
Sesampainya di kastil. Charles turun dan memanggil bodyguard lainnya untuk mengangkat tubuh Juan dan juga Aiden.
Saat itu hari masih pagi, semua masih berkumpul di meja makan. Mereka tak tahu apa yang telah terjadi. Disaat beberapa bodyguard masuk dengan membopong tubuh Juan serta Aiden betapa terkejutnya semua.
Kenzo dengan kondisi yang seharusnya tak boleh terlalu syok, saat melihat Aiden yang berubah menjadi. Dan hampir saja terjatuh. Beruntung Wilmer dan Kemal segera menangkapnya. Charles segera berlari menghampiri Kenzo.
"Hati hati lah. Kasihan kedua anak kita nanti. " pintah Charles lembut.
"Apa yang terjadi pada Aiden.? " tanya Kenzo lirih.
"Tanyakan pada Juan setelah sadar. Apa yang dilakukannya? " jawab Charles.
"Kalian, masukan Aiden kedalam peti kaca. Dan jaga dengan baik di ruang yang sudah saya katakan. " perintah Charles dingin.
"Dan kalian bawa Juan ke kamarnya. Segera panggil Alferdo untuk merawatnya. " ucap Charles.
"Dan Anda harus istirahat. Saya tak ingin terjadi apa apa dengan ahli waris saya kelak. " lanjut Charles sambil menggendong Kenzo ala bridal style, dan berjalan ke lantai atas untuk membaringkan Kenzo ke ranjang nya.
Semua menatap bingung tak tahu harus apa. Saat tersadar semua segera berlari ke kamar Juan. Tak lama kemudian Alferdo dokter pribadi datang dan segera masuk kamar Juan.
Saat melihat semua, Bara, Wilmer, Kemal, Viona, Sella, Bella, Ella, dan juga Kyera yang sedang berkumpul disisi kanan ranjang Juan. Sedang kan Leopard dan Queen ada di sisi kiri Juan, Alferdo menjadi terteguk.
Mereka menatap Juan seakan akan Juan sudah meninggal. Raut muka sedih dan rasa kehilangan tampak jelas dimata mereka. Jika melihat keadaan Juan yang seperti mungkin wajar.
Wajah Juan memucat bak mayat, bibirnya sedikit membiru seakan-akan kehabisan udara. Juan diam tak bergerak akan akan tak bernapas.
Sella menatap Alferdo
"Dokter cepat selamat kan Kakak ku. " pekik Sella tiba tiba dan berlari kearah Alferdo.
Semua terkejut.
"Saya mohon cepat selamat Kakak ku. " tangis Sella pecah saat itu juga.
"Kak Juannnnn bangunnn kakkkk..... " Kyera mulai tersadar dan menangis histeris.
"Respon yang lambat. " ucap Alferdo lirih.
"Mundur dan beri udara untuk Juan." perintah Alferdo.
Semua mundur dan memberi jalan. Viona segera membuka pintu balkon kamar Juan sehingga udara dapat dengan leluasa untuk masuk.
Alferdo memerintah Bara, Kemal dan Juga Wilmer mengambil beberapa peralatan di mobil nya. Bodyguard Charles yang menjaga pintu tak luput dari perintah Alferdo untuk mengambil tabung oksigen di ruang rawat yang ada di kastil.
Segera selang infus, masker oksigen, dan beberapa peralatan medis yang lain menancap dengan manis di tubuh Juan.
"Untuk saat ini biarkan Juan istirahat. Dia baik baik saja hanya sedikit syok. " ucap Alferdo sedikit berbohong.
Karena dia sendiri tak tahu apa yang terjadi dengan Juan.
"Charles...?? " tanya Alferdo.
"Papa ada di kamar bersama Ayah. " sahut Viona.
"Semua biarkan Juan tertidur, kalian lebih baik keluar saja. " perintah Alferdo.
Alferdo sendiri segera kekamar Charles
Tok tok tok.
"Charles ini saya. " ucap Alferdo.
"Masuk." jawab Charles dingin.
Alferdo segera masuk kedalam kamar, dilihatnya Kenzo berbaring dengan kondisi yang sedikit lemas. Alferdo segera memeriksanya.
"Kenzo lebih baik Anda jangan terlalu stress, itu tidak baik untuk janin Anda. " nasehat Alferdo.
Kenzo mengangguk pelan.
"Lebih baik sekarang Anda tidur. " pintah Alferdo.
"Charles ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda. " ucap Alferdo.
Charles segera mengajak alferdo keluar kamar dan turun untuk menunjuk ruang kerjanya.
Diruang kerja.
"Katakan apa yng ingin anda bicara kan. " ucap Charles dingin.
"Juan. Apa yang terjadi dengan nya. Dia tampak berbeda.? " tanya Alferdo.
"Apa yang berbeda dari Juan? " tanya Charles datar.
"Dia tak sememikat dulu. Walau paras masih cantik, tapi aura yang pernah saya rasakan sudah tak ada. Selain itu, tubuhnya seperti kehabisan tenaga. Butuh waktu untuk pulih. Tapi bayi yang ada di dalam rahim Juan sangat sehat seperti tak berpengaruh dengan kondisi tubuh Juan. " jelas Alferdo.
"Pertanyaan Anda cukup banyak. " jawab Charles sambil bersandar.
"Iblis itu sudah tidur. Jelas dia merasa lelah karena telah bertarung dengan Aiden." ucap Charles datar.
"Sekarang berapa usia kandungannya.? " tanya Charles.
"Hampir sama dengan usia kandungan kenzo. Tapi anehnya perutnya tak sebuncit Kenzo. Tapi wajar juga bagi Juan. " sahut Alferdo.
"Anda benar. Berarti persiapan harus segera dilaksanakan. " ucap Charles dingin.
"Untuk? " tanya Alferdo penasaran.
"Anda akan tahu nanti. " jawab Charles tersenyum smirk.
"Persiapkan persalinan mereka berdua disini saja. Saya tak ingin ada gangguan apa pun. " perintah Charles.
Segera Alferdo meninggalkan ruang baca dan pergi dari kastil untuk mempersiapkan segalanya.
Baik Kenzo dan Juan sama sama seorang pria, jadi jalan satu satunya untuk melahirkan hanyalah melalui operasi Caesar. Dan operasi ini sangat riskan untuk kaum adam yang berada di posisi mereka berdua.
Nyawa taruhannya, secara mereka berbeda dengan pria pada umumnya. Jadi Alferdo benar benar harus mempersiapkan segala nya. Mulai dari peralatan yang ada, stok darah dan segala hal yang di butuhkan, harus benar benar lengkap tanpa ada yang terlupakan.