
Kenzo menjadi penasaran dengan apa yang terjadi, karena baru kali ini Dia melihat suaminya marah besar. Kenzo segera menyusul suaminya naik ke lantai atas dan masuk kekamar. Sedangkan yang lain segera masuk kedalam dan membantu Felix untuk berdiri serta membopong Juan yang pingsan kekamar masing masing. Tak lama kemudian Alferdo datang dengan peralatan medisnya. Usai merawat keduanya sengaja Alferdo mencari Charles yang saat itu berada di dalam kamar bersama Kenzo. Diketuk nya pelan pintu kamar Charles.
"Siapa? " tanya Kenzo dengan nada sedikit kesal.
"Ini saya Alferdo. Sorry kalau mengganggu. Ada yang mau saya bicarakan sedikit dengan Charles." jawab Alferdo.
Pintu di buka oleh Kenzo.
"Ingat Charles, saya tidak suka cara kamu yang seperti ini" terus Kenzo kemudian menatap Alferdo.
"Bagaimana dengan keduanya? " tanya Kenzo.
"Mereka baik baik saja, juan hanya syok karena menahan sakit. Besok Dia akan baik baik saja. " jawab Alferdo walau sedikit ragu.
Kenzo hanya menganggukkan kepala dan kemudian pergi meninggalkan Charles dan Alferdo.
"Mau apa anda kemarin? " tanya Charles yang masih sedikit marah.
"Tentang Juan. Dia sedikit mengkhawatirkan. " jawab Alferdo singkat.
Charles menatap tak percaya.
"Apa yang terjadi dengannya? " mengerutkan alis.
"Luka di tangan dan pahanya cukup parah. Apa yang kamu lakukan? " tanya Alferdo.
"Hanya menusuknya dengan belati saja. " jawab Charles dingin.
"Hanya katamu. " ucap Alferdo kaget.
"Luka felix mungkin dalam 1 bulan akan sembuh. Tapi tidak buat Juan, entah butuh apa agar cepat sembuh. " jelas Alferdo khawatir.
"Dia bukan manusia. Aku yakin dia akan segera sembuh. " jawab Charles dingin.
Alfredo hanya menggelengkan kepala.
"Percuma saya memberitahu pada anda. " ucap Alferdo jengkel.
"Apa maksud anda. ? " tanya Charles tanpa ekspresi.
"Sengaja saya mengambil sampel darah Juan, hasilnya sebuah darah yang unik. Saya sendiri tidak tahu, golongan darahnya sendiri AB negatif tapi... " ucap Alferdo memberi jeda sebentar.
Charles langsung menatap tajam.
"Ada sel darah lain yang mengikuti. Dengan kata lain dia mempunyai 2 darah yang berbeda di dalam tubuhnya. Seperti ada 2 nyawa didalam satu tubuh. " jelas Alferdo.
Charles mulai tersenyum sinis.
"Dia mulai bangkit rupanya. " gimana Charles.
"Apa ada yang ingin anda sampaikan lagi.? " tanya Charles tanpa melihat Alferdo.
"Tidak ada. Satu lagi jarang sering kamu siksa Felix, tubuhnya tidak akan mampu bertahan kalau kamu sering menyiksanya. " nasehat Alferdo dan berlalu pergi meninggalkan Charles.
(Kamar Juan)
Di kamar Juan. Dia tampak tertidur pulas wajah nya pucat, keringat dingin bercucuran, Bara dan Kemal bergantian menjaga. Membersihkan badan Juan agar tetap kering. Sedangkan Felix ada bersama Wilmer.
"Bang Bara, badan Bang Juan tidak demam, tapi kenapa keringat dingin keluar terus ya? " tanya Kemal
"Kamu benar, wajahnya semakin pucat. " jawab Bara khawatir.
"Apa kita lapor ke Papa ya. Aku semakin khawatir sama Bang Juan. " ucap Kemal khawatir.
"Ya. Kamu ke Papa gih lapor sana takut ada apa apa sama Juan. " perintah Bara.
"Ya, baiklah. " jawab Kemal.
Segera meninggalkan Bara dan Juan. Kemudian mendatangi kamar Charles yang tak jauh dari kamar Juan.
Diketuk pelan pintu kamar Charles.
"Pa, Papa. Ini saya Kemal. " ucap Kemal.
"Ada apa kamu kesini.? " sahut Charles.
"Boleh saya masuk Pa? " tanya Kemal sedikit ragu.
Tak lama kemudian pintu pun terbuka.
"Ada apa kamu mencari saya? " tanya Charles datar.
"Pa. Bang Juan semakin mengkhawatirkan, badannya tidak demam tapi keringat dingin keluar terus. Wajahnya juga semakin pucat. " jelas Kemal.
"Hmmm begitu ya. Apa peliharaan Juan ada disini.? " tanya Charles.
"Tadi sempat menggeram dan melolong habis itu tidak kelihatan lagi. " jawab Kemal.
"Tunggu 1 atau 2 jam. Kalau peliharaan Juan belum muncul juga panggil saya. " perintah Charles.
Kemudian segera menutup pintu lagi. Kemal hanya mengiyakan dan bingung. Segera kembali ke kamar Juan.
"Bagaimana? " tanya Bara.
"Kata Papa di suruh tunggu 1 atau 2 jam dlu, kalau peliharaan Juan tidak datang baru panggil Papa lagi. " jawab Kemal.