunyiannya. Dengan mengamati sekitarnya segera Kyera turun dan masuk kedalam kamarnya dan menguncinya dari dalam.
Baru kyera bisa menumpahkan tangisnya yang sedari tadi dia tahan. Dengan membenamkan wajahnya ke bantal kyera menangis sejadi jadinya.
Malam pun mulai datang, disaat semua berkumpul di meja makan tak ada yang berubah. Hanya saja kyera merasa enggan untuk duduk di sebelah Juan. Kyera lebih memilih duduk disebelah viona dan bersembunyi di tubuh viona. Juan menatap kyera, segera kyera menunduk karena takut.
"Ada apa yera, apa kamu sakit sayang?" tanya Viona yang khawatir akan perubahan yera.
"Ada apa dengan kyera. Viona? " tanya kenzo.
"Entahlah Yah. Kyera tak banyak bicara, dari tadi hanya diam saja. " ujar Viona.
Di pegang nya badan kyera.
"Kyera badan kamu dingin sekali ada apa dengan mu? " tanya Viona lagi.
Juan hanya menatap dan merasa curiga.
"Ti.. Tidak ada apa apa. Kyera baik baik saja kok. " ucap kyera mencoba untuk tersenyum.
"Bagus lah kalau baik baik saja. Jangan membuat orang lain khawatir. " sahut Juan datar.
Juan hanya menatap heran.
"Aneh." ucap Juan lirih
Dan semua pun menatap ke arah Juan. Mereka tahu jika Juan mulai berubah, tapi yang mereka tahu bahwa perubahan itu di karena Juan kehilangan lagi seseorang yang dia cintai. Tak ada yang menyadari kalau sejatinya Juan sudah bukan manusia lagi.
Hanya kyera yang tahu siapa Juan. Hanya saja karena ditutupi oleh rasa takut dengan sosok lain dari Juan secara reflek naluri kyera meminta untuk menjauh. Bukan hanya rasa takut saja yang ada di benakmu kyera tapi rasa khawatir juga hinggap di hati Kyera.
Dari hari ke hari, perubahan sikap Kyera ke Juan mulai tampak jelas. Kyera semakin menjauhi Juan. Sikapnya ke Juan semakin lebih waspada, tentu saja itu membuat beberapa orang yang paham betul akan perubahan itu menjadi semakin khawatir.
Disaat semua sedang menikmati suasana sore
Viona datang menghampiri Kyera yang sedang asyik bermainan ayunan di dekat kolam.
"Kyera." sapa Viona.
Kyera menatap kearah Viona.
"Bisa ikut kakak sebentar ada yang ingin kakak bicarakan. " pintar Viona.
Kyera hanya menganggukkan kepalanya dan beranjak dari ayunan.
Viona menggandeng tangan kyera dan mengajaknya ke kamar. Ternyata disana sudah ada Bella, Ella dan juga Sella. Sejenak kyera terdiam melihat semuanya. Kemudian kyera pun ikut duduk diatas ranjang Viona sambil memeluk bantal.
"Ada apa Kak?. " tanya Kyera.
"Jelaskan apa yang terjadi antara kamu dengan bang Juan?. " tanya Sella to the poin.
"Tidak ada apa apa antara aku dengan bang Juan. Kak Sella. " jawab kyera lirih.
"Yera, kami semua tahu seberapa dekatnya kamu dengan Bang Juan. Sikap kamu ke Bang Juan tidak seperti biasa nya.? " tanya Bella semakin curiga.
"Benar Kak. Yera tidak apa apa kok, tidak ada yang aku sembunyikan. Mungkin itu perasaan kakak saja. " jelas Kyera sambil menutupi rasa takut nya.
Dari hari ke hari Kyera semakin menjauhi Juan. Itu juga membuat merasa sedih sekaligus curiga. Disaat Juan ingin berbicara seperti biasanya Kyera menghindarinya dan tatapan matanya memancarkan rasa ketakutan yang teramat sangat. Bukan hanya Viona saja yang curiga. Bara, Wilmer dan juga Kemal mulai merasa curiga dengan sikap Kyera.
"Juan, kamu tahu kenapa Kyera bersikap itu? " tanya Wilmer disaat mereka para lelaki berkumpul bermain gitar bersama.
"Entah saya tidak tahu. " jawab Juan datar sambil mengusap lembut leher King.
"Juan apa kamu tidak sadar, Yera ketakutan saat melihat kamu. " pintah Bara.
"Terserah Dia, mau takut atau tidak dengan perubahan saya. Saya tidak peduli. " jawab Juan datar tanpa ekspresi.
"Bang Juan. Abang berubah! Kemana Bang Juan yang saya kenal dulu?," tanya Kemal sedih.
"Juan yang dulu hilang ditelan gelapnya malam. " jawab Juan sambil tersenyum sinis dan kemudian berlalu dari hadapan mereka.
Juan pergi menghindari semuanya duduk sendiri di tengah tengah pohon dan duduk di bawah pohon paling besar yang ada di taman.