Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Badai dalam cinta (kau bukan pengganti)



~" Ternyata tak bisa lepas juga. "~ ucap Mattheo dalam hati.


Malam begitu panjang buat Mattheo dan juga Juan. Berpelukan saling menghangatkan diri mengusir dingin nya malam membuat mereka semakin tenggelam dalam lautan cinta. Semakin hari keduanya semakin dekat. Sennan?? Tentu saja masih menjadi kekasih Mattheo. Baik Juan maupun Sennan merasa tak keberatan untuk saling berbagi. Cemburu?? Terkadang ada disela sela hubungan mereka.


Kedekatan Juan dan Mattheo membuat Kenzo gusar. Rasa takut kehilangan putra kesayangan kembali hadir di sela sela kekhawatiran nya. Hingga membuat Kenzo hilang kesabaran. Kenzo mengetuk pintu kamar Mattheo.


Tok tok tok


Terdengar suara ketukan di pintunya.


"Masuk saja, pintu tidak saya kunci. " sahut Mattheo.


Kenzo segera membuka pintu dan masuk kedalam, dilihat nya Mattheo yang sedang membaca berkas di sofa kamarnya.


"Mattheo, bisa Ayah bicara sebentar? " ucap Kenzo.


"Oh Ayah. Boleh Ayah bicara saja. " ucap Mattheo sambil meletakkan berkas berkasnya.


Kenzo duduk di sisi sofa yang lainnya.


"Mattheo. Sedekat apa hubungan mu dengan Juan? " tanya Kenzo hati hati.


Sejenak Mattheo menatap lembut kearah Kenzo.


"Saya mulai mencintai Juan, Ayah. Apa itu salah? " jawab Mattheo balik bertanya.


"Haaaa..... " Kenzo menghela napas panjang.


"Ini yang Ayah takutkan. " ucap nya lirih.


"Mattheo tak salah kamu mencintai Juan. Tapi apakah kamu lupa dengan siapa saja Juan pernah berhubungan. Felix, Louis, lalu Aiden. Dan kamu lihat sendiri seperti apa keadaan Aiden saat ini. " ucap Kenzo.


Mattheo menatap terkejut kearah Kenzo, rasa ragu mulai menyeruak didalam hati Mattheo. Sejenak karena cintanya Mattheo terhadap Juan dia melupakan ke saudara nya yang lain. Mattheo bersandar pada sofa dan mulai berfikir sebesar apa cinta Juan terhadap nya.


"Fikirkan lagi Mattheo. Ayah tak melarang hubungan kalian. Hanya saja sebelum melangkah lebih jauh lagi tanyakan pada Juan sebesar apa cintanya padamu. Ayah tidak mau lagi kehilangan putra Ayah untuk kesekian kalinya lagi. " ucap Kenzo yang kemudian berlalu meninggalkan Mattheo sendiri.


"Haaa.... Kenapa saya lupa dengan mereka. Mattheo Mattheo bodohnya kamu. " umpat Mattheo.


Kegusaran Mattheo tampak begitu jelas dimata Mattheo hingga membuat Juan sadar ada yang aneh dengan diri Mattheo. Sengaja Juan menarik tangan Mattheo ke gazebo ditengah tengah taman tepat dimalam hari.


"Theo ada apa dengan mu? Kau berubah akhir akhir ini. " ucap Juan tak sabar.


Mattheo menatap mata Juan mencari sebuah kepastian.


"Juan seberapa besar Anda mencintai saya.? " ucap Mattheo.


"Kenapa kau menanyakan itu Theo. " tanya Juan kembali.


"Jawab saja pertanyaan saya. " pintah Mattheo.


"Juan benar benar cinta kamu, sangat sangat cinta. " jawab Juan menatap mata Mattheo.


"Bukan sebagai pengganti? " tanya Mattheo datar.


"Pengganti? Juan gak pernah sedikit pun menganggap kamu pengganti Theo. " jawab Juan terkejut.


"Lalu, Felix, Louis, Aiden. Sebesar apa Anda mencintai nya. " ucap Mattheo datar.


Juan menatap tak percaya dengan ucapa Mattheo.


"Mereka berbeda mereka.... " ucap Juan dan belum juga selesai Mattheo memotong ucapan Juan.


"Tapi Anda pernah berhubungan dengan mereka, pernah mencintai mereka bukan? " potong Mattheo.


"Iyaaaa tapi itu dulu. Harus kah itu di ungkit lagi? Haruskah itu di pertanyakan lagi. Mattheo, Juan gak pernah sedikit pun menganggap kamu sebagai pengganti mereka. " pekik Juan mulai tak sabar.


"Tapi saya rasa sebelum nya Anda menganggap saya sabagai orang yang menyembuhkan luka Anda bukan. " ucap Mattheo tajam.


