Love Is Full Of Wounds

Love Is Full Of Wounds
Badai baru datang lagi.



Tapi semua tiba tiba menghilang , bagaikan badai yang menghantam sebuah pohon yang kokoh berdiri.


Saat itu Juan tidak ada bersama Felix. Charles meminta Felix untuk melakukan perjalanan bisnis di luar negeri. Tanpa sepengetahuan Charles ternyata Felix menjadi incaran musuh yang tak pernah di ketahui nya. Dan juga kesalahan Felix juga karena lengah dan kurang waspada.


Hingga suatu hari Bara mendapat kabar yang cukup membuat dia syok berat.


Telpon rumah berdering, dan saat itu ada Bara yang kebetulan berada di sebelahnya. Bara melarang seorang pelayan yang hendak mengangkat telpon tersebut.


"Ya hallo. " ☎ sapa Bara.


"Halo Tuan gawat, kami diserang. Tuan muda Felix terluka parah. " ☎ ucap seseorang diseberang.


"Felix terluka parah? Diserang? Apa maksud nya? Diserang bagaimana bukannya Dia perjalanan bisnis? " ☎ ucap Bara bingung.


"Ini bukan Tuan Muda Juan? Tolong sampaikan saja ke Tuan Muda Juan, Dia paham maaf saya ada di....... " ☎belum selesai berbicara hubungan terputus.


Tuuuuut...... Tuuuuut...... Tuuuuut...


Segera Bara mencari Juan yang saat itu sibuk dengan pekerjaannya di ruang kerja Dia sendiri tentunya. Dengan terengah engah Bara mendatangi Juan. Awalnya Juan hanya menatap sebentar karena pekerjaan yang Dia bawa kerumah cukup banyak.


"Juan.... Juan.... Jelas kan apa yang sebenarnya terjadi.? " tanya Bara sambil mengatur napas.


"Ada apa Bara bicara yang jelas. " ucap Juan tanpa memandang Bara.


"Juan, Felix diserang dia terluka parah. Apa maksudnya bukannya dia ada urusan bisnis.? " ucap Bara setelah tenang.


Seketika itu bagai disambar petir di siang hari. Juan menjadi syok, terkejut sekaligus tak percaya. Dan segera Juan menghentikan kesibukannya dan berdiri dari duduknya.


Bara sedikit bergidik ngeri melihat tatapan Juan yang seketika itu berubah menjadi tajam.


"Tadi ada telpon, bilang kalau Felix di serang dan terluka parah. " jelas Bara.


Tanpa berfikir panjang segera Juan menghubungi seseorang. Karena tak ada jawaban Dia semakin gusar, di cobanya lagi dan lagi lagi tak ada jawaban, karena frustasi di lemparnya ponsel itu hingga Bara terkejut. Segera Juan keluar dari ruang kerjanya dan menuju kamar nya. Tanpa di sadari oleh Juan, Bara mengikuti dari belakang. Saat Juan hendak membuka pintu ruang gantinya baru Dia sadar kalau Bara mengikuti nya.


"Bara lebih baik kamu beritahu kabar ini ke Papa sama Ayah. Dan juga jangan beritahu siapa siapa sampai Juan memberi kabar. " pinta Juan dingin.


Segera Bara mencari keberadaan Kenzo. Karena Dia sempat melihat Kenzo sedang beristirahat di taman belakang.


Dengan napas terengah engah, dilihatnya Kenzo sedang bersantai dengan beberapa anak. Entah lupa atau terburu buru tanpa sadar Bara langsung berkata.


"Yah.. Ayah.. Felix dalam masalah besar, Dia habis diserang dan sekarang terluka parah. Aku tak tahu apa maksud nya. " ucap Bara.


Seketika itu Kenzo langsung terkejut.


"Juan " ucap Kenzo dengan raut muka yang memucat.


"Dia dikamar, aku tak tahu apa yang Dia lakukan. " jawab Bara.


Tanpa menunggu penjelasan dari Bara Kenzo bergegas masuk kedalam rumah, tampak sekali raut muka yang memancar kekhawatiran, cemas dan ketakutan akan suatu hal. Dengan langkah yang terburu buru segera dia naik keatas, Bara yang mengikuti Kenzo dari belakang di buat bingung juga.


"Kak Bara, apa yang terjadi dengan Kak Felix? " tanya Ella cemas.


"Eh, Ella. Aku juga gak tahu apa yang sebenarnya terjadi? Mereka cemas tapi kenapa malah masuk kamar? " ucap Bara yang melihat Kenzo dari bawah.