"Juan gak pernah sedikit pun menganggap kamu sebagai pengganti mereka Theo tidak sedikit pun. " tangis Juan mulai pecah.


"Hahahaha.... Anda berbohong untuk yang satu ini Juan. " tawa Mattheo diantara luka nya.


"Hiksss..... Sebenarnya ada apa dengan mu Theo, kenapa kamu seperti ini.? " ucap Juan.


"Saya tanya sekali lagi? Apakah kehadiran saya buat Anda untuk mengobati dan mengantikan luka Anda.? " tanya Mattheo datar dan dingin.


"Jawab IYA atau TIDAK. " ucap Mattheo sedikit membentak.


Juan menundukkan kepalanya dalam dalam.


"Juan gak pernah.....?" Ucap Juan lirih.


"Juan dengarkan saya, apa anda tahu. Orang pertama yang anda cintai adalah cinta sesungguhnya yang tidak berhasil, lalu anda mendapat cinta kedua yang anda gunakan untuk berbagi luka dari gagalnya cinta pertama anda. Ketika cinta pertama dan kedua gagal, rasa sakit yang terulang jadi menumpuk dan di lampiaskan ke cinta berikutnya." jelas Mattheo.


"Dan saat ini, saya ada diposisi dimana luka anda yang terus terulang semakin menumpuk. Tanpa sadar diri anda menjadikan saya pengganti dan pelampiasan berikutnya" lanjut Mattheo.


Juan semakin terisak..


"Hikss iya, tapi Juan bener bener Cinta Theo. " ucap Juan di antara isak tangisnya.


"Dengar Juan, saya tidak suka dengan kebohongan, Anda harus tahu itu. Apa susah nya Anda menjawab itu. " ucap Mattheo datar.


Mattheo pergi meninggalkan juan yang sedang menangis. Melihat mattheo yang hendak berlalu Juan berlari memeluk mattheo dari belakang.


"Jangan pergi, juan mohon jangan tinggal kan juan. " ucap juan sambil terisak.


"Beri saya waktu. " ucap mattheo melepas pelukan tapi kembali Juan memeluknya dari belakang.


"Mattheo, berapa lama waktu itu? " tanya Juan lirih.


"Saya tidak tahu. Mungkin sehari, seminggu atau...... " ucap Mattheo dan terdiam sejenak.


"Entah lah. " lanjut nya sambil melepas pelukannya lagi.


"Mattheo, dengar kan Juan. Dengar kan Juan. Hiks... " ucap Juan disela sela tangisnya.


Air mata Juan mengalir tak henti henti hingga membuat matanya sembab, hidungnya memerah, dan pundaknya bergetar. Mattheo berbalik dan menatap Juan penuh dengan rasa iba. Ingin sekali Mattheo memeluk tubuh kekasihnya tapi rasa kecewa masih terlihat jelas di kedua mata Mattheo.


"Apa salahnya Juan kembali jatuh cinta lagi? Hikss... Memangnya Juan tidak boleh merasakan cinta lagi? Hiksss.... Apa Juan harus selalu kehilangan dan kehilangan?.... Hikss hikss hikss... Gak bolehkah Juan sedikit cuma sedikit, Juan gak mau banyak banyak, Juan mau sedikit saja, tidak bolehkah Juan sedikit merasa bahagia? " tanya Juan sesegukan.


"Juan juga mau bahagia Mattheooooo.... " teriak Juan.


"Juan mau Mattheo. " isak Juan.


"Saya tidak melarang Anda untuk bahagia. Kapan saya melarang anda untuk itu? Hmmm.. " ucap Mattheo sambil menatap Juan.


"Saya hanya ingin Anda menjawab pertanyaan saya dengan jujur, itu saja Juan jawab dengan jujur. Apa itu susah Hahhh..." bentak Mattheo menahan amarah.


"Jawab saya? Awal hubungan kita Anda menganggap saya hanya sebagai pengganti bukan? " tanya Mattheo kembali.


Juan hanya mampu menatap Mattheo.


"JAWAB JUANNN.. " bentak Mattheo mencengkram pundak Juan.


"Iyaaaaa...iyaaaa....Iyaaaa..... " teriak Juan tetap menangis.


"Iya benar dulu Juan cinta Felix, iya dulu Juan juga cinta Louis, kemudian Juan juga jatuh kepelukan Aiden. Hiksss......." jelas Juan di antara tangisnya.


"Lalu apa susah nya menjawab itu dari tadi Juan. " ucap Mattheo kembali.


"Awalnya iya, tapi setelah itu Juan benar benar cinta Mattheo. Hikss.. Juan jatuh hati sama kamu. " ucap Juan lirih.


"Hahahaha........ " Mattheo tertawa keras tanpa perasaan